Setelah 8 Bulan Ditawan Taliban, Pasangan Lansia Inggris Akhirnya Dipulangkan

AKURAT.CO Setelah delapan bulan penuh ketidakpastian, sepasang suami istri lansia asal Inggris akhirnya dibebaskan oleh Taliban dan dipulangkan ke keluarganya. Kerabat mereka sebelumnya mengatakan pasangan lansia itu mengalami perlakuan buruk selama ditahan.
Kronologi Penahanan dan Pembebasan
Sepasang lansia asal Inggris, Barbie Reynolds (76) dan suaminya Peter Reynolds (80), akhirnya dibebaskan oleh Taliban setelah delapan bulan ditahan di Afghanistan. Pasangan ini tiba dengan selamat di Doha, Qatar, pada hari Jumat setelah melalui proses negosiasi panjang yang melibatkan pemerintah Qatar, Inggris, dan Taliban.
Keduanya telah tinggal di Afghanistan selama 18 tahun, di mana mereka menjalankan sebuah badan amal pendidikan yang membantu masyarakat setempat. Mereka juga diketahui telah menjadi warga negara Afghanistan.
Reaksi Keluarga dan Pemerintah
Kepulangan mereka disambut haru oleh keluarga, termasuk putri mereka, Sarah Entwistle, yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada pemerintah Qatar dan Inggris.
"Terima kasih telah mengembalikan keluarga kami. Kami akan selamanya berterima kasih atas dukungan di masa sulit ini," ujar Sarah penuh emosi.
Sementara itu, putra mereka, Jonathan Reynolds, menyampaikan kepada Sky News bahwa kesehatan orang tuanya sempat memburuk selama penahanan, meskipun Qatar memastikan mereka mendapat akses ke dokter dan obat-obatan.
Taliban Klaim Pelanggaran Hukum, Tanpa Penjelasan
Taliban menyatakan bahwa penahanan dilakukan karena pasangan tersebut melanggar hukum Afghanistan, namun tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai pelanggaran yang dimaksud.
Pihak keluarga menyebut bahwa Barbie dan Peter mengalami perlakuan buruk selama dalam tahanan, dan mendesak otoritas untuk mengungkap alasan penahanan secara terbuka dan transparan.
Peran Qatar dan Inggris dalam Negosiasi
Menteri Negara Qatar, Mohammed bin Abdulaziz al-Khulaifi, menyatakan apresiasinya atas kerja sama antara Inggris dan Taliban yang memungkinkan pembebasan ini. Ia menyebutkan bahwa ini adalah contoh nyata dari diplomasi yang berhasil.
Utusan Khusus Inggris untuk Afghanistan, Richard Lindsay, menyebut hari pembebasan ini sebagai “hari yang sangat penting bagi kemanusiaan”.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al Thani, atas peran pentingnya dalam menyelesaikan kasus ini.
Pasangan Tetap Ingin Kembali ke Afghanistan
Meskipun telah melalui masa sulit, Barbie Reynolds menyatakan bahwa mereka masih ingin kembali ke Afghanistan jika memungkinkan.
“Tuhan itu baik, seperti yang sering dikatakan orang Afghanistan,” ujar Barbie saat berada di Bandara Kabul sebelum keberangkatan mereka ke Qatar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 2Contoh Teks Pidato Hari Santri 2026 Singkat dan Lucu, Mudah Dihafal!
- 3Prediksi Skor Lille vs Galatasaray: Duel Sengit Demi Poin Perdana Liga Champions
- 4Prediksi Skor Aston Villa vs Viking 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan Menang
- 5Prediksi Skor Sporting CP vs LASK Linz 22 Oktober 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Skor Bali United vs Garudayaksa 21 Oktober 2026: Serdadu Tridatu Diunggulkan?
- 7Siapa Aktivis Greenpeace yang Viral di Bundaran HI? Ini Profil dan Pesan Aksinya
- 820 Link Twibbon Hari Santri Nasional 2026 Gratis untuk Dibagikan ke Media Sosial
- 9Enam Perusahaan Kena Sanksi Karhutla, Total Sudah 32
- 10Prabowo Usut Tuntas Karhutla: Kali Ini Tidak Bisa Ditindak Biasa-biasa Saja







