Akurat

Fenomena Kafe “Ngebir” Non-Alkohol di Arab Saudi Jadi Sorotan Publik

Fajar Rizky Ramadhan | 20 November 2025, 06:00 WIB
Fenomena Kafe “Ngebir” Non-Alkohol di Arab Saudi Jadi Sorotan Publik

AKURAT.CO Sebuah tren baru muncul di Arab Saudi seiring hadirnya kafe-kafe yang menyajikan bir tanpa alkohol. Fenomena ini menarik perhatian luas karena tampilannya menyerupai minuman beralkohol yang sejak 1952 dilarang total di kerajaan tersebut.

Di Riyadh, kafe A12 menjadi salah satu tempat yang ramai didatangi anak muda. Kafe ini menyajikan bir draft 0,0% alkohol lengkap dengan kacang dan layar lebar bertema olahraga, menciptakan suasana ala pub Barat.

"Ide kami adalah menawarkan pengalaman orisinal kepada pelanggan yang bisa mereka bagikan di media sosial," ujar Manajer Kafe A12, Abdallah Islam, dikutip dari AFP, Kamis (20/11/2025).

Baca Juga: Kalender Islam 2026: Daftar Hari Besar dan Cuti Bersama

Sejak menyajikan Warsteiner non-alkohol pada April lalu, kafe tersebut langsung penuh. Pelanggan dari anak muda menjubah putih hingga perempuan bercadar tampak menikmati bir dingin tanpa rasa takut.

"Tampilannya menakutkan, sepertinya alkohol," kata Sheikha (18). Ia mengakui butuh keberanian untuk mencoba minuman itu. "Kata 'bir' saja sudah menakutkan. Tapi saya berhasil mengatasi rasa takut saya, dan sejujurnya rasanya menyegarkan," ujarnya.

Fenomena ini muncul di tengah reformasi sosial yang dijalankan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, termasuk pembukaan bioskop, izin mengemudi bagi perempuan, dan masuknya turis asing. Meski pembaruan terus digulirkan, alkohol tetap menjadi batasan ketat yang dipertahankan kerajaan.

Menurut peneliti CARPO, Sebastian Sons, "Kerajaan harus berhati-hati dengan potensi legalisasi alkohol, karena akan bertentangan dengan citranya sebagai pemimpin dunia Islam yang kredibel."

Arab Saudi bersama Kuwait menjadi dua negara Teluk yang masih melarang alkohol secara penuh. Meski pada 2024 kerajaan membuka toko minuman beralkohol khusus diplomat non-Muslim, pemerintah memastikan alkohol tidak akan tersedia selama Piala Dunia 2034.

Baca Juga: Apakah Menggunakan AI Dapat Merusak Otak dan Kecerdasan Manusia dalam Islam?

Generasi muda Saudi terlihat antusias mencoba pengalaman baru dalam batas syariah. "Di negara kami, tidak ada minuman beralkohol. Dan kami tidak ingin ada minuman beralkohol," ujar Ahmed Mohammed (18) setelah meneguk bir non-alkoholnya.

Kafe seperti A12 kini berada di tengah persimpangan: menawarkan gaya hidup modern yang akrab di media sosial sambil tetap mematuhi nilai-nilai agama yang menjadi fondasi negara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.