Akurat

Airlangga: Presidensi Afrika Selatan Akhiri Estafet Kepemimpinan Global South di G20

Ahada Ramadhana | 23 November 2025, 14:41 WIB
Airlangga: Presidensi Afrika Selatan Akhiri Estafet Kepemimpinan Global South di G20

AKURAT.CO Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan, Presidensi Afrika Selatan menutup estafet kepemimpinan negara-negara Global South dalam forum G20.

Momentum ini, menurutnya, menjadi refleksi kesinambungan kolaborasi negara berkembang dalam memperjuangkan kepentingan bersama di tatanan global.

“Ini menandai berakhirnya estafet kepemimpinan Global South di G20 yang dimulai dari Indonesia pada 2022, kemudian India, Brasil, dan tahun ini Afrika Selatan,” ujar Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Minggu (23/11/2025).

Airlangga menjelaskan, mewakili Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025).

Pada hari pertama, Wapres mengikuti dua sesi utama yang membahas isu ekonomi inklusif, pembiayaan pembangunan, pengurangan risiko bencana, perubahan iklim, transisi energi, dan ketahanan sistem pangan.

Dalam pidatonya, Wapres menekankan pentingnya sistem pembiayaan global yang lebih mudah diakses, adil, dan setara, khususnya bagi negara berkembang.

“Pertumbuhan ekonomi global harus kuat, adil, dan inklusif. Hal ini dapat didorong melalui penghapusan utang, pembiayaan inovatif, blended finance, maupun transisi hijau,” kata Airlangga mengutip Wapres.

Indonesia juga memamerkan inovasi sistem pembayaran digital yang murah dan inklusif, seperti QRIS, yang kini telah diadopsi berbagai negara.

Baca Juga: Sunset Pier, Spot Senja Tercantik di PIK dengan Panorama Laut dan Mangrove

Selain itu, Wapres mendorong G20 mulai memasukkan pembahasan mengenai ekonomi kecerdasan dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI) dalam agenda resmi.

Pada sesi kedua, Wapres menyoroti pentingnya ketahanan pangan global, mengingat 720 juta penduduk dunia masih berisiko mengalami kelaparan.

Airlangga menyebut Program Makan Bergizi Gratis sebagai contoh kebijakan yang mampu memperkuat rantai pasok, pemberdayaan petani, hingga pertumbuhan ekonomi daerah.

Wapres juga mengangkat isu kemanusiaan terkait bencana dan konflik dunia, termasuk situasi di Gaza, Ukraina, Sudan, dan kawasan Sahel.

“Ini menegaskan perlunya menempatkan kemanusiaan di pusat tata kelola global, dan G20 harus menjadi teladan,” ujar Airlangga.

Menurutnya, sejumlah negara memberikan dukungan atas pandangan Indonesia, termasuk Afrika Selatan yang menegaskan peran strategis Benua Afrika sebagai motor pertumbuhan ekonomi masa depan.

Di sela KTT, Wapres menghadiri MIKTA Leaders Gathering bersama pemimpin Meksiko, Korea Selatan, Turki, dan Australia, serta menggelar sejumlah pertemuan bilateral, antara lain dengan Perdana Menteri Ethiopia, Perdana Menteri Vietnam, Presiden Angola, Presiden Finlandia, Direktur Jenderal WTO, dan Sekretaris Jenderal UNCTAD.

Baca Juga: Arahan Presiden Prabowo, Kemenhub Perketat Ramp Check Nasional Jelang Nataru 2026

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.