Akurat

Trump Perbarui Rencana Damai Ukraina, Utusan AS Bergerak Temui Rusia dan Kyiv

Kumoro Damarjati | 26 November 2025, 13:19 WIB
Trump Perbarui Rencana Damai Ukraina, Utusan AS Bergerak Temui Rusia dan Kyiv


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa rencananya untuk mengakhiri perang di Ukraina telah diperbarui setelah mediator AS mengadakan pembicaraan dengan kedua pihak. Menurut Trump, proses negosiasi akan berlanjut pekan depan melalui pertemuan lanjutan dengan pejabat Rusia dan Ukraina.

Trump mengungkapkan bahwa utusan khususnya, Steve Witkoff, akan dikirim untuk bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Sekretaris Angkatan Darat AS Dan Driscoll akan bertemu pejabat Ukraina untuk membahas proposal damai tersebut.

Trump juga membuka kemungkinan dirinya akan bertemu langsung dengan Putin maupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky — tetapi hanya jika ada kemajuan signifikan dalam negosiasi.

Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat Air Force One pada Selasa, Trump menyebut proses penyusunan rencana tersebut cukup rumit. Ia mengakui bahwa versi awal yang terdiri dari 28 poin “bukan rencana final, melainkan masih berupa konsep”.

Rencana Trump yang bocor ke publik pekan lalu dianggap lebih menguntungkan Rusia, sehingga Zelensky segera meminta klarifikasi dari negosiator AS. Para pemimpin Eropa juga bereaksi karena merasa tidak dilibatkan dalam penyusunan proposal tersebut, terutama mengingat dampaknya terhadap keamanan regional.

Trump mengatakan Witkoff kemungkinan akan bertemu Putin di Moskow minggu depan. Ia juga menyebut kemungkinan Jared Kushner — menantunya — ikut dalam pertemuan.

“Semakin banyak pihak memahami bahwa ini adalah kesepakatan yang menguntungkan kedua belah pihak,” ujar Trump.

Salah satu poin paling kontroversial dari rencana Trump adalah permintaan agar Ukraina menyerahkan wilayah Donbas sepenuhnya kepada Rusia, termasuk Donetsk dan Luhansk. Kendati begitu, Trump menekankan bahwa kondisi di lapangan menunjukkan Rusia berpotensi merebut wilayah tersebut tanpa kesepakatan formal.

“Jika melihat situasinya sekarang, wilayah itu perlahan bergerak ke arah Rusia. Dalam beberapa bulan ke depan kemungkinan besar wilayah itu akan jatuh ke tangan mereka,” katanya.

Sementara itu, Driscoll telah mengadakan pembicaraan intensif dengan pejabat Rusia di Abu Dhabi sejak Senin. Juru bicara Driscoll, Jeff Tolbert, mengatakan pembicaraan berjalan positif dan pihaknya tetap optimistis.

Witkoff, mantan pengusaha properti yang kini menjadi negosiator utama Trump, serta Driscoll yang merupakan sekutu dekat Wakil Presiden JD Vance, kini memainkan peran besar dalam dorongan diplomasi damai tersebut.

Para pemimpin Eropa menilai momentum perdamaian mulai terbentuk. Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan bahwa proses negosiasi kini memasuki fase penting setelah pertemuan Ukraina-AS di Jenewa dan diskusi virtual antara negara-negara Eropa pendukung Ukraina.

“Kini negosiasi mendapat dorongan baru, dan momentum ini harus dimanfaatkan,” kata Macron.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menambahkan bahwa mayoritas isi proposal sudah dapat diterima berdasarkan sinyal dari Zelensky.

Pada Senin malam, Zelensky menyatakan daftar langkah menuju penghentian perang kini mulai realistis. Ia berencana membahas poin-poin sensitif secara langsung dengan Trump.

Penasihat senior Zelensky, Rustem Umerov, melalui unggahan di X menyebut bahwa Ukraina berharap kesepakatan final dapat dicapai pada awal November.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.