Akurat

Timor Leste Akhirnya Resmi Bergabung dengan ASEAN, Apa Saja yang Perlu Diketahui

Fitra Iskandar | 27 Oktober 2025, 08:32 WIB
Timor Leste Akhirnya Resmi Bergabung dengan ASEAN, Apa Saja yang Perlu Diketahui

 

AKURAT.CO Setelah lebih dari satu dekade menunggu, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota penuh ASEAN. Pengukuhan ini diumumkan pada KTT ASEAN ke-47 yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut momen tersebut sebagai “penyatuan keluarga besar Asia Tenggara yang utuh dan berdaulat.” Menurutnya, kehadiran Timor Leste melengkapi cita-cita bersama untuk memperkuat solidaritas dan kemandirian kawasan.

Timor Leste Jadi Anggota ke-11 ASEAN
Dalam ASEAN Leaders’ Statement on The Application of Timor-Leste for ASEAN Membership, seluruh pemimpin negara menyetujui penerimaan Timor Leste sebagai anggota ke-11.
“Secara prinsip, menerima Timor Leste sebagai anggota ke-11 ASEAN,” bunyi pernyataan resmi yang dikutip dari dokumen tersebut.

Dengan bergabungnya Timor Leste, kini ASEAN terdiri dari 11 negara anggota:

Indonesia (1967)

Malaysia (1967)

Filipina (1967)

Singapura (1967)

Thailand (1967)

Brunei Darussalam (1984)

Vietnam (1995)

Laos (1997)

Myanmar (1997)

Kamboja (1999)

Timor Leste (2025)

Perjalanan Panjang Menuju Keanggotaan Penuh

Perjalanan Timor Leste untuk menjadi bagian dari Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) tidaklah singkat. Negara yang merdeka dari Indonesia pada 2002 itu mengajukan permohonan pertama kali pada 2011.

Pada 2022, Timor Leste resmi mendapatkan status pengamat (observer state) setelah seluruh pemimpin ASEAN menyetujui keikutsertaannya dalam berbagai pertemuan organisasi. Setelah melalui proses penilaian terhadap kesiapan politik, ekonomi, dan administratif, barulah negara ini diterima sebagai anggota penuh pada KTT tahun 2025.

Makna Strategis Bagi ASEAN dan Kawasan

Masuknya Timor Leste menandai babak baru integrasi kawasan Asia Tenggara. Selain memperluas kerja sama ekonomi dan pendidikan, keanggotaan baru ini juga memperkuat posisi ASEAN sebagai blok politik dan ekonomi yang inklusif dan berpengaruh di Indo-Pasifik.

Menurut Anwar Ibrahim, keanggotaan Timor Leste akan memperkaya kerja sama regional dan membuka peluang baru di bidang pembangunan berkelanjutan serta transisi energi bersih.

KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur

KTT ke-47 juga menjadi ajang penting bagi Malaysia yang memimpin ASEAN pada 2025. Selain pengukuhan Timor Leste, pertemuan ini diwarnai oleh penandatanganan Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur antara Thailand dan Kamboja, yang menandai berakhirnya sengketa panjang kedua negara.

Selama konferensi, Malaysia memimpin lima pertemuan tingkat tinggi, termasuk ASEAN–AS Summit, ASEAN–Jepang Summit, dan ASEAN–India Summit. Agenda berikutnya akan membahas kerja sama digital, ketahanan rantai pasok, dan transisi energi bersih di kawasan.

KTT ini akan ditutup dengan serah terima keketuaan ASEAN dari Malaysia kepada Filipina pada 28 Oktober 2025. Filipina akan memimpin ASEAN mulai 1 Januari 2026.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.