Rusia Lancarkan Serangan Udara Besar-besaran ke Ukraina, Tewaskan 4 Orang

AKURAT.CO Rusia melancarkan serangan udara terbesar dalam beberapa bulan terakhir pada Minggu (28/9) dini hari, menembakkan hampir 500 drone dan lebih dari 40 rudal ke berbagai wilayah Ukraina. Sedikitnya empat orang tewas, termasuk seorang gadis berusia 12 tahun di Kyiv, dan puluhan lainnya luka-luka. Serangan ini juga merusak sejumlah infrastruktur sipil, mulai dari pabrik roti hingga gedung apartemen.
Serangan Brutal di Tengah Ketegangan NATO
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras serangan tersebut, menyebutnya sebagai aksi “keji dan biadab” yang menunjukkan keinginan Moskow untuk terus berperang.
“Hampir 500 pesawat nirawak serang dan lebih dari 40 rudal, termasuk rudal hipersonik Kinzhal, menghantam kota-kota biasa,” tulis Zelenskyy di media sosial.
Ia menegaskan Rusia sengaja melancarkan teror terhadap warga sipil demi mempertahankan perang dan keuntungan energi.
Serangan terjadi hanya beberapa jam setelah Kremlin memperingatkan NATO terkait dugaan pelanggaran wilayah udara Rusia, meningkatkan kekhawatiran konflik meluas ke Eropa.
Korban dan Kerusakan di Kyiv
Menurut Wali Kota Kyiv Vitaliy Klitschko, serangan merusak fasilitas medis, taman kanak-kanak, rumah-rumah penduduk, serta pabrik industri. Tymur Tkachenko, kepala Pemerintah Kota Kyiv, menulis di Telegram, “Rusia telah memulai kembali penghitungan kematian anak.”
Dampak Global dan Upaya Diplomasi
Serangan ini mempertegas suramnya prospek perdamaian menjelang musim dingin keempat sejak invasi Rusia pada Februari 2022. Upaya Amerika Serikat menengahi kesepakatan damai belum membuahkan hasil.
Presiden AS Donald Trump, dalam pidatonya di Majelis Umum PBB, menyatakan keyakinan bahwa Ukraina mampu merebut kembali seluruh wilayah yang dikuasai Rusia, meski sebelumnya sempat mendorong kompromi.
Insiden pesawat tak berawak Rusia yang jatuh di Polandia dan pelanggaran udara di Estonia juga memicu kekhawatiran internasional bahwa perang dapat merembet ke negara-negara Eropa lainnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









