Akurat

WHO: Seperempat Korban Terluka di Gaza Alami Kecacatan Serius

Petrus C. Vianney | 15 September 2024, 22:48 WIB
WHO: Seperempat Korban Terluka di Gaza Alami Kecacatan Serius

AKURAT.CO Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan bahwa seperempat dari korban terluka di Gaza mengalami cedera serius yang menyebabkan kecacatan.

Sejak konflik Israel di Gaza meletus, setidaknya 22.500 orang terluka dan banyak dari mereka akan memerlukan layanan rehabilitasi untuk waktu yang lama, kata WHO dalam pernyataannya. Krisis ini diperparah dengan rusaknya sistem kesehatan di wilayah tersebut.

"Lonjakan besar dalam kebutuhan rehabilitasi terjadi secara paralel dengan penghancuran sistem kesehatan yang sedang berlangsung," kata Rik Peeperkorn selaku perwakilan WHO untuk wilayah Palestina, dikutip dari Trtworld.com, Minggu (15/9/2024).

Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa lebih dari 41.000 orang tewas akibat perang. Selain itu, WHO mengungkapkan bahwa ribuan wanita dan anak-anak menjadi korban cedera parah, dengan banyak yang mengalami lebih dari satu jenis luka.

Diperkirakan terdapat 13.455 hingga 17.550 cedera parah pada anggota tubuh, yang menjadi penyebab utama kebutuhan rehabilitasi.

Sekitar 3.000 hingga 4.000 amputasi telah dilakukan dan cedera lain seperti cedera sumsum tulang belakang, trauma otak dan luka bakar besar juga terjadi.

Saat ini, hanya 17 dari 36 rumah sakit di Gaza yang berfungsi sebagian, dengan layanan kesehatan primer yang sering kali tidak tersedia.

"Tragisnya, sebagian besar tenaga kerja rehabilitasi di Gaza sekarang terlantar," kata pernyataan itu.

Pusat rehabilitasi satu-satunya di Gaza telah berhenti beroperasi sejak Desember lalu karena kekurangan pasokan dan tenaga kesehatan.

WHO menekankan bahwa dukungan segera sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan rehabilitasi yang terus meningkat di Gaza.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.