Akurat

Pernyataan Menteri India Soal Pelecehan Pemain Kriket Australia Tuai Kecaman Publik

Fitra Iskandar | 27 Oktober 2025, 16:11 WIB
Pernyataan Menteri India Soal Pelecehan Pemain Kriket Australia Tuai Kecaman Publik

AKURAT.CO Pernyataan seorang menteri India menuai kecaman luas setelah ia menilai bahwa dua pemain kriket perempuan asal Australia yang dilecehkan di India seharusnya melapor ke pihak berwenang sebelum meninggalkan hotel. Komentarnya dianggap sebagai bentuk victim blaming atau menyalahkan korban.

Insiden pelecehan itu terjadi di Indore, negara bagian Madhya Pradesh, pada Kamis (23/10/2025). Saat berjalan menuju sebuah kafe, dua pemain Australia tersebut didekati dan disentuh secara tidak pantas oleh seorang pria bermotor. Polisi memastikan pelaku telah ditangkap.

Reaksi Keras dari Dunia Kriket

Dewan Kriket India (BCCI) langsung mengutuk insiden tersebut dan menyebutnya sebagai “kejadian yang sangat disayangkan dan terisolasi.” BCCI juga berjanji akan meninjau ulang protokol keamanan bagi para pemain internasional agar kejadian serupa tidak terulang.

Pihak Cricket Australia dalam pernyataannya menyebut bahwa kedua pemain dilecehkan keesokan harinya setelah tim Australia mengalahkan Inggris dalam turnamen Piala Dunia Kriket Putri.

Legenda kriket India, Sunil Gavaskar, menyerukan hukuman berat bagi pelaku, dengan mengatakan, “Penjarakan saja dan buang kuncinya. Hanya itu cara terbaik menindak penjahat semacam ini,” ujarnya kepada India Today TV.

Komentar Menteri India Picu Kontroversi

Namun pernyataan Kailash Vijayvargiya, Menteri Pembangunan Perkotaan dan Urusan Parlemen Negara Bagian Madhya Pradesh, justru menimbulkan kontroversi baru. Ia mengatakan bahwa insiden tersebut “menjadi pelajaran bagi pihak keamanan dan juga para pemain.”

“Setiap kali pemain keluar, sebaiknya memberi tahu pihak keamanan atau administrasi lokal. Ini penting agar semua pihak bisa menjaga keamanan bersama,” katanya kepada wartawan, Minggu (26/10).

Ia juga menambahkan bahwa para pemain seharusnya lebih berhati-hati karena memiliki banyak penggemar di India. “Kegilaan terhadap kriket di India sama seperti sepak bola di Inggris. Kadang pemain tidak sadar seberapa populernya mereka,” ujarnya.

Tuduhan Victim Blaming dan Kritik Publik

Komentar Vijayvargiya langsung menuai kritik tajam di media sosial dan media nasional India. Banyak pihak menilai ucapannya menyalahkan korban alih-alih mengecam pelaku.

Politisi oposisi dari Partai Kongres, Arun Yadav, menyebut komentar sang menteri sebagai “menjijikkan dan mundur jauh ke belakang.” Sementara penyanyi dan aktivis perempuan Chinmayi Sripaada menulis di platform X (Twitter):

“Menteri BJP Kailash Vijayvargiya pada dasarnya menyalahkan korban. Ia mengatakan bahwa perempuan yang bepergian ke kota lain harus lebih khawatir terhadap keselamatan diri mereka. Jadi, ini dianggap kesalahan perempuan, bukan pelaku.”

Seorang pengguna X lainnya menulis, “Di saat citra India sedang tercoreng akibat insiden memalukan ini, komentar menyalahkan korban dari seorang pejabat publik justru memperburuk keadaan.”

Sudah Pernah Bikin Pernyataan Kontroversial

Setelah menuai kecaman, Vijayvargiya kembali menegaskan bahwa insiden itu memalukan dan harus ditindak tegas, namun tetap menyisipkan kalimat bahwa pemain “seharusnya memberi tahu petugas keamanan sebelum keluar.”

Ini bukan kali pertama sang menteri memicu kontroversi. Beberapa bulan lalu, ia juga sempat menjadi sorotan karena mengatakan tidak suka melihat perempuan memakai pakaian terbuka dan menolak berfoto dengan mereka.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.