Zelensky Jatuhkan Sanksi ke Dua Tokoh dalam Skandal Korupsi Energi Ukraina

AKURAT.CO Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menandatangani dekret yang menjatuhkan sanksi terhadap dua orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi besar di sektor energi senilai 100 juta dolar AS.
Menurut pernyataan resmi yang diterbitkan di situs kepresidenan Ukraina pada Kamis (13/11/2025), sanksi tersebut dijatuhkan kepada Timur Mindich, pengusaha sekaligus salah satu pemilik perusahaan produksi Kvartal 95, serta Oleksandr Tsukerman. Keduanya disebut-sebut terlibat dalam penyelidikan korupsi besar yang dilakukan oleh Biro Anti-Korupsi Nasional Ukraina (NABU).
Menariknya, Zelensky sendiri merupakan salah satu dari tiga pendiri Kvartal 95, perusahaan produksi yang berdiri di Kyiv pada 2003 dan menjadi awal karier politiknya.
Dekret tersebut dikeluarkan sehari setelah Menteri Energi Svitlana Hrynchuk dan Menteri Kehakiman Herman Halushchenko mengajukan pengunduran diri. Pengunduran diri keduanya diumumkan oleh Perdana Menteri Yulia Svyrydenko, yang juga menegaskan penangguhan jabatan wakil kepala perusahaan energi nuklir nasional, Energoatom.
Zelensky sebelumnya mendesak kedua menteri itu mundur dari jabatan mereka karena “tidak dapat tetap menjabat di tengah penyelidikan yang sedang berlangsung.”
“Saya akan menandatangani dekret untuk menjatuhkan sanksi terhadap dua individu yang terlibat dalam kasus NABU terkait Energoatom,” ujar Zelensky.
Dalam dekret tersebut, Mindich dan Tsukerman disebut sebagai warga negara Israel.
Operasi Anti-Korupsi Skala Besar
Kasus ini berawal dari operasi besar yang diluncurkan NABU pada awal pekan lalu untuk mengungkap jaringan korupsi di sektor energi Ukraina. Lembaga itu menuduh adanya “organisasi kriminal tingkat tinggi” yang mencoba menguasai perusahaan-perusahaan strategis negara, terutama Energoatom.
Menurut NABU, penyelidikan dilakukan selama 15 bulan dengan bukti berupa lebih dari 1.000 jam rekaman audio. Para pelaku diduga meminta “imbalan ilegal” sebesar 10–15 persen dari nilai kontrak negara, dengan total dana sekitar 100 juta dolar AS mengalir melalui skema tersebut.
“Melalui koneksi di kementerian dan perusahaan milik negara, kelompok ini mengendalikan keputusan personalia, proses pengadaan, hingga arus keuangan,” ungkap NABU.
Sehari setelah operasi dimulai, lima orang ditangkap dan tujuh lainnya dinyatakan sebagai tersangka, termasuk seorang pengusaha yang diduga memimpin jaringan korupsi tersebut serta mantan penasihat menteri energi.
Laporan media lokal Ukrinform menyebut rumah Timur Mindich dan Halushchenko ikut digeledah. Namun, menurut Ukrainska Pravda, Mindich sudah meninggalkan Ukraina menuju Polandia empat jam sebelum penggeledahan dilakukan. Badan Imigrasi Ukraina membenarkan bahwa ia menyeberang perbatasan secara sah.
Langkah Tegas dan Tantangan Politik
Kasus ini mencuat hanya empat bulan setelah Zelenskyy memulihkan independensi dua lembaga anti-korupsi utama: NABU dan Kantor Jaksa Anti-Korupsi Khusus (SAPO).
Sebelumnya, Zelensky sempat menempatkan kedua lembaga itu di bawah pengawasan jaksa agung, namun keputusan tersebut dibatalkan setelah muncul protes besar di Kyiv.
Pemberantasan korupsi menjadi syarat penting bagi Ukraina untuk melanjutkan proses keanggotaan di Uni Eropa (UE). Uni Eropa resmi membuka negosiasi aksesi dengan Kyiv pada Juni 2024, namun menekankan bahwa reformasi dan transparansi adalah prasyarat utama.
Meski begitu, banyak pengamat menilai upaya antikorupsi Ukraina masih menghadapi hambatan serius. Konflik berkepanjangan dengan Rusia disebut telah mengalihkan fokus pemerintah dan memperlambat agenda reformasi yang dibutuhkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









