Trump Peringatkan Venezuela, Siap Lancarkan Operasi Darat Berantas Penyelundup Narkoba

AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah menyiapkan langkah baru untuk menindak jaringan dugaan penyelundupan narkoba yang beroperasi dari Venezuela. Pernyataan itu disampaikan Trump dalam panggilan Thanksgiving kepada anggota militer, Kamis (27//11).
Dalam komunikasi tersebut, Trump menyebut upaya penangkalan selama ini telah mengurangi penyelundupan melalui jalur laut. Ia menegaskan langkah berikutnya akan difokuskan pada jalur darat.
“Dalam beberapa pekan terakhir, kalian telah membantu mencegah para penyelundup narkoba Venezuela. Tidak banyak lagi yang masuk melalui laut,” kata Trump.
“Kita akan mulai menghentikan mereka melalui jalur darat. Itu lebih mudah, dan akan dimulai segera,” lanjutnya.
Trump juga memperingatkan para pelaku untuk menghentikan pengiriman narkoba ke Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah pertemuan tingkat tinggi terkait Venezuela dan meningkatnya pengerahan militer AS di wilayah tersebut awal bulan ini. Pada pekan yang sama, Trump menetapkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan sejumlah pejabatnya sebagai bagian dari organisasi teroris asing.
Penetapan tersebut mencakup istilah Cartel de los Soles, yang menurut sejumlah analis lebih merujuk pada kelompok pejabat pemerintah yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba dibandingkan jaringan kartel terorganisir. Status tersebut memberi kewenangan pemerintah AS untuk menerapkan sanksi tambahan terhadap aset dan infrastruktur Maduro, namun tidak memberikan otorisasi langsung penggunaan kekuatan militer.
Saat ini militer AS telah menempatkan lebih dari selusin kapal perang dan sekitar 15.000 personel dalam operasi yang disebut “Operation Southern Spear”. Sejak operasi dimulai, lebih dari 80 orang dilaporkan tewas dalam serangan terhadap kapal yang diduga terlibat penyelundupan narkoba.
Namun dalam pertemuan tertutup dengan anggota parlemen, pejabat administrasi Trump disebut menyampaikan bahwa AS belum berencana melancarkan serangan ke dalam wilayah Venezuela, serta belum memiliki dasar hukum untuk menyerang target di darat.
Departemen Kehakiman sebelumnya menyatakan operasi serangan terhadap kapal yang dicurigai dapat dilanjutkan tanpa persetujuan Kongres, dan pemerintahan tidak wajib mengikuti undang-undang war powers yang telah berlaku selama puluhan tahun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









