Akurat

Maestro Mode Italia, Giorgio Armani Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun

Kumoro Damarjati | 4 September 2025, 22:26 WIB
Maestro Mode Italia, Giorgio Armani Meninggal Dunia di Usia 91 Tahun

AKURAT.CO Dunia mode berduka. Giorgio Armani, desainer legendaris asal Italia yang mengubah wajah fesyen global dan menjadikan label “Made in Italy” sebagai simbol kualitas, meninggal dunia pada usia 91 tahun.

Armani berpulang pada Kamis (5/9) di rumahnya di Milan. Perusahaannya mengumumkan kabar duka ini, menyusul ketidakhadiran Armani di peragaan busana Juni lalu karena masalah kesehatan yang tidak diungkapkan.

Dari Calon Dokter Jadi Raja Mode

Sebelum dikenal sebagai maestro mode, Armani sempat menempuh studi kedokteran. Namun, jalan hidupnya berubah ketika ia terjun ke dunia fesyen. Pada 1975, bersama rekannya Sergio Galeotti, ia meluncurkan label Giorgio Armani. Modal awal yang relatif kecil, sekitar €9.000, menjadi titik awal lahirnya kerajaan mode raksasa.

Armani dikenal dengan desain setelan jas longgar yang merevolusi gaya pria era 1980-an, serta koleksi busana wanita yang elegan. Popularitasnya semakin meroket setelah aktor Richard Gere mengenakan jas Armani dalam film American Gigolo (1980). Sejak itu, Armani menjadi langganan selebritas Hollywood di karpet merah, dari Julia Roberts hingga Beyoncé.

Pengaruh Besar di Dunia Mode

Armani berhasil menjaga perusahaannya tetap independen meski industri mode dilanda arus merger dan akuisisi. Melalui lini Armani Exchange, Emporio Armani, hingga parfum ikonik Acqua di Gio, merek ini menjangkau berbagai segmen pasar.

Menurut laporan keuangan, pendapatan Armani Group mencapai €2,5 miliar pada 2023. Kekayaan pribadi Armani juga tercatat sekitar €7,7 miliar, menjadikannya salah satu orang terkaya di Italia.

Selain pakaian, Armani merambah bisnis hotel mewah di Dubai dan Milan, serta furnitur rumah tangga. Ia juga merancang seragam untuk tim nasional Italia, termasuk saat menjuarai Euro 2021.

Warisan dan Penghargaan

Sepanjang kariernya, Armani meraih berbagai penghargaan prestisius, termasuk Legion of Honour dari Presiden Prancis Nicolas Sarkozy (2008) dan penghargaan seumur hidup dari British Fashion Council (2019). Namanya bahkan diabadikan dalam pameran besar di Museum Guggenheim, New York, pada tahun 2000.

Armani juga mendirikan yayasan untuk memastikan kelanjutan bisnisnya setelah ia tiada. Meski tidak memiliki anak, sejumlah kerabat dan orang kepercayaannya disiapkan untuk meneruskan estafet kepemimpinan Armani Group.

Dari Masa Kecil Sederhana ke Puncak Dunia Mode

Lahir di Piacenza pada 11 Juli 1934 dari keluarga sederhana, Armani banyak terinspirasi oleh ibunya yang selalu menekankan pentingnya penampilan rapi. Dari situlah minatnya pada dunia fesyen tumbuh, hingga akhirnya ia meninggalkan jalur kedokteran dan menapaki jalan panjang menuju ikon global.

Kenangan Terakhir

Meski dikenal sebagai pribadi pekerja keras dan perfeksionis, Armani mengaku sering merasa kesepian. “Apa yang saya lakukan sekarang adalah apa yang ingin saya lakukan 20 tahun lalu. Itu membuat saya damai dengan pilihan hidup saya,” ujarnya dalam sebuah wawancara.

Giorgio Armani akan selalu dikenang sebagai desainer visioner yang mengubah cara dunia memandang fesyen—lebih dari sekadar pakaian, tetapi sebagai simbol gaya hidup dan kepercayaan diri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.