Akurat

Setelah 8 Bulan Ditawan Taliban, Pasangan Lansia Inggris Akhirnya Dipulangkan

Kumoro Damarjati | 20 September 2025, 12:53 WIB
Setelah 8 Bulan Ditawan Taliban, Pasangan Lansia Inggris Akhirnya Dipulangkan

AKURAT.CO Setelah delapan bulan penuh ketidakpastian, sepasang suami istri lansia asal Inggris akhirnya dibebaskan oleh Taliban dan dipulangkan ke keluarganya. Kerabat mereka sebelumnya mengatakan pasangan lansia itu mengalami perlakuan buruk selama ditahan.

Kronologi Penahanan dan Pembebasan

Sepasang lansia asal Inggris, Barbie Reynolds (76) dan suaminya Peter Reynolds (80), akhirnya dibebaskan oleh Taliban setelah delapan bulan ditahan di Afghanistan. Pasangan ini tiba dengan selamat di Doha, Qatar, pada hari Jumat setelah melalui proses negosiasi panjang yang melibatkan pemerintah Qatar, Inggris, dan Taliban.

Keduanya telah tinggal di Afghanistan selama 18 tahun, di mana mereka menjalankan sebuah badan amal pendidikan yang membantu masyarakat setempat. Mereka juga diketahui telah menjadi warga negara Afghanistan.

Reaksi Keluarga dan Pemerintah

Kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga, termasuk putri mereka, Sarah Entwistle, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah Qatar dan Inggris.

"Terima kasih telah mengembalikan keluarga kami. Kami akan selamanya berterima kasih atas dukungan di masa sulit ini," ujar Sarah penuh emosi.

Sementara itu, putra mereka, Jonathan Reynolds, menyampaikan kepada Sky News bahwa kesehatan orang tuanya sempat memburuk selama penahanan, meskipun Qatar memastikan mereka mendapat akses ke dokter dan obat-obatan.

Taliban Klaim Pelanggaran Hukum, Tanpa Penjelasan

Taliban menyatakan bahwa penahanan dilakukan karena pasangan tersebut melanggar hukum Afghanistan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dimaksud.

Pihak keluarga menyebut bahwa Barbie dan Peter mengalami perlakuan buruk selama dalam tahanan, dan mendesak otoritas untuk mengungkap alasan penahanan secara terbuka dan transparan.

Peran Qatar dan Inggris dalam Negosiasi

Menteri Negara Qatar, Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi, menyatakan apresiasinya atas kerja sama antara Inggris dan Taliban yang memungkinkan pembebasan ini. Ia menyebutkan bahwa ini adalah contoh nyata dari diplomasi yang berhasil.

Utusan Khusus Inggris untuk Afghanistan, Richard Lindsay, menyebut hari pembebasan ini sebagai “hari yang sangat penting bagi kemanusiaan”.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, atas peran pentingnya dalam menyelesaikan kasus ini.

Pasangan Tetap Ingin Kembali ke Afghanistan

Meskipun telah melalui masa sulit, Barbie Reynolds menyatakan bahwa mereka masih ingin kembali ke Afghanistan jika memungkinkan.

“Tuhan itu baik, seperti yang sering dikatakan orang Afghanistan,” ujar Barbie saat berada di Bandara Kabul sebelum keberangkatan mereka ke Qatar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.