Akurat

Presiden Sementara Suriah Minta Rusia Serahkan Bashar al-Assad

Kumoro Damarjati | 15 Oktober 2025, 18:43 WIB
Presiden Sementara Suriah Minta Rusia Serahkan Bashar al-Assad

 

AKURAT.CO Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, dikabarkan akan meminta Rusia menyerahkan mantan presiden Bashar al-Assad, yang kini berlindung di Moskow. Permintaan tersebut akan disampaikan dalam kunjungan resmi Sharaa ke Rusia pada Rabu (15/10/2025).

Menurut laporan AFP, seorang pejabat pemerintah Suriah yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa Sharaa akan meminta Presiden Rusia Vladimir Putin menyerahkan "semua individu yang melakukan kejahatan perang dan saat ini berada di Rusia, terutama Bashar al-Assad."

“Sharaa akan meminta Presiden Rusia untuk menyerahkan semua individu yang melakukan kejahatan perang dan berlindung di Rusia, khususnya Bashar al-Assad,” ujar pejabat itu.

Assad, yang digulingkan pada Desember lalu setelah berkuasa lebih dari dua dekade, dilaporkan mencari suaka politik di Moskow setelah jatuhnya rezimnya.

Kunjungan Resmi ke Moskow

Kantor berita pemerintah Suriah, SANA, melaporkan bahwa Sharaa tiba di Rusia pada Rabu untuk kunjungan resmi. Agenda utama pertemuan dengan Presiden Putin mencakup pembahasan hubungan bilateral, situasi regional, serta perkembangan internasional yang menjadi kepentingan bersama kedua negara.

Selain isu politik, kedua pemimpin juga akan membahas kerja sama ekonomi, investasi, serta status pangkalan militer Rusia di Suriah.

“Pembahasan juga mencakup program persenjataan ulang bagi militer Suriah yang baru,” tambah pejabat tersebut.

Rusia dan Warisan Dukungan untuk Assad

Rusia selama ini menjadi sekutu utama Bashar al-Assad sejak pecahnya perang saudara Suriah pada 2011. Selain memberikan perlindungan diplomatik di Dewan Keamanan PBB, Moskow juga melancarkan intervensi militer besar-besaran pada 2015, termasuk serangan udara di wilayah yang dikuasai pemberontak untuk menopang kekuasaan Assad.

Namun sejak rezim lama tumbang, pemerintahan baru di bawah Sharaa berupaya menata ulang hubungan dengan Rusia melalui jalur diplomasi yang lebih damai.

Ketidakpastian kini menyelimuti masa depan pangkalan angkatan laut Rusia di Tartus dan pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat, yang sebelumnya menjadi aset strategis Moskow di Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.