Akurat

Sempat Dibantah Putin, Analisis PBB Sebut Kerusakan Rumah Sakit Anak di Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia

Sulthony Hasanuddin | 10 Juli 2024, 13:37 WIB
Sempat Dibantah Putin, Analisis PBB Sebut Kerusakan Rumah Sakit Anak di Kyiv Akibat Serangan Rudal Rusia

AKURAT.CO Misi Hak Asasi PBB mengatakan pada bahwa ada kemungkinan besar rumah sakit anak utama di Kyiv terkena serangan langsung rudal Rusia.

Sebuah serangan yang menargetkan salah satu rumah sakit terbesar di Eropa dan merawat pasien dengan kondisi serius seperti kanker dan penyakit ginjal.

"Analisis rekaman video dan penilaian yang dilakukan di lokasi kejadian menunjukkan kemungkinan besar rumah sakit anak tersebut mengalami serangan langsung daripada mengalami kerusakan akibat sistem senjata yang dicegat," kata Danielle Bell, kepala Misi Pemantauan Hak Asasi Manusia PBB di Ukraina, dikutip Rabu (10/9/2024).

Baca Juga: Amerika Serikat dan Sekutu Umumkan Sistem Pertahanan Udara Tambahan untuk Ukraina, Ini Hal yang Perlu Diketahui

Dinas keamanan Ukraina mengatakan pihaknya memiliki bukti yang jelas bahwa fasilitas medis tersebut terkena rudal jelajah Kh-101 Rusia selama serangkaian serangan paling mematikan dalam beberapa bulan terakhir.

Tidak hanya itu, Ukraina juga menerbitkan gambar yang disebutnya sebagai pecahan mesin senjata tersebut.

Kyiv juga mengibarkan bendera setengah tiang pada hari berkabung nasional untuk menandai tewasnya 44 orang di seluruh negeri akibat serangan udara awal pekan ini, termasuk empat anak-anak dan dua orang di rumah sakit anak-anak Okhmatdyt di Kyiv.

Di sisi lain, Rusia tanpa memberikan bukti, mengatakan tembakan antirudal Ukraina lah yang menyerang rumah sakit anak-anak tersebut.

Kerusakan di lokasi mendorong terkumpulnya jutaan dolar dalam bentuk sumbangan dari dalam dan luar negeri Ukraina dalam kurun waktu lebih dari 28 bulan setelah invasi besar-besaran Rusia.

Baca Juga: Ngeri! Serangan Rudal Rusia Menewaskan Sedikitnya 41 Orang dan Menghantam Rumah Sakit Anak di Ukraina

Dewan Keamanan PBB juga bersidang pada hari Selasa (atas permintaan Inggris, Prancis, Ekuador, Slovenia dan Amerika Serikat) mengenai serangan tersebut.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy terbang ke Washington untuk menghadiri pertemuan puncak tiga hari para pemimpin NATO di mana ia berharap untuk mendapatkan komitmen dari sekutu untuk meningkatkan pertahanan udara Ukraina dan meningkatkan dukungan militer mereka.

Pasukan Rusia perlahan maju dan mengklaim telah merebut desa Yasnobrodivka di wilayah Donetsk timur Ukraina.

Baca Juga: Tanggapi Serangan Rusia Terhadap Rumah Sakit Anak di Kyiv, Dewan Keamanan PBB Adakan Pertemuan

Belum ada komentar langsung dari Ukraina, yang telah melaporkan pertempuran sengit di wilayah tersebut selama berbulan-bulan.

Selama kunjungannya ke Moskow, Perdana Menteri India, Narendra Modi mengatakan kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin bahwa hati publik berdarah ketika anak-anak terbunuh dalam perang, konflik atau serangan teroris.

Pernyataan tajam Modi tersebut merupakan teguran tersirat kepada Putin, yang beberapa saat sebelumnya menyambutnya di Kremlin dengan pernyataan hangat tentang pentingnya hubungan strategis antara kedua negara.

Zelenskiy lalu mengecam perjalanan Modi ke Rusia, menyebutnya sebagai kekecewaan besar dan pukulan telak bagi upaya perdamaian.

Baca Juga: Ini Sebab Upah Riil di Jepang Tetap Rendah Meski Gaji Pokok Pekerja Naik

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.