Kapal Tanker Gas Terbakar di Lepas Pantai Yaman Menewaskan Dua Pelaut

AKURAT.CO Kebakaran di kapal tanker gas Falcon berbendera Kamerun menewaskan dua pelaut saat kapal itu melintas di Teluk Aden, Sabtu (18/10/2025). Kapal kini masih terombang-ambing di lepas pantai Yaman setelah seluruh awak dievakuasi.
Menurut laporan Pusat Informasi Maritim Gabungan (UKM) yang diawasi Angkatan Laut AS, kebakaran di kapal tanker Falcon disebabkan oleh ledakan yang diduga merupakan kecelakaan. “Ledakan di kapal tanker Falcon dianggap sebagai insiden non-eksternal,” tulis pusat tersebut dalam pernyataannya, Senin (20/10/2025).
Dari total 26 awak kapal, sebanyak 24 orang berhasil dievakuasi, sementara dua lainnya dilaporkan meninggal dunia. Para korban yang selamat—mayoritas warga negara India dan satu warga Ukraina—telah dibawa ke Djibouti oleh kapal penyelamat. Foto-foto yang dirilis oleh Otoritas Pelabuhan dan Zona Bebas Djibouti memperlihatkan para awak tiba dengan selamat di pelabuhan tersebut.
Sementara itu, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKM) sempat melaporkan bahwa kapal terkena proyektil tak dikenal. Namun, laporan tersebut kemudian direvisi karena belum ada bukti kuat mengenai penyebab ledakan.
Citra satelit dari Planet Labs PBC menunjukkan kebakaran besar di atas kapal Falcon sekitar pukul 07.50 GMT, Sabtu. Gambar dari Operasi Aspides Uni Eropa, yang memantau wilayah Laut Merah, juga memperlihatkan kerusakan parah pada pipa dek kapal, meski badan kapal masih tegak dan belum tenggelam. Hingga Senin pagi, Falcon masih terbakar dan terapung di perairan Yaman. Pasukan Uni Eropa menyebut sebuah perusahaan swasta sedang disiapkan untuk melakukan penyelamatan.
Teluk Aden, yang menghubungkan Laut Merah dan Samudra Hindia melalui Selat Bab el-Mandeb, merupakan jalur vital perdagangan minyak dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, wilayah ini menjadi kawasan rawan akibat serangan kelompok Houthi Yaman terhadap kapal-kapal internasional.
Meski kelompok Houthi yang didukung Iran pernah mengklaim serangan terhadap kapal di Laut Merah, belum ada pernyataan resmi mengenai insiden Falcon. Sejak gencatan senjata antara Israel dan Hamas pada 10 Oktober, tidak ada serangan baru yang diklaim oleh kelompok tersebut.
Menurut kelompok pemantau United Against Nuclear Iran (UANI) yang berbasis di New York, kapal Falcon sebelumnya termasuk dalam “armada hantu” Iran yang digunakan untuk mengangkut minyak di laut lepas guna menghindari sanksi internasional. Pemilik dan operator kapal yang terdaftar di India belum memberikan keterangan resmi hingga berita ini diturunkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 7KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 8Prediksi Skor Roma vs Cagliari 28 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan Menang
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







