FBI Identifikasi Pelaku Penembakan Donald Trump di Pennsylvania, Berikut Ciri-cirinya

AKURAT.CO FBI telah mengidentifikasi pelaku penembakan dalam kampanye calon presiden AS dari Partai Republik, Donald Trump, pada Sabtu (13/7/2024).
Menurut laporan dari CNN yang dikutip Akurat.co dari Reuters, pelaku adalah seorang pemuda berusia 20 tahun dari Pennsylvania.
“Biro Investigasi Federal telah mengidentifikasi seorang pria Pennsylvania berusia 20 tahun sebagai tersangka penembak pada rapat umum Trump pada hari Sabtu,” lapor CNN melalui X, mengutip sumber internal.
Baca Juga: Secret Service Buka Suara Usai Penembakan Donald Trump Saat Kampanye Pemilu AS
Namun, FBI belum merilis nama tersangka tersebut, dan Reuters belum dapat segera mengkonfirmasi laporan ini. CNN juga mengabarkan bahwa si pelaku tidak memiliki kartu identitas sehingga FBI melalukan identifikasi melalui DNA dan biometrik.
FBI mengeluarkan pernyataan bahwa mereka memimpin penyelidikan atas insiden penembakan yang terjadi di Butler, Pennsylvania.
"FBI telah mengambil peran sebagai lembaga penegak hukum federal utama dalam penyelidikan insiden yang melibatkan mantan Presiden Donald Trump yang terjadi hari ini di Butler, Pennsylvania," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari Al Jazeera.
Sebelumnya, FBI telah mengkonfirmasi bahwa personelnya berada di lokasi kejadian dan akan terus bekerja sama dengan Dinas Rahasia seiring dengan berjalannya penyelidikan.
Insiden penembakan terjadi beberapa menit setelah Trump memulai pidatonya di rapat umum tersebut.
Baca Juga: Kronologi Penembakan Donald Trump Saat Kampanye di Pemilu AS
Suara letusan keras terdengar, dan Trump segera dikerumuni oleh pengawal elit dari Secret Service AS. Trump terlihat terluka dengan darah yang mengucur di dekat telinga dan di sisi wajahnya.
Tempat acara kampanye ditinggalkan dalam keadaan kacau dengan kursi-kursi yang terjatuh dan pita polisi kuning mengelilingi panggung.
Helikopter berpatroli di atas area, sementara petugas penegak hukum bersenjata terlihat di atap dekat panggung. Presiden AS Joe Biden telah menerima pengarahan awal mengenai insiden tersebut, kata Gedung Putih.
Meskipun terluka, tim kampanye Trump melaporkan bahwa mantan presiden tersebut sedang diperiksa di fasilitas medis setempat dan kondisinya baik-baik saja.
Trump sempat mengacungkan tinjunya ke arah kerumunan sebelum diantar ke kendaraan oleh Secret Service.
Insiden ini menambah ketegangan dalam persaingan pemilu yang sudah memanas antara Trump dan Biden.
Hasil polling terbaru menunjukkan posisi keduanya imbang. Biden menghadapi tantangan dari dalam partainya sendiri setelah debat yang buruk melawan Trump dua minggu lalu.
Donald Trump, yang pernah menjabat sebagai presiden dari 2017 hingga 2021, telah berhasil mengonsolidasikan dukungan dari Partai Republik meskipun ada insiden mengejutkan ini.
FBI terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap lebih banyak detail mengenai pelaku dan motif di balik serangan ini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









