Akurat

Siapa Maria Corina Machado, Pemenang Nobel Perdamaian 2025?

Kumoro Damarjati | 10 Oktober 2025, 22:15 WIB
Siapa Maria Corina Machado, Pemenang Nobel Perdamaian 2025?

 

AKURAT.CO Tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, resmi dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian 2025 atas perjuangannya memperjuangkan demokrasi dan hak-hak rakyat di negaranya.

Dalam pengumuman di Oslo, Jumat (10/10), Komite Nobel Norwegia menyatakan penghargaan tersebut diberikan kepada Machado “atas kerja tanpa lelah dalam mempromosikan hak-hak demokratis rakyat Venezuela dan perjuangannya untuk mewujudkan transisi damai dari kediktatoran menuju demokrasi.”

Ketua Komite Nobel, Jorgen Watne Frydnes, menyebut Machado sebagai “sosok pemberani dan teguh yang menjaga nyala demokrasi di tengah kegelapan yang kian pekat.”

Machado menjadi perempuan ke-20 yang menerima Nobel Perdamaian sejak penghargaan ini pertama kali diberikan pada tahun 1901.

Profil Maria Corina Machado

Maria Corina Machado Parisca, 58 tahun, adalah pemimpin partai oposisi Vente Venezuela. Lahir di Caracas, 7 Oktober 1967, ia memiliki latar belakang pendidikan teknik industri dan gelar magister keuangan.

Machado dikenal sebagai pendukung reformasi ekonomi liberal dan transparansi pemerintahan. Ia mendorong privatisasi perusahaan milik negara seperti PDVSA, perusahaan minyak nasional Venezuela, serta berbagai program kesejahteraan bagi rakyat miskin.

Perjalanan Politik dan Perlawanan terhadap Maduro

Machado terjun ke politik pada 2002 dengan mendirikan organisasi sipil Sumate, yang mengampanyekan persatuan rakyat di tengah polarisasi di bawah pemerintahan Hugo Chávez. Tahun itu, ia memimpin referendum untuk mencabut jabatan Chávez, yang membuatnya dituduh melakukan pengkhianatan dan menerima ancaman pembunuhan.

Sejak saat itu, Machado menjadi simbol perlawanan terhadap rezim Nicolás Maduro, yang memimpin Venezuela sejak 2013. Pada 2023, ia memenangkan pemilihan pendahuluan oposisi dan menjadi calon kuat penantang Maduro di pemilu 2024. Namun, Mahkamah Agung Venezuela kemudian melarangnya mencalonkan diri dengan tuduhan korupsi dan dukungan terhadap sanksi AS.

Sebagai gantinya, oposisi menunjuk Edmundo González Urrutia, sementara Machado tetap aktif berkampanye untuknya. Setelah pemilu 2024 yang penuh sengketa, Machado memilih bersembunyi di dalam negeri karena ancaman terhadap keselamatannya.

Dalam Pengasingan dan Tetap Berjuang

Lokasi Machado saat ini tidak diketahui pasti. Ia beberapa kali muncul di depan publik untuk memimpin aksi protes menentang hasil pemilu yang dianggap curang.

Meski hidup dalam ancaman, Machado terus berkomunikasi dengan pendukungnya melalui media sosial. Pada Mei 2025, ia mengklaim kemenangan oposisi dalam pemilu legislatif meski rezim Maduro menyatakan sebaliknya.

Pada tahun sebelumnya, Parlemen Eropa juga menganugerahkan Penghargaan Hak Asasi Manusia Sakharov kepada Machado dan González sebagai pengakuan atas perjuangan mereka menegakkan demokrasi di Venezuela.

Makna Nobel Perdamaian 2025

Komite Nobel menegaskan bahwa penghargaan ini diberikan sebagai “pengakuan atas keberanian dan keteguhan Machado dalam memperjuangkan transisi damai menuju demokrasi.”

“Machado telah menyatukan oposisi, menolak militerisasi, dan teguh dalam mendukung perubahan tanpa kekerasan,” ujar Frydnes.

Direktur Peace Research Institute Oslo (PRIO), Nina Græger, menyebut penghargaan ini sebagai “hadiah untuk demokrasi” di tengah meningkatnya otoritarianisme global.

“Ketika banyak negara menghadapi kemunduran demokrasi, penghargaan ini menegaskan bahwa demokrasi adalah prasyarat bagi perdamaian,” tambahnya.

Kontroversi dan Respons Internasional

Sementara itu, belum ada tanggapan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang sebelumnya juga berharap meraih Nobel Perdamaian karena mengklaim telah mengakhiri beberapa konflik global.

Meski begitu, Komite Nobel menegaskan keputusan mereka sepenuhnya didasarkan pada “pekerjaan nyata dan semangat sesuai wasiat Alfred Nobel.”

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.