Akurat

Perang Iran-Israel Terbaru: Iran Luncurkan Rudal yang Dapat Bermanuver dan Bikin Israel Kelimpungan

Fajar Rizky Ramadhan | 22 Juni 2025, 17:58 WIB
Perang Iran-Israel Terbaru: Iran Luncurkan Rudal yang Dapat Bermanuver dan Bikin Israel Kelimpungan

AKURAT.CO Pada Minggu dini hari, 22 Juni 2025, Iran meluncurkan rudal balistik generasi terbaru dalam gelombang ke-20 Operasi True Promise III.

Rudal tersebut adalah Kheibar Shekan, jenis baru yang untuk pertama kalinya dipersenjatai dengan hulu ledak ganda dan kemampuan manuver tinggi.

Serangan ini menjadi bagian dari respons Iran atas klaim Amerika Serikat yang menyebut telah menyerang tiga situs nuklir di Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—beberapa jam sebelumnya.

Dalam pernyataan resminya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyebut bahwa rudal balistik Kheibar Shekan generasi ketiga telah digunakan dalam operasi pembalasan ini dan mencapai sasaran strategis di wilayah pendudukan Palestina.

Total 40 rudal, baik berbahan bakar padat maupun cair, dikabarkan diluncurkan ke berbagai target yang dinilai vital oleh Iran, termasuk Bandara Ben Gurion di Tel Aviv, pusat penelitian biologi, serta markas komando alternatif militer Israel.

“Dalam operasi ini, untuk pertama kalinya, Pasukan Dirgantara IRGC mengerahkan rudal balistik multihulu ledak Kheibar Shekan generasi ketiga, menggunakan taktik baru dan mengejutkan untuk mencapai presisi, daya rusak, dan efektivitas yang lebih tinggi,” tulis pernyataan IRGC.

Baca Juga: Perang Iran-Israel-Amerika: Trump Klaim Serang Tiga Lokasi Nuklir, Iran Gagalkan Kekuatan Amerika

Rudal-rudal yang digunakan disebut memiliki kemampuan untuk mempertahankan kendali hingga fase akhir penerbangan, memungkinkan hulu ledak untuk menyesuaikan lintasan menjelang menghantam sasaran.

Ini merupakan teknologi yang disebut-sebut mendekati kelas MIRV (Multiple Independently targetable Reentry Vehicle), yang secara signifikan meningkatkan risiko dan kerusakan terhadap target.

Uniknya, dalam laporan visual dari serangan tersebut, sirene peringatan di Tel Aviv dilaporkan baru berbunyi setelah rudal menghantam sasaran, bukan sebelumnya. Hal ini memunculkan dugaan bahwa sistem pertahanan udara Israel kewalahan menghadapi jenis rudal yang digunakan Iran.

Sampai saat ini, IRGC menyatakan bahwa 20 fase dari Operasi True Promise III telah dijalankan, dan semuanya diarahkan pada fasilitas militer dan intelijen Israel.

Operasi ini diklaim sebagai bagian dari pembalasan terhadap serangkaian agresi Israel yang sejak 13 Juni lalu telah menewaskan lebih dari 400 warga Iran, termasuk komandan militer, ilmuwan, profesor, atlet, dan pelajar.

Pernyataan IRGC juga menegaskan bahwa ini belum menunjukkan kekuatan penuh Iran.

“Kami menyatakan bahwa kemampuan inti Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran belum diaktifkan dalam pertahanan suci ini,” tegas pernyataan tersebut.

Reaksi dari masyarakat internasional dan publik dunia maya juga bermunculan. Banyak yang mempertanyakan kenapa Iran masih belum menyasar fasilitas nuklir Israel seperti Dimona, sementara yang lain memuji kesabaran strategis Iran dalam membangun kekuatan militernya secara bertahap.

Baca Juga: Perang Iran-Israel: Indonesia Pulangkan 91 WNI dari Iran, 4 WNI dari Israel

Seorang warganet mencuit, “Iran adalah kekuatan regional dan global yang sesungguhnya. Penerapan MIRV terbarunya menandai fase baru dalam kecanggihan dan peningkatan daya rusak rudal Iran.”

Ada pula yang menyatakan simpati, “Doa kami menyertai Iran dalam upaya kemanusiaan mereka untuk membersihkan dunia dari kutukan yang ditimpakan oleh kaum Zionis Yahudi dan para pendukung politik mereka.”

Serangan ini jelas menunjukkan bahwa Iran telah memasuki fase baru dalam kemampuan militernya, dan sekaligus memperkuat pesan bahwa konflik ini tidak akan berakhir dengan cepat.

Dunia kini menunggu bagaimana Israel dan sekutunya akan merespons manuver strategis Iran yang terus berkembang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.