Argentina Resmi Dukung Rafael Grossi sebagai Calon Sekjen PBB

AKURAT.CO Pemerintah Argentina resmi menyatakan dukungan terhadap pencalonan diplomat Rafael Grossi sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Pengumuman disampaikan Menteri Luar Negeri Pablo Quirno pada Rabu melalui unggahan di media sosial.
Quirno menyebut pencalonan Grossi sebagai “sebuah kehormatan,” serta menilai rekam jejak Grossi sebagai alasan kuat Argentina mengajukan dukungan tersebut.
“Rafael Grossi diakui secara internasional berkat kinerjanya yang luar biasa sebagai Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) selama enam tahun terakhir,” tulis Quirno di platform X.
Ia menambahkan bahwa Grossi menunjukkan kemampuan kepemimpinan dalam menghadapi situasi yang memengaruhi perdamaian dan keamanan global.
Grossi, yang memimpin IAEA sejak 2016, dikenal sebagai sosok dengan keahlian teknis dan kemampuan manajemen krisis, termasuk dalam penanganan isu nuklir di Ukraina dan Iran. Ia juga dinilai sebagai salah satu figur Amerika Latin paling berpengaruh dalam sistem PBB saat ini.
Beberapa negara Eropa telah menyatakan dukungan terhadap kandidat asal Argentina tersebut. Mereka menilai rekam jejak Grossi sebagai faktor yang menjadikannya kandidat kuat dan kredibel, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Pencalonan Sekjen PBB periode berikutnya resmi dibuka pekan ini setelah Majelis Umum dan Dewan Keamanan mengundang negara anggota untuk mengajukan nama. Setelah itu, proses akan berlanjut melalui serangkaian sidang dengar pendapat, konsultasi regional, hingga negosiasi di Dewan Keamanan. Lima anggota tetap Dewan Keamanan memiliki hak veto dalam penentuan akhir.
Isu keberagaman wilayah dan gender menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pemilihan. Hingga kini, belum pernah ada perempuan yang menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PBB. Tradisi diplomatik juga menyebutkan bahwa kali ini merupakan giliran kawasan Amerika Latin.
Selain Grossi, sejumlah kandidat dari kawasan yang sama juga muncul, termasuk Virginia Gamba dari Argentina. Gamba sebelumnya menjabat sebagai Utusan Khusus PBB untuk kekerasan terhadap anak dalam konflik bersenjata.
Gamba diketahui mengajukan pencalonan independen dan mendapat dukungan dari beberapa negara. Ia menyoroti lebih dari lima dekade pengalamannya dalam penanganan konflik, termasuk pelucutan senjata sipil pada masa Nelson Mandela di Afrika Selatan dan penyelidikan senjata kimia di Suriah. Ia juga merupakan penerima Nobel Perdamaian 1995 atas kontribusinya pada upaya pelucutan senjata nuklir.
Beberapa kandidat lain dari Amerika Latin yang disebut dalam bursa mencakup mantan Presiden Chile Michelle Bachelet, diplomat Meksiko Alicia Bárcena, serta dua tokoh asal Kosta Rika, Rebeca Grynspan dan Christiana Figueres.
Pemilihan Sekretaris Jenderal berikutnya akan menggantikan Antonio Guterres dari Portugal, yang masa jabatannya berakhir pada 2027.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








