Akurat

Usai Rumah Digeledah, Kepala Staf Presiden Ukraina Andriy Yermak Mundur

Kumoro Damarjati | 29 November 2025, 10:51 WIB
Usai Rumah Digeledah, Kepala Staf Presiden Ukraina Andriy Yermak Mundur

AKURAT.CO Kepala Staf Presiden Ukraina, Andriy Yermak, resmi mengundurkan diri setelah rumahnya digeledah lembaga antikorupsi negara itu. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengumumkan pengunduran diri tersebut dalam pernyataan resmi, Jumat waktu setempat.

Yermak selama ini dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran kekuasaan Zelensky dan berperan penting sejak invasi besar-besaran Rusia dimulai pada 2022. Meski tidak ditetapkan sebagai tersangka, ia mendapat tekanan publik setelah skandal dugaan korupsi senilai sekitar USD 100 juta di sektor energi mencuat.

Dalam pidato yang disampaikan di depan kantor kepresidenan, Zelensky menyerukan persatuan nasional dan menyatakan bahwa Ukraina menghadapi situasi politik dan keamanan yang sangat sensitif. "Kita berisiko kehilangan segalanya: diri kita, Ukraina, dan masa depan," kata Zelensky.

Penggeledahan terhadap apartemen Yermak dilakukan oleh Biro Antikorupsi Nasional Ukraina (NABU) dan Kantor Kejaksaan Antikorupsi (SAP). Yermak menyampaikan melalui media sosial bahwa ia siap bekerja sama penuh dengan penyelidik.

Zelensky menyampaikan apresiasi atas peran Yermak dalam proses negosiasi internasional, termasuk pembicaraan terbaru dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mendorong penyelesaian konflik dengan Rusia. Zelensky mengatakan proses konsultasi untuk memilih pengganti akan dimulai pada Sabtu.

Pengunduran diri ini terjadi ketika Ukraina tengah menegosiasikan ulang draf rencana perdamaian yang dinilai terlalu menguntungkan Rusia. Di saat yang sama, kondisi politik domestik memanas, sementara dukungan publik kepada Yermak menurun tajam. Survei terbaru menunjukkan sekitar 70% warga Ukraina menginginkan Yermak mundur.

Skandal korupsi tersebut telah mengguncang pemerintahan Zelensky selama beberapa pekan terakhir. Sejumlah pejabat sudah diberhentikan, termasuk Menteri Energi dan Menteri Kehakiman. Beberapa tersangka juga telah ditahan.

Kasus ini menimbulkan kekhawatiran di antara negara-negara Uni Eropa, yang selama ini menjadi pendukung utama Ukraina dalam upaya bergabung dengan blok tersebut. Sebelumnya, laporan Uni Eropa menyoroti keraguan terhadap komitmen Ukraina dalam agenda pemberantasan korupsi.

Sementara itu, Rusia terus melanjutkan operasi militernya. Presiden Vladimir Putin kembali menegaskan bahwa perang hanya akan berakhir jika Ukraina menarik pasukan dari seluruh wilayah Donbas.

Krisis politik di Kyiv terjadi saat musim dingin mulai berlangsung dan serangan Rusia kembali merusak infrastruktur energi, membuat warga hanya mendapatkan pasokan listrik beberapa jam per hari.

Zelensky dan Yermak telah bekerja bersama sejak lebih dari satu dekade lalu, sebelum Zelensky memasuki politik dan masih berkarier sebagai figur media. Yermak diangkat menjadi kepala staf pada 2020, setahun setelah Zelensky memenangkan pemilu.

Kini, dengan mundurnya salah satu penasihat terdekatnya, Ukraina memasuki fase politik dan diplomatik baru di tengah perang yang masih berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.