Amerika Serikat Siap Kirim Paket Senjata Baru Senilai Rp4,6 Triliun untuk Bantu Ukraina

AKURAT.CO Amerika Serikat (AS) akan mengirimkan paket bantuan militer baru untuk Ukraina senilai USD300 Juta atau setara Rp4,6 triliun.
Hal tersebut menjadi langkah pertama mereka dalam beberapa bulan terakhir sejak pemimpin Partai Republik di AS memblokir bantuan untuk Ukraina.
Gedung Putih telah berusaha dengan keras dalam menemukan cara untuk mengirimkan lebih banyak bantuan militer, mengingat situasi di medang perang dan perlawanan terhadap pendanaan dari kelompok garis keras Partai Republik.
Baca Juga: Tito Karnavian Tegaskan Gubernur Jakarta Dipilih Lewat Pilkada, Bukan Ditunjuk
Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan mengatakan bahwa dana tersebut berasal dari penghematan biaya tak terduga dari kontrak Pentagon dan akan digunakan untuk peluru artileri dan amunisi untuk Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS).
"Amunisi ini akan membuat senjata Ukraina tetap bisa menembak untuk sementara waktu, tetapi hanya untuk waktu yang singkat," kata Sullivan, dikutip Rabu (13/3/2023).
"Ini tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan medan perang Ukraina dan tidak akan mencegah Ukraina kehabisan amunisi," tambahnya,
Sekretaris Pers Pentagon, Mayor Jenderal Pat Ryder, menambahkan bahwa paket tersebut termasuk rudal anti-pesawat dan peluru artileri.
Baca Juga: Sempat Buron, Satu Tersangka PPLN Kuala Lumpur Menyerahkan Diri
Ia mengatakan penyediaan senjata untuk Ukraina melalui penghematan kontrak Pentagon kemungkinan besar merupakan situasi yang hanya terjadi sekali dan bukan cara yang berkelanjutan untuk mendanai negara itu.
Penarikan terakhir dilakukan pada Desember 2023 ketika dana untuk mengisi kembali stok turun menjadi nol.
Para pejabat AS juga telah melihat opsi untuk menyita sekitar USD285 miliar aset Rusia yang dilumpuhkan pada tahun 2022 dan menggunakan uang tersebut untuk membayar persenjataan Ukraina.
Menggunakan dana yang telah dikembalikan untuk mengisi kembali persediaan membuka kesempatan yang sempit untuk memungkinkan lebih banyak bantuan dikirim dari persediaan yang ada karena pemerintahan Biden menunggu dana tambahan disahkan oleh anggota parlemen.
Baca Juga: Lapas II A Rantauprapat Gelar Razia, Hanya Ditemukan Korek Gas, Sendok dan Charger
Presiden Biden sendiri telah mendukung bantuan militer ke Ukraina sejak invasi skala penuh Rusia pada tahun 2022. Sementara mantan Presiden Donald Trump, memiliki sikap yang lebih isolasionis.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dari Partai Republik Mike Johnson, sekutu Trump, sejauh ini menolak melakukan pemungutan suara untuk sebuah rancangan undang-undang yang akan memberikan dana sebesar USD60 miliar untuk Ukraina.
Langkah ini telah lolos di Senat yang dikuasai Partai Demokrat dan baik Partai Republik maupun Partai Demokrat di DPR mengatakan bahwa RUU ini akan lolos jika para pemimpin Partai Republik mengizinkan pemungutan suara.
Baca Juga: Kronologi Skincare Jerawat Ternama Mengandung Benzena Bisa Picu Kanker
Para pemimpin badan-badan intelijen AS mendesak para anggota Dewan Perwakilan Rakyat menyetujui bantuan militer tambahan untuk Ukraina, dengan mengatakan bahwa bantuan tersebut tidak hanya akan meningkatkan kekuatan Kyiv dalam memerangi Rusia tetapi juga mencegah agresi China.
Tidak hanya AS, Denmark juga akan memberikan paket bantuan militer baru termasuk sistem artileri Caesar dan amunisi kepada Ukraina senilai sekitar 2,3 miliar crown Denmark.
Negara-negara Uni Eropa akan menyetujui penambahan dana sebesar 5 miliar euro untuk dana yang digunakan untuk membiayai pengiriman militer ke Ukraina.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy mengatakan bahwa situasi di sepanjang garis depan perang negaranya dengan Rusia adalah yang terbaik dalam tiga bulan terakhir, dengan pasukan Moskow tidak lagi bergerak maju setelah merebut kota Avdiivka di bagian timur negara itu bulan lalu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Amanda Rigby Umur Berapa? Ini Profil, Pendidikan dan Kariernya
- 2Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 3ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 4Gara-gara Kembang Api di Hotel Pemain Persib, Persija Disanksi Tak Gelar 2 Laga di Kandang
- 5Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler
- 6Persija Terpaksa Jamu Java United di Bali, Terancam Pengurangan Poin Jika 4 Kali Musafir
- 7Kenapa Thailand Ingin Berantas Ikan Nila Hitam? Ini 5 Alasannya
- 8Prediksi Skor Sunderland vs AZ Alkmaar 17 September 2026: The Black Cats Bisa Tahan Tim Belanda?
- 9Prabowo Pimpin Sidang DEN di Istana, Instruksikan Persiapan E50 untuk Perkuat Kemandirian Energi
- 10Terungkap di Sidang Korupsi Kuota Haji: Anak Buah Bos Maktour Setor USD10 Ribu ke Pejabat Kemenag







