Donald Trump Sebut Amerika Hadapi “Perang dari Dalam”, Incar Kota-Kota Demokrat
AKURAT.CO Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menimbulkan kontroversi lewat pidato terbarunya di hadapan ratusan perwira tinggi militer di fasilitas militer Quantico, dekat Washington. Dalam pertemuan yang digelar Senin kemarin, Trump menyebut AS sedang menghadapi “perang dari dalam” dan mengusulkan agar kota-kota Amerika dijadikan “tempat pelatihan” bagi pasukan.
Trump: Kota Berbahaya Jadi Arena Latihan
Dalam pidato berdurasi 72 menit, Trump menegaskan militer harus berperan lebih besar dalam penindakan keras terhadap kota-kota yang dipimpin oleh wali kota dari Partai Demokrat. Ia bahkan mengirim pasukan ke Los Angeles, Washington, Memphis, dan Portland, yang ia sebut sebagai “zona perang”. Chicago, menurut Trump, akan menjadi sasaran berikutnya.
“Kita harus menggunakan beberapa kota berbahaya ini sebagai tempat pelatihan bagi militer kita. Kita akan membereskannya satu per satu, karena ini juga bagian dari perang—perang dari dalam,” ujar Trump di hadapan para jenderal dan laksamana.
Pidato tersebut disampaikan saat pemerintahan Trump tengah menghadapi ancaman penghentian anggaran pemerintah (government shutdown).
Menteri Pertahanan Serukan "Militer yang Kuat"
Sebelum Trump, Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga berpidato di forum yang sama. Mantan presenter Fox News itu menegaskan tekadnya untuk “membersihkan militer” dari apa yang ia sebut sebagai “jenderal-jenderal gemuk” dan standar longgar.
Ia mengumumkan aturan baru yang mewajibkan tes kebugaran dua kali setahun bagi semua perwira tinggi. “Tidak dapat diterima melihat jenderal gemuk di Pentagon,” tegasnya.
Hegseth juga melarang atribut nonstandar seperti jenggot panjang, menekankan pentingnya disiplin, dan berjanji mengakhiri “sampah ideologis” seperti isu perubahan iklim atau promosi jabatan berbasis ras dan gender.
Pemecatan Jenderal dan Kontroversi Militer AS
Sejak menjabat kembali pada Januari, Donald Trump telah melakukan perombakan besar-besaran di tubuh militer AS. Sejumlah perwira tinggi, termasuk Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Charles “CQ” Brown, dicopot tanpa penjelasan. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jumlah jenderal bintang empat hingga 20 persen.
Hegseth membela langkah ini dengan alasan bahwa perubahan budaya di tubuh militer mustahil dilakukan jika masih dipimpin orang-orang yang menciptakan sistem lama.
Misi Militer di Luar Negeri
Selain pengerahan pasukan ke kota-kota dalam negeri, Trump juga memperluas operasi militer ke luar negeri. Ia memerintahkan serangan terhadap kapal-kapal di Karibia yang diduga membawa narkoba, serta melancarkan serangan terhadap situs nuklir Iran dan kelompok pemberontak Yaman.
Dalam pidatonya, Trump kembali menekankan bahwa Amerika memiliki militer terkuat di dunia dan sedang “membangkitkan kembali semangat juang bangsa”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









