Rusia Dituduh Ganggu GPS Pesawat Presiden Komisi Eropa, Begini Respons Kremlin

AKURAT.CO Kremlin membantah tuduhan bahwa Rusia berada di balik insiden gangguan sistem navigasi GPS pada pesawat yang membawa Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, saat mendarat di Bulgaria.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Senin (29/8) menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. “Informasi Anda tidak benar,” kata Peskov kepada Financial Times. Pernyataan ini muncul setelah laporan menyebutkan para pilot terpaksa menggunakan peta kertas untuk memastikan pendaratan aman di Bandara Plovdiv.
Sebelumnya, juru bicara Komisi Eropa, Arianna Podesta, menyatakan bahwa pihak berwenang Bulgaria menggambarkan insiden itu sebagai bentuk “campur tangan berat oleh Rusia.” Namun, ia mengakui tidak ada bukti yang diberikan secara resmi.
Menurut laporan Financial Times, pesawat von der Leyen kehilangan sinyal GPS saat hendak mendarat, sehingga memicu dugaan adanya gangguan eksternal. Podesta menambahkan, peristiwa itu menyoroti “ancaman sehari-hari dari Rusia dan proksinya” terhadap keamanan kawasan.
Hal senada juga disampaikan juru bicara von der Leyen kepada kantor berita Anadolu. Ia menyebut otoritas Bulgaria mencurigai adanya “campur tangan terang-terangan” dari Rusia.
Von der Leyen sendiri sedang melakukan kunjungan ke Bulgaria ketika insiden itu terjadi. Menurut Komisi Eropa, kejadian tersebut semakin menegaskan pentingnya memperkuat pertahanan Eropa dan melanjutkan dukungan untuk Ukraina di tengah perang yang masih berlangsung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









