Akurat

VIRAL! Pasukan Israel Nyamar jadi Dokter, Bunuh Tiga Warga Palestina di Rumah Sakit

Sulthony Hasanuddin | 31 Januari 2024, 11:58 WIB
VIRAL! Pasukan Israel Nyamar jadi Dokter, Bunuh Tiga Warga Palestina di Rumah Sakit

AKURAT.CO Pasukan Israel menyamar sebagai petugas medis dan warga sipil menembak mati tiga orang Palestina di dalam sebuah rumah sakit di kota Jenin, Tepi Barat yang diduduki, pada Selasa (30/1/024) pagi waktu setempat.

Diketahui, pembunuhan oleh Pasukan Israel yang menyamar itu dilakukan di Rumah Sakit Ibnu Sina ketika para korban sedang tertidur.

Baca Juga: Mengenal Kataib Hizbullah, Kelompok yang Dituduh Membunuh Tiga Tentara Amerika di Yordania

"Pagi ini tiga pemuda gugur syahid oleh peluru pasukan penjajah (Israel) yang menyerbu Rumah Sakit Ibnu Sina di Jenin dan menembaki mereka," kata Kementerian Kesehatan Palestina, dikutip Rabu (31/1/2024).

Sementra itu, Tentara Israel mengatakan bahwa pasukannya telah menetralisir orang-orang tersebut yang bersembunyi di rumah sakit dan merupakan bagian dari sel teroris Hamas.

Rekaman kamera keamanan yang beredar di media sosial menunjukkan sekitar selusin personel yang menyamar, termasuk tiga orang yang mengenakan pakaian wanita dan dua orang yang berpakaian seperti staf medis, mondar-mandir di koridor rumah sakit dengan membawa senapan serbu.

Baca Juga: Terlibat Kasus Kekerasan Seksual, Melki Sedek Panen Hujatan Netizen karena Masih Aktif di Media: Minimal Punya Malu!

Militer Israel mengidentifikasi salah satu pria yang tewas sebagai Mohammad Jalamneh (27) yang diklaim merencanakan serangan dalam waktu dekat dan telah memindahkan senjata dan amunisi kepada anggota lainnya.

Dua orang lainnya yang terbunuh, kakak beradik Basil dan Mohammad Ghazawi, bersembunyi di dalam rumah sakit dan terlibat dalam serangan, demikian dugaan militer.

"Sebuah senjata ditemukan pada seorang buronan, yang kemudian disita oleh pasukan," tambah pernyataan militer.

Dikutip dari AlJazeera, saksi mata di lokasi kejadian mengatakan hanya dapat membayangkan bagaimana teror yang dialami para pasien dan staf di rumah sakit di Jenin.

"Ini hanyalah contoh lain dari betapa gigihnya tentara Israel untuk terus melakukan serangan yang menargetkan para pejuang perlawanan bersenjata di seluruh wilayah Palestina yang diduduki," ujar pernyaraan tersebut.

Baca Juga: Viral Fahri Hamzah Ungkap Anies Cak Imin Akan Jadi Tersangka Setelah Pilpres, Netizen: Dia Perlu Tes Urin!

Hamas mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa kejahatan tentara Israel tidak akan dibiarkan begitu saja, menambahkan bahwa pembunuhan tersebut merupakan kelanjutan dari kejahatan penjajah yang terus berlanjut terhadap rakyat Palestina dari Gaza hingga Jenin.

Baca Juga: Fakta Bentrok Iran-Pakistan, Ternyata Bukan Pertama Kali

Salah satu dari mereka terluka dan berada di tempat tidur saat dibunuh, kata Hamas. Kelompok tersebut juga mengkonfirmasi bahwa Jalamneh adalah salah satu anggotanya.

Sementara Brigade Jenin, yang terdiri dari sejumlah kelompok perlawanan bersenjata Palestina, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa dua dari tiga orang tersebut adalah anggota Jihad Islam.

Basil, yang terbunuh di rumah sakit, terluka akibat pecahan rudal setelah serangan pesawat tak berawak Israel pada 25 Oktober lalu yang menargetkan sekelompok pria di dekat pemakaman kamp Jenin dan telah menjalani perawatan di sana selama tiga bulan.

Baca Juga: Fulham vs Everton: Skor 0-0, The Black Watch Bawa Pulang Satu Poin namun Tidak Terhindar dari Zona Degradasi Klasemen Liga Inggris

Kerumunan orang memadati jalan-jalan di Jenin saat upacara pemakaman ketiga pemuda itu sedang berlangsung. Mereka akan dimakamkan di pemakaman di kamp pengungsi Jenin.

Ibu dari Ghazawi bersaudara mengatakan bahwa keduanya dicintai oleh semua orang.

"Terakhir kali saya melihat mereka adalah kemarin malam, saya berada di rumah sakit," katanya dalam sebuah video yang direkam oleh media lokal, menambahkan bahwa dia pulang ke rumah karena Mohammad mengatakan bahwa dia akan tinggal bersama Basil.

"Saya masih terbangun pagi ini ketika saya mendengar bahwa pasukan khusus menyerbu rumah sakit. Mereka dibunuh saat mereka sedang tidur," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.