Putin Ingin Bertemu 4 Mata dengan Zelensky, Trump Ngotot Ikut Hadir Berunding

AKURAT.CO Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di tengah upaya mencari jalan perdamaian. Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa dirinya perlu dilibatkan dalam perundingan tersebut.
Beberapa hari setelah bertemu Putin dalam KTT di Alaska, Trump menggelar pertemuan di Gedung Putih pada Senin bersama Zelensky dan sejumlah pemimpin Eropa. Setelah pertemuan itu, Trump menghubungi Putin untuk mulai membuat “pengaturan pertemuan” antara dirinya, Putin, dan Zelensky. Hal tersebut disampaikan Trump melalui unggahannya di Truth Social.
Menurut seorang pejabat senior pemerintahan yang dikutip Politico, Putin sebenarnya menginginkan pertemuan bilateral dengan Zelensky. Namun, Trump menyarankan agar dirinya ikut serta. Ketika Trump menawarkan diri hadir dalam pertemuan tersebut, Putin dilaporkan berkata: “Anda tidak harus datang. Saya ingin bertemu langsung dengannya.”
Meski begitu, pejabat tersebut menegaskan bahwa tim Trump sudah mulai menindaklanjuti rencana itu. “Tim Trump mulai mengerjakannya. Steve Witkoff ditugaskan untuk menyelesaikannya,” ujar pejabat itu kepada Politico.
Trump Dorong Pertemuan Trilateral
Usai KTT Alaska, Trump tampil dalam acara Hannity di Fox News. Ia menyebut bahwa Zelensky dan Putin sama-sama “menginginkan” kehadirannya dalam pertemuan mendatang. Selama beberapa hari terakhir, Trump juga terus mendorong gagasan adanya pertemuan trilateral.
Sean Hannity, pembawa acara Fox News, bahkan menambahkan: “Saya tidak yakin apakah saya bisa mempercayai mereka berdua di ruangan yang sama. Saya pikir akan lebih baik jika Anda ada di sana.”
Trump pun menjawab: “Mereka berdua ingin saya di sana, dan saya akan berada di sana. Anda harus melihatnya.”
Reaksi Eropa dan Rusia
Kanselir Jerman Friedrich Merz, yang hadir dalam pertemuan di Gedung Putih, menyebut bahwa Putin telah menyetujui untuk bertemu Zelensky setelah pembicaraan telepon dengan Trump. Pertemuan itu diperkirakan berlangsung dalam dua minggu ke depan, meski tanggal pastinya belum ditentukan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan kepada televisi pemerintah Rossiya-24 bahwa Moskow terbuka terhadap pertemuan trilateral maupun bilateral. “Poin kuncinya adalah format ini tidak diupayakan demi liputan media atau siaran malam. Setiap kontak yang melibatkan para pemimpin nasional harus dipersiapkan dengan sangat matang,” kata Lavrov, dikutip BBC.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan kesiapan negaranya untuk menggelar pertemuan dengan Rusia. “Kami siap untuk pertemuan trilateral,” ujarnya setelah KTT Gedung Putih.
Jika pertemuan tersebut terlaksana, ini akan menjadi tatap muka pertama antara pemimpin Rusia dan Ukraina sejak 2019 di Paris, tiga tahun sebelum invasi besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Februari 2022.
Jaminan Keamanan untuk Ukraina
Trump menggambarkan pertemuan Senin itu sebagai “pertemuan yang sangat baik.” Menurutnya, para pemimpin dunia membahas jaminan keamanan untuk Ukraina yang akan “disediakan oleh berbagai negara Eropa, dengan koordinasi bersama Amerika Serikat.”
Ia juga menyebutkan, “Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Utusan Khusus Steve Witkoff sedang berkoordinasi dengan Rusia dan Ukraina.”
Zelensky pun menilai langkah ini sangat penting. Dalam unggahannya di media sosial pada Selasa, ia menulis: “Kami sudah menggodok isi konkret dari jaminan keamanan tersebut.” Ia juga menyebut pertemuan Senin sebagai “langkah yang benar-benar signifikan” untuk mengakhiri perang Rusia–Ukraina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









