Organisasi Pemuda Baru AfD Diluncurkan, Ribuan Warga Jerman Turun Protes

AKURAT.CO Partai sayap kanan jauh Alternative for Germany (AfD) meresmikan organisasi pemuda baru mereka pada Sabtu (30/11) di Kota Giessen, Jerman Barat. Namun, acara tersebut berlangsung di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang memicu bentrokan dengan polisi.
Pertemuan partai anti-imigrasi itu sempat molor lebih dari dua jam karena kelompok demonstran memblokade akses jalan menuju lokasi acara. Kota Giessen yang berpenduduk sekitar 93.000 orang menjadi pusat kerumunan ribuan demonstran yang menolak agenda AfD tersebut.
Kepolisian Jerman menyebutkan bahwa mereka terpaksa menggunakan semprotan merica setelah sejumlah demonstran melempari petugas dengan batu. Di lokasi lain, polisi menggunakan meriam air untuk membubarkan sekitar 2.000 peserta aksi yang menolak meninggalkan area blokade. Pada Sabtu sore, meriam air kembali digunakan setelah massa mencoba menerobos barikade menuju gedung konvensi.
Hingga sore hari, polisi memperkirakan jumlah demonstran berada di kisaran "puluhan ribu". Sekitar 5.000 personel keamanan dikerahkan, sementara 10 hingga 15 polisi dilaporkan mengalami luka ringan.
AfD Kecam Aksi Protes
Aksi protes mendapat kecaman dari pimpinan AfD. "Apa yang dilakukan di luar sana—wahai kelompok kiri dan kelompok ekstrem—itu sama sekali tidak demokratis," ujar ketua bersama AfD, Alice Weidel, dalam pidato pembukaan. Ia juga menyebut salah satu anggota parlemen AfD menjadi korban serangan, meskipun polisi tidak memberikan detail lebih lanjut.
Organisasi Pemuda Lama Dibubarkan
Organisasi pemuda AfD sebelumnya, Young Alternative, secara resmi dibubarkan pada akhir Maret setelah partai memilih memutus hubungan. Organisasi baru yang bernama Generation Germany kini dibentuk dengan pengawasan lebih ketat dan hanya menerima anggota AfD berusia di bawah 36 tahun.
AfD saat ini menjadi oposisi terbesar di Jerman setelah meraih lebih dari 20 persen suara dalam pemilu nasional Februari lalu. Popularitas partai terus meningkat di tengah kritikan publik terhadap pemerintahan koalisi Kanselir Friedrich Merz.
Badan intelijen dalam negeri Jerman sebelumnya menetapkan Young Alternative sebagai kelompok ekstrem kanan. AfD sempat mendapat label serupa, namun status tersebut ditangguhkan karena upaya hukum yang diajukan partai.
Pengadilan di Cologne pada putusan tahun lalu menyebut ide utama Young Alternative adalah mempertahankan etnis Jerman dan menyingkirkan kelompok yang dianggap "asing secara etnis". Organisasi tersebut juga dikaitkan dengan gerakan ekstrim seperti Identitarian Movement. Proses banding dihentikan setelah organisasi tersebut resmi dibubarkan.
Fokus Baru dan Strategi Politik AfD
Ketua bersama AfD lainnya, Tino Chrupalla, menyatakan bahwa partai harus belajar dari kesalahan terdahulu. Ia menekankan pentingnya membina anggota muda agar selaras dengan visi partai.
“Kami seharusnya lebih menjaga harapan baru di organisasi muda sebelumnya. Ke depan, para kader muda harus mengabdi pada kepentingan partai,” ujarnya.
Sejumlah anggota menyatakan organisasi baru ini akan tetap menjadi ruang pembinaan politik bagi kader muda, tanpa perubahan arah ideologis signifikan.
AfD selama ini memposisikan diri sebagai kelompok anti-establishment di tengah turunnya kepercayaan publik terhadap elite politik. Partai ini pertama kali masuk Bundestag pada 2017, mengusung isu pembatasan migrasi setelah gelombang pengungsi besar masuk ke Jerman pada pertengahan 2010-an.
Menjelang pemilu regional 2026 di lima negara bagian Jerman—dua di antaranya wilayah timur tempat basis suara AfD terkuat—pimpinan partai menyatakan optimisme.
“Kami yakin akan memenangkan mayoritas kursi dan mengirimkan gubernur pertama dari AfD,” kata Weidel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









