Polisi Bertopeng Tangkap Pengamat Pemilu Yabloko di Rostov, Rusia
AKURAT.CO Polisi Rusia menangkap Boris Miklyukov, pengamat pemilu dari Partai Yabloko, di sebuah tempat pemungutan suara di wilayah Rostov pada Kamis (17/9/2026), ketika pemungutan suara lebih awal mulai berlangsung di sejumlah daerah. Penangkapan pengamat pemilu Rusia tersebut dilakukan oleh dua polisi berpakaian sipil yang mengenakan penutup wajah serta seorang polisi berseragam.
Miklyukov saat itu bertugas sebagai pengamat pemilu Yabloko di TPS Nomor 58 di Desa Yuzhny, Distrik Azov. Menurut keterangan layanan pers Yabloko, ketiga petugas tersebut datang dari Rostov-on-Don yang berjarak sekitar 100 kilometer dari lokasi TPS.
Para petugas kemudian membawa Miklyukov menggunakan sebuah kendaraan dan membawanya pergi, diduga menuju Kantor Polisi Nomor 8 di Rostov-on-Don. Hingga laporan tersebut diterbitkan, pihak Yabloko menyatakan belum dapat menghubungi Miklyukov.
Alasan Penangkapan Pengamat Pemilu Belum Diketahui
Alasan resmi penangkapan Boris Miklyukov belum diumumkan. Partai Yabloko menduga perhatian polisi terhadap anggotanya mungkin berkaitan dengan komentar yang pernah ia unggah di media sosial.
Miklyukov sebelumnya pernah dikenai denda pada 2022 berdasarkan aturan Rusia mengenai "pendiskreditan" militer. Denda tersebut berkaitan dengan komentar yang dibuatnya dalam sebuah percakapan daring.
Kantor Kementerian Dalam Negeri wilayah Rostov belum memberikan keterangan mengenai penangkapan tersebut dalam laporan yang tersedia pada Kamis sore waktu setempat.
Yabloko Hadapi Hambatan Menjelang Pemilu Rusia
Penangkapan pengamat pemilu Yabloko terjadi menjelang pemilu Rusia yang dijadwalkan berlangsung pada 18-20 September 2026. Pemilu tersebut mencakup pemilihan anggota Duma Negara periode kesembilan serta berbagai pemilihan tingkat daerah.
Yabloko sebelumnya dikeluarkan dari daftar federal kandidat untuk pemilu Duma setelah Mahkamah Agung Rusia membatalkan pendaftaran daftar kandidat partai tersebut pada Agustus. Namun, sejumlah kandidat Yabloko yang maju melalui daerah pemilihan beranggota tunggal masih dapat mengikuti pemilu.
Partai Yabloko menjalankan kampanye dengan slogan "Untuk Perdamaian dan Kebebasan". Partai tersebut juga menghadapi sejumlah persoalan lain menjelang pemilu, termasuk laporan mengenai pengamat dan kandidatnya yang mengalami pemeriksaan atau penangkapan.
Penangkapan Terjadi Saat Pemungutan Suara Dimulai
Pemungutan suara utama dalam pemilu Rusia 2026 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari mulai 18 September, sementara pemungutan suara lebih awal telah dimulai di sejumlah wilayah, termasuk daerah yang berada dekat garis depan.
Kasus Miklyukov menjadi perhatian karena penangkapannya berlangsung ketika ia sedang menjalankan tugas sebagai pengamat di TPS. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi mengenai dasar hukum penahanan maupun status hukum Miklyukov.
Sumber: Meduza
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Moto3 Malaysia: Angkat Topi, Hiroshi Aoyama Terpukau dengan Penampilan Veda Ega Pratama di Sepang
- 2Prediksi Skor Shakhtar vs Sporting CP 4 November 2026: Sama-Sama Incar Kebangkitan
- 3Putusan MA Soal Suket Gibran, Margarito Kamis Ungkap Dampaknya terhadap Jabatan Wapres
- 4Transfer Bank Kena Pajak Digital Mulai 9 November 2026? Ini Faktanya
- 5Prediksi Skor LASK Linz vs Slovan Bratislava 4 November 2026: Tuan Rumah Diunggulkan
- 6Prediksi Pertandingan Galatasaray vs Stuttgart 4 November 2026: Skor, Starting XI, dan Jadwal
- 7Prediksi Skor Atletico Madrid vs Bayern Munchen 4 November 2026: Los Rojiblancos Diunggulkan
- 8Kisi-Kisi dan Contoh Soal Matematika Wajib TKA SMA 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban
- 9Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar
- 10Prabowo Tunjuk Letjen Ariyo Windutomo Jadi Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan Menggantikan Listyo Sigit






