Akurat

Warga AS yang Dipenjara karena Kritik Saudi Akhirnya Pulang, Berkat Campur Tangan Trump?

Fitra Iskandar | 20 November 2025, 21:36 WIB
Warga AS yang Dipenjara karena Kritik Saudi Akhirnya Pulang, Berkat Campur Tangan Trump?

AKURAT.CO Seorang warga negara Amerika Serikat dan Arab Saudi yang sempat dipenjara di Riyadh karena cuitannya yang mengkritik pemerintah Saudi akhirnya diperbolehkan pulang ke Florida.

Kepulangan Saad Ibrahim Almadi, insinyur pensiunan berusia 75 tahun itu, dikonfirmasi oleh putranya. Ia menyebut bahwa keberhasilan membawa ayahnya kembali ke AS tidak lepas dari peran Presiden Donald Trump dan jajaran pemerintahannya. Pengumuman ini muncul sehari setelah Trump menjamu Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS), di Gedung Putih.

Almadi ditangkap pada 2021 saat tiba di Riyadh untuk mengunjungi keluarga. Ia kemudian dinyatakan bersalah atas dakwaan mencoba menggoyahkan stabilitas kerajaan serta mendukung dan mendanai terorisme. Ia divonis 19 tahun penjara, namun dibebaskan lebih awal pada 2023 meski masih dikenai larangan bepergian ke luar Saudi.

Dalam pernyataan yang diunggah di X pada Rabu, keluarga Almadi menyampaikan rasa syukur karena “empat tahun masa kelam” itu akhirnya berakhir. Mereka juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan Trump, Dewan Keamanan Nasional AS, dan Departemen Luar Negeri AS yang dianggap berperan memastikan kepulangan Almadi.

“Kami juga berterima kasih kepada para jurnalis, seperti Josh Rogin dan Steven Nelson, yang membuat suara kami terdengar di seluruh dunia,” ujar keluarga tersebut, merujuk pada wartawan The Washington Post dan The New York Post.

Keluarga Almadi berharap dukungan yang mereka terima selama ini juga dapat menguatkan keluarga warga lain yang masih ditahan di Arab Saudi maupun negara lain.

Menurut laporan The New York Post, Almadi dilaporkan sudah dalam perjalanan udara dari Riyadh pada Rabu pukul 12.15 waktu AS, hanya beberapa menit setelah Trump dan MBS tampil bersama dalam sebuah forum investasi di Washington DC.

Awal bulan lalu, putranya sempat mengunggah foto bersama Sebastian Gorka, deputi asisten presiden untuk urusan keamanan nasional, di X. Ia menulis bahwa kunjungan MBS ke AS minggu ini “bergantung pada kepulangan ayahnya dengan selamat”.

Almadi sebelumnya dijatuhi hukuman 16 tahun penjara pada 2021, sebelum kemudian diperberat menjadi 19 tahun oleh pengadilan banding. Putranya mengatakan kepada Reuters bahwa ketika ia dibebaskan pada 2023, dakwaan telah dicabut tetapi larangan bepergian tetap diberlakukan.

Ibrahim pernah mengatakan kepada BBC bahwa bukti yang diajukan jaksa hanya berupa 14 cuitan di media sosial. Isi cuitan itu, yang sempat dilihat BBC, di antaranya memuat kritik atas pembongkaran kawasan tua di Mekah dan Jeddah, keprihatinan soal kemiskinan, serta penyebutan kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi.

Dalam pertemuannya dengan MBS pada Selasa, Trump membela tamunya dengan menyatakan bahwa sang putra mahkota “tidak mengetahui apa pun” tentang pembunuhan Khashoggi pada 2018. Pernyataan itu tampak bertentangan dengan laporan intelijen AS tahun 2021 yang menyimpulkan bahwa MBS menyetujui operasi yang berujung pada kematian Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.