Akurat

Fakta Bentrok Iran-Pakistan, Ternyata Bukan Pertama Kali

Sulthony Hasanuddin | 19 Januari 2024, 20:10 WIB
Fakta Bentrok Iran-Pakistan, Ternyata Bukan Pertama Kali

AKURAT.CO Pakistan dan Iran telah melakukan serangan ke wilayah masing-masing di saat ketegangan meningkat tajam di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.

Kedua negara berbagi perbatasan yang tidak stabil, membentang sekitar 900 kilometer (560 mil), dengan provinsi Balochistan Pakistan di satu sisi dan provinsi Sistan dan Baluchestan Iran di sisi lain.

Iran dan Pakistan telah lama memerangi militan di wilayah Baloch yang bergejolak di sepanjang perbatasan. Namun, meskipun kedua negara memiliki musuh separatis yang sama, sangat tidak biasa bagi kedua belah pihak untuk menyerang militan di wilayah satu sama lain.

Baca Juga: Bukan Hanya Pakistan, Iran juga Melancarkan Serangan Rudal Ke Dua Negara Ini, Apa Alasannya?

Perjuangan Pakistan dan Iran melawan separatis yang beroperasi di kedua sisi perbatasan masing-masing bukanlah hal yang baru.

Bentrokan mematikan di sepanjang perbatasan yang bergejolak telah terjadi secara teratur selama bertahun-tahun.

Bulan lalu, Iran menuduh militan Pakistan Jaish al-Adl menyerbu sebuah kantor polisi di Sistan dan Baluchestan, yang mengakibatkan tewasnya 11 polisi Iran.

Namun, yang sangat tidak biasa adalah kesediaan masing-masing pihak untuk menyerang target melintasi perbatasan tersebut, tanpa menginformasikan satu sama lain terlebih dahulu.

Saling serang antara kedua negara itu terjadi di tengah-tengah pemboman Israel atas Gaza, yang dampaknya telah mengalir ke seluruh wilayah.

Konflik regional yang lebih besar mungkin telah mendorong Iran untuk lebih proaktif dalam mengejar target-target di luar perbatasannya, kata para ahli, terutama ketika Amerika Serikat berjalan di antara de-eskalasi permusuhan dan melenturkan kekuatan militernya sendiri untuk menghalangi pergerakan lebih lanjut oleh Iran.

Baca Juga: Ternyata Ini Penyebab Iran dan Pakistan Saling Serang hingga Kian Memanas

Sehari sebelum serangan di Pakistan, Iran meluncurkan rudal balistik ke Irak dan Suriah, yang diklaim menargetkan pangkalan mata-mata untuk pasukan Israel dan kelompok-kelompok teror anti-Iran.

Sementara itu, pertempuran sengit terus berlanjut antara Israel dan kelompok Hizbullah yang didukung Iran di seberang perbatasan Lebanon.

Di sisi lain, AS memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran di Yaman, yang telah menyerang kapal-kapal di Laut Merah atas nama pembalasan dendam karena serangan Israel ke Gaza.

"Jika Anda tidak mengecam Iran dan proksi-prokasinya, maka tidak ada biaya bagi mereka untuk terus melakukan aktivitas-aktivitas tersebut," kata Karim Sadjadpour, Senior Fellow di Carnegie Endowment for International Peace, dikutip dari Reuters, Jumat (19/1/2024).

Baca Juga: 5 Daftar Kelompok Militan Islam yang Dibantu Iran, Tidak Hanya Hamas dan Hizbullah

Dia menambahkan bahwa posisi dominan Iran di Timur Tengah, berbeda dengan negara-negara yang dilanda konflik seperti Yaman dan Suriah.

Hal itu memiliki arti Iran mendapatkan keuntungan dari ketidakstabilan regional dan mengisi kekosongan kekuasaan.

Kegiatan Iran sekarang lantas berfungsi untuk memajukan beberapa tujuan utamanya, termasuk memberdayakan Palestina dan menangkal pengaruh Amerika di Timur Tengah, katanya.

Pensiunan Angkatan Darat AS, Jenderal Wesley Clark, mantan komandan sekutu tertinggi NATO, mengatakan bahwa berbagai permusuhan itu mencerminkan Iran berjuang untuk memperkuat perannya sebagai pemimpin di kawasan Timur Tengah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.