Akurat

Aung San Suu Kyi Sakit Jantung Serius, Putra Minta Pembebasan dari Tahanan Militer Myanmar

Kumoro Damarjati | 6 September 2025, 10:55 WIB
Aung San Suu Kyi Sakit Jantung Serius, Putra Minta Pembebasan dari Tahanan Militer Myanmar

AKURAT.CO Mantan pemimpin Myanmar yang kini ditahan, Aung San Suu Kyi, dilaporkan mengalami masalah jantung yang semakin parah dan membutuhkan perawatan medis segera. Hal itu diungkapkan putranya, Kim Aris, pada Jumat (5/9). Pada kesempatan itu ia juga menyerukan agar ibunya segera dibebaskan dari tahanan militer yang disebutnya “kejam dan mengancam jiwa.”

Permintaan Bertemu Dokter Jantung

Dalam wawancara dengan Reuters, Aris mengatakan Suu Kyi yang kini berusia 80 tahun telah meminta untuk bertemu ahli jantung sekitar sebulan lalu. Namun hingga kini belum jelas apakah permintaan itu dikabulkan oleh otoritas militer Myanmar.

“Tanpa pemeriksaan medis yang tepat, mustahil mengetahui kondisi jantungnya,” ujar Aris dari London. “Saya sangat khawatir. Bahkan tidak ada cara untuk memastikan apakah ia masih hidup.”

Selain masalah jantung, peraih Nobel Perdamaian itu juga disebut mengalami gangguan pada tulang dan gusi. Aris menduga ibunya mengalami cedera akibat gempa bumi pada Maret lalu yang menewaskan lebih dari 3.700 orang. Melalui sebuah video di Facebook, ia kembali mendesak agar Suu Kyi dan seluruh tahanan politik di Myanmar segera dibebaskan.

Kondisi Politik Myanmar yang Terus Memanas

Sejak kudeta militer pada Februari 2021, Myanmar dilanda kekerasan yang tak kunjung reda. Demonstrasi besar-besaran dibubarkan dengan kekerasan brutal, memicu perlawanan bersenjata yang semakin meluas. Suu Kyi, simbol perlawanan demokrasi Myanmar, dijatuhi hukuman 27 tahun penjara atas berbagai tuduhan seperti korupsi, penghasutan, hingga kecurangan pemilu—semuanya ia bantah.

Penampilan publik terakhirnya tercatat pada Mei 2021, ketika ia duduk di kursi terdakwa dengan masker bedah dalam sidang yang disiarkan televisi pemerintah.

Puluhan Tahun Berhadapan dengan Junta Militer

Militer Myanmar berdalih kudeta dilakukan karena kecurangan pemilu, meski pemantau independen tidak menemukan bukti yang mendukung klaim tersebut. Sejak saat itu, pemerintah asing dan kelompok hak asasi manusia terus mendesak agar Suu Kyi dibebaskan.

Junta berencana menggelar pemilu baru pada akhir Desember mendatang. Namun, hanya partai yang disetujui militer yang diperbolehkan ikut serta. Partai Suu Kyi, Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), bersama kelompok anti-junta lainnya, dilarang mencalonkan diri. Pemerintah Barat pun menilai pemilu ini tidak lebih dari upaya junta memperkuat kekuasaan.

Sosok Suu Kyi di Mata Dunia

Lahir pada 1945, Suu Kyi adalah putri dari Jenderal Aung San, pahlawan kemerdekaan Myanmar yang dibunuh saat dirinya masih bayi. Ia menempuh pendidikan di Universitas Oxford dan menikah dengan cendekiawan Inggris, Michael Aris, pada 1972, dikaruniai dua putra, termasuk Kim Aris.

Suu Kyi kembali ke Myanmar pada 1988 untuk merawat ibunya yang sakit. Namun kehadirannya bertepatan dengan gelombang protes menentang pemerintahan militer. Dari situlah ia mendirikan Liga Nasional untuk Demokrasi dan menjelma sebagai ikon gerakan pro-demokrasi Myanmar.

Hampir dua dekade hidupnya dihabiskan dalam tahanan, termasuk 15 tahun tahanan rumah di Yangon. Kini, di usia senja, kondisi kesehatannya yang memburuk kembali menjadi sorotan dunia, sekaligus menambah tekanan internasional terhadap junta militer Myanmar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.