Akurat

Lukisan Barok yang Dicuri Nazi Muncul di Argentina, Kini Kembali Raib

Kumoro Damarjati | 28 Agustus 2025, 09:39 WIB
Lukisan Barok yang Dicuri Nazi Muncul di Argentina, Kini Kembali Raib

AKURAT.CO Sebuah lukisan bersejarah yang pernah dijarah Nazi kembali menjadi sorotan. Potret Seorang Wanita karya pelukis Italia era Barok, Giuseppe Ghislandi, sempat terlihat dalam iklan penjualan rumah di dekat Buenos Aires, Argentina. Namun, saat polisi melakukan penggerebekan, karya seni bernilai tinggi itu sudah tidak ada lagi.

Hilang dari Dinding Rumah Peninggalan Petinggi Nazi

Lukisan tersebut awalnya terlihat tergantung di atas sofa dalam iklan properti yang dijual oleh putri seorang petinggi Nazi yang melarikan diri ke Argentina setelah Perang Dunia Kedua.

Jaksa federal Carlos Martínez mengatakan, penggerebekan polisi di rumah itu tidak menemukan lukisan, tetapi dua pucuk senjata berhasil disita. Ia menambahkan bahwa kasus ini sedang diperlakukan sebagai dugaan penyelundupan.

Media Argentina Clarin melaporkan bahwa saat polisi masuk, tata letak ruangan sudah berubah. Lukisan yang sebelumnya terpampang kini digantikan oleh karpet besar bergambar kuda serta beberapa pemandangan alam.

Jejak Lukisan yang Lama Hilang

Potret Seorang Wanita sejatinya merupakan bagian dari koleksi Jacques Goudstikker, seorang pedagang seni terkenal asal Amsterdam. Koleksi berharganya dijual paksa oleh Nazi setelah ia meninggal dunia pada 1940.

Beberapa karya Goudstikker memang sempat ditemukan kembali di Jerman dan kini menjadi bagian koleksi nasional Belanda. Salah satunya dipamerkan di Rijksmuseum Amsterdam, yang dikenal sebagai salah satu museum seni terbesar di dunia. Namun, lukisan karya Ghislandi ini telah menghilang selama lebih dari 80 tahun sebelum jejaknya tercium di Argentina.

Menurut investigasi media Belanda Algemeen Dagblad (AD), lukisan itu pernah dimiliki oleh Friedrich Kadgien, seorang perwira SS sekaligus ajudan keuangan Hermann Göring. Kadgien kabur ke Argentina pada 1945 dan hidup sebagai pengusaha sukses hingga wafat pada 1979.

Karya Seni yang Diperebutkan

Tak hanya Potret Seorang Wanita, sebuah lukisan still-life bunga karya Abraham Mignon, pelukis Belanda abad ke-17, juga terlihat di salah satu unggahan media sosial putri Kadgien. Namun, ketika dimintai keterangan oleh media Belanda, ia mengaku tidak tahu menahu tentang lukisan tersebut.

Ahli waris Goudstikker menegaskan akan terus memperjuangkan pengembalian karya seni yang dijarah Nazi. Marei von Saher, menantu Goudstikker yang kini menjadi satu-satunya ahli waris, menyatakan bahwa keluarganya berkomitmen untuk mengembalikan seluruh karya seni yang dirampas agar warisan Jacques bisa dipulihkan. Pada 2006, ia sudah berhasil mendapatkan kembali lebih dari 200 karya dari koleksi bersejarah tersebut.

Wisata Sejarah dan Seni: Dari Amsterdam ke Dunia

Kisah lukisan yang raib ini tidak hanya soal hukum, tapi juga membuka mata dunia tentang pentingnya melindungi warisan budaya. Di Amsterdam, pengunjung bisa melihat langsung karya-karya Jacques Goudstikker yang berhasil dipulihkan, termasuk lukisan-lukisan Barok dan Renaisans yang memiliki nilai seni tinggi.

Museum seperti Rijksmuseum dan Stedelijk Museum Amsterdam sering mengadakan pameran khusus yang menyingkap sejarah kelam jarahan Nazi terhadap karya seni. Wisatawan bisa belajar bagaimana perang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga merampas identitas budaya bangsa Eropa.

Selain itu, di Eropa sendiri sudah banyak rute wisata bertema “Nazi Looted Art”, yang membawa pengunjung menelusuri museum, arsip, hingga bekas kediaman tokoh penting Nazi. Ini menjadi cara baru memahami sejarah Perang Dunia II lewat jejak karya seni.

Kasus hilangnya kembali lukisan Potret Seorang Wanita karya Giuseppe Ghislandi membuka lembaran baru dalam perburuan harta seni hasil jarahan Nazi. Meski sempat terlihat di Argentina, karya berharga itu kini kembali misterius.

Bagi ahli waris Goudstikker, perjuangan ini bukan sekadar soal nilai materi, melainkan tentang mengembalikan warisan budaya yang hilang. Dan bagi dunia seni, kasus ini menjadi pengingat betapa pentingnya menjaga koleksi sejarah—karena setiap lukisan bukan hanya karya indah, tetapi juga potongan memori peradaban.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.