PBB: Krisis Rohingya di Myanmar Memburuk, Dunia Tak Boleh Tutup Mata!

AKURAT.CO Kantor Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingatkan bahwa kondisi etnis Rohingya di Myanmar semakin memburuk. PBB mendesak adanya tindakan segera untuk mengakhiri impunitas pelaku kekerasan dan memperkuat dukungan internasional bagi komunitas yang telah lama mengalami diskriminasi tersebut.
Juru bicara Kantor HAM PBB, Jeremy Laurence, menegaskan bahwa hampir satu tahun berlalu tanpa adanya keadilan atas kekerasan yang kembali mencuat sejak 25 Agustus 2017.
“Kapan penderitaan panjang akibat kejahatan ini akan berakhir? Rohingya telah lama menjadi korban penindasan tanpa kepastian masa depan,” ujar Laurence kepada wartawan di Jenewa.
Ia menambahkan bahwa mengakhiri impunitas serta menjamin hak keamanan, kewarganegaraan, dan kesetaraan Rohingya adalah langkah penting untuk memutus siklus kekerasan di Myanmar.
Situasi di Rakhine Memburuk
Menurut PBB, kondisi di Negara Bagian Rakhine semakin parah sejak November 2023. Laporan menunjukkan bahwa baik militer Myanmar maupun kelompok bersenjata Tentara Arakan diduga terus melakukan kejahatan serius terhadap warga Rohingya.
Tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran berat hukum internasional, bahkan melanggar putusan sementara yang dikeluarkan Mahkamah Internasional (ICJ).
Krisis Kemanusiaan dan Pemotongan Bantuan
Tak hanya menghadapi kekerasan, etnis Rohingya di Myanmar maupun pengungsi di Bangladesh kini berada dalam kondisi yang semakin mengerikan. Pemotongan bantuan pangan membuat mereka semakin rentan.
Laurence menegaskan bahwa banyak keluarga Rohingya kesulitan memenuhi kebutuhan dasar akibat minimnya dana kemanusiaan yang tersedia.
Seruan PBB untuk Dunia Internasional
Kepala Hak Asasi Manusia PBB, Volker Turk, menyerukan agar komunitas internasional segera meningkatkan dukungan bagi Rohingya.
Ia meminta negara-negara donor untuk menambah dana kemanusiaan demi menjamin akses pangan, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar lain dan mendukung proses akuntabilitas internasional, agar pelaku kekerasan terhadap Rohingya bisa diadili.
“Dunia tidak boleh menutup mata. Dukungan internasional sangat penting agar Rohingya mendapatkan hak dan perlindungan yang seharusnya mereka miliki,” pungkas Laurence.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









