Akurat

Trump Tolak Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan, Tuduh Ada Diskriminasi terhadap Warga Kulit Putih

Kumoro Damarjati | 10 November 2025, 09:37 WIB
Trump Tolak Hadiri KTT G20 di Afrika Selatan, Tuduh Ada Diskriminasi terhadap Warga Kulit Putih


AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya tidak akan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Afrika Selatan. Keputusan itu diambil dengan alasan adanya “pelanggaran hak asasi manusia” terhadap warga keturunan Eropa atau Afrikaner di negara tersebut—klaim yang telah dibantah secara luas oleh pemerintah dan pengadilan Afrika Selatan.

KTT G20 dijadwalkan berlangsung di Johannesburg pada 22–23 November 2025, dan akan dihadiri oleh para pemimpin dari ekonomi terbesar dunia. Namun, Trump menyebut penyelenggaraan acara itu di Afrika Selatan sebagai “a total disgrace” atau “aib besar”.

Dalam unggahan di platform media sosialnya, Truth Social, Trump menulis:

“Afrikaner dibunuh dan disembelih, sementara tanah dan pertanian mereka disita secara ilegal. Tidak ada pejabat pemerintah AS yang akan hadir selama pelanggaran hak asasi manusia ini terus berlanjut.”

Trump bahkan menegaskan bahwa Amerika Serikat baru akan kembali berpartisipasi pada KTT G20 setelah ia berencana menjadi tuan rumah di Miami pada 2026.

Pemerintah Afrika Selatan Bantah Tuduhan "Genosida Kulit Putih"

Pemerintah Afrika Selatan menyesalkan keputusan Washington untuk memboikot KTT tersebut. Jurubicara Kementerian Luar Negeri, Chrispin Phiri, mengatakan kepada BBC News bahwa keberhasilan G20 “tidak bergantung pada satu negara saja”.

Phiri menegaskan bahwa tuduhan adanya genosida atau penganiayaan terhadap warga kulit putih tidak memiliki dasar.

“Tidak ada bukti tentang persekusi terhadap orang kulit putih di Afrika Selatan. Kami memang memiliki masalah, tetapi kejahatan memengaruhi semua warga tanpa memandang ras,” ujarnya.

Menurutnya, Trump “menciptakan krisis imajiner dengan menggunakan sejarah kolonial Afrika Selatan yang menyakitkan”.

Klaim yang Sudah Ditepis Pengadilan

Klaim tentang adanya “genosida kulit putih” telah lama beredar di media sayap kanan dan kelompok ekstremis, namun tidak pernah terbukti. Pada Februari lalu, pengadilan di Afrika Selatan secara tegas menyebut tuduhan tersebut sebagai “khayalan yang tidak berdasar”.

Pemerintah juga menekankan bahwa kelompok Afrikaner bukan semata-mata komunitas kulit putih, dan penyebutan mereka sebagai kelompok homogen dianggap “tidak sesuai sejarah”.

Hubungan AS–Afrika Selatan Memanas

Sejak kembali menjabat pada Januari 2025, Trump kerap menuding pemerintah Presiden Cyril Ramaphosa melakukan diskriminasi terhadap minoritas kulit putih. Bahkan pada Mei lalu, Trump sempat menegur langsung Ramaphosa di Gedung Putih terkait isu yang sama.

Ironisnya, pemerintahan Trump juga sempat memberikan status pengungsi kepada beberapa warga Afrikaner dengan alasan perlindungan dari “genosida”—klaim yang telah dibantah oleh lembaga internasional dan pemerintah setempat.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Afrika Selatan menegaskan bahwa rendahnya minat masyarakat setempat untuk menerima tawaran suaka tersebut menunjukkan tidak adanya krisis yang digambarkan oleh Trump.

Tentang G20

Kelompok G20 dibentuk pada 1999 sebagai respons terhadap krisis keuangan Asia. Negara-negara anggotanya mewakili lebih dari 85% kekayaan global. Pertemuan pertama di tingkat kepala negara diselenggarakan pada 2008 untuk memperkuat kerja sama ekonomi internasional.

Setiap tahun, G20 diselenggarakan secara bergantian oleh negara anggota. Setelah Afrika Selatan, Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah pada 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.