Menikmati Sejarah The Beatles di Museum Liverpool

AKURAT.CO Sayup-sayup dari kejauhan suara John Lennon menyambut para pengunjung yang akan Berkunjung ke dalam Liverpool Beatles Museum yang terletak di 23 Mathew Street, Liverpool, Inggris, Kamis (25/4/2024).
Museum yang berada di antara restoran dan toko dengan arstiktur khas Eropa ini dibuat oleh Roag Best, putra Neil Aspinall dan Mona Best, saudara tiri Pete Best yang yang telah diresmikan pada 13 Juli 2018.
Masuk ke museum di lantai dasar pengunjung akan disambut dengan berbagai variasi cinderamata yang dapat dibeli dengan harga yang beragam.
Untuk museumnya sendiri berada di lantai 2 hingga lantai 4, setiap pengunjung akan dikenakan biaya 17 pounds atau sekitar Rp340 ribu dengan kurs Rp20 ribu dan untuk anak-anak 5 sampai 15 tahun dikenakan 10 pounds atau sekitar Rp200 ribu dan jika di bawah usia 5 tahun gratis.
Setiap pengunjung yang akan masuk jika menginginkan panduan museum akan diberikan alat berbentuk recorder dengan suara berbagai bahasa dan diharuskan menambah biaya 1 pounds untuk mendengarkan penjelasan mengenai sejarah The Beatles yang bisa ditempelkan di sebuah alat yang berada di sudut setiaplantainya.
Ada 4 lantai di museum ini, setiap lantainya memperlihatkan berbagai sejarah mengenai para personil band yang populer pada tahun 1960-an hingga tahun 1970-an.
Band The Beatles yang terdiri dari John Lennon (gitar pengiring, vokal), Paul McCartney (gitar bass, vokal), George Harrison (gitar melodi, vokal), Ringo Starr (drum, vokal) merupakan band bergenre rock and roll yang populer sepanjang masa dikenal di belahan dunia.
Di museum ini memperlihatkan pelbagai peninggalan para personil The Beatles serta berbagai koleksi pribadi yang dipunyai sang pendiri seperti foto-foto, alat musik, album hingga pakaian yang dipakai setiap personil The Beatles.
Menariknya, di museum ini dipamerkan berbagai alat musik yang digunakan para personil The Beatles, seperti gitar hingga drum yang masih terawat dengan baik. Bahkan ada banyak piringan hitam dengan sampul depan dari album lagu-lagu the Beatles yang pernah popular pada masanya.
Museum ini setiap harinya dikunjungi para wisatawan dari pelbagai negara, salah satunya Feri Ismangil, warga Indonesia yang sudah lama tinggal kota Sheffield, Inggris.
Menurutnya Museum ini cukup menarik karena menceritakan sejarah the Beatles, bagaimana mana mereka menjadi sebuah band yang bisa dikenal diberbagai dunia.
"Dulu pernah ke sini tapi sudah lama sekali entah tahun berapa saya lupa, sekarang sudah banyak berkembang museumnya dan menurut saya cukup menarik karena sangat detail menceritakan mengenai sejarah Beatles," ungkapnya
Feri melanjutkan The Beatles merupakan band yang abadi, sampai sekarang saja masih banyak fansnya, lagu-lagu mereka masih banyak yang tahu meskipun mereka band yang sudah lama sekali.
"The Beatles masih sangat ngetop sampai saat ini, bahkan Paul McCartney masih sering tampil dan masih mempromosikan di mana-mana. Dari museum ini saja saya barutau kalau The Beatles musiknya mengikuti gaya rock end roll Amerika bahkan mereka terinspirasi dari Elvis Presley meskipun dibesarkan di Liverpool dan sempat bertemu," ujar Feri mangakhiri ceritanya.
Jika tertarik ingin berkunjung ke Liverpool Museum Beatles ini, anda bisa menggunakan berbagai transportasi massal yang adadi Liverpool atau jika ingin mudah bisa menggunakan layanan uber yang cukup murah.
Jika anda berkunjung ke Liverpool menggunakan layanan kereta antar kota di pemberhentian akhir Liverpool Lime Street anda bisa berjalan kaki yang bisa ditempuh dengan jarak sekitar 7-10 menit sambil menikmati suasana kota Liverpool.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










