Akurat

Update Terbaru, Pertempuran Israel-Hamas Guncang Gaza Korban Jiwa Tembus 19 Ribu

Sulthony Hasanuddin | 15 Desember 2023, 22:47 WIB
Update Terbaru, Pertempuran Israel-Hamas Guncang Gaza Korban Jiwa Tembus 19 Ribu

AKURAT.CO Pasukan Israel dan Hamas bertempur di seluruh wilayah Gaza pada hari ini Jumat (15/12/2023), mengisyaratkan serangan darat Israel mendapat perlawanan yang lebih keras menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.

Warga di daerah tersebut melaporkan pertempuran Israel dan Hamas terjadi di Sheijaia, Sheikh Radwan, Zeitoun, Tuffah, dan Beit Hanoun di Gaza utara, sebelah timur Maghazi di Gaza tengah, serta di pusat dan pinggiran utara kota utama di bagian selatan, Khan Younis.

Rumah sakit di Deir al-Balah, Khan Younis dan Rafah melaporkan masuknya korban tewas dan luka-luka akibat pertempuran Israel dan Hamas pada Jumat pagi, termasuk dua anak-anak.

Empat orang tewas dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di Rafah dan tank-tank Israel menggempur target-target di sebelah timur kota dekat perbatasan Mesir.

Militer Israel mengatakan dalam sebuah pernyataan terbaru bahwa pasukannya telah menghancurkan pusat komando dan kontrol Hamas di distrik Sheijaia, Kota Gaza.

Baca Juga: Ternyata Ini Alasan Ijtima Ulama Pilih Pasangan Amin di Pilpres 2024

Pihak Militer Israel mengklaim telah melakukan serangan yang ditargetkan terhadap infrastruktur militan di Khan Younis dan mengebom lokasi-lokasi di wilayah Rafah yang membantu Hamas menyelundupkan senjata ke Gaza.

Pertempuran sengit tersebut, yang dikonfirmasi oleh banyak penduduk, menimbulkan pertanyaan apakah serangan udara dan darat Israel selama dua bulan di Gaza telah secara signifikan melemahkan Hamas.

"Jalur Gaza berubah menjadi bola api dalam semalam, kami dapat mendengar ledakan dan suara tembakan dari segala arah," ujar Ahmed, 45 tahun, seorang teknisi listrik dan ayah dari enam anak.

"Mereka dapat menghancurkan rumah dan jalan serta membunuh warga sipil dari udara atau melalui penembakan tank secara membabi buta, tetapi ketika mereka berhadapan langsung dengan para pejuang, mereka kalah. Kami tidak akan rugi setelah semua yang mereka lakukan terhadap Gaza," katanya.

Pengeboman Israel yang tak henti-hentinya telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza selama dua bulan terakhir.

Dilaporkan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, hampir 19.000 orang tewas dan ribuan orang lainnya dikhawatirkan tertimbun reruntuhan akibat perang yang terjadi.

Israel melancarkan serangannya sebagai pembalasan atas serangan lintas batas yang dilakukan oleh Hamas pada tanggal 7 Oktober.

Perdana Menteri, Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan bahwa Israel akan berperang dengan Hamas sampai kemenangan mutlak.

Hal ini, kata Menteri Pertahanan Yoav Gallant, akan berlangsung lebih dari beberapa bulan - tetapi kami akan menang dan kami akan menghancurkan mereka.

Belum ada tanda-tanda penghentian permusuhan, dengan pernyataan Israel pada akhir November lalu bahwa mereka telah berhasil menaklukkan wilayah utara Gaza yang sangat padat penduduknya, ternyata hanya bualan belaka.

Baca Juga: Resmi, FIFA Umumkan Tiga Nominasi FIFA Best Men's Player Awards 2023

Namun, juru bicara pemerintah Israel, Eylon Levy mengatakan dalam sebuah konferensi pers pada hari Jumat bahwa Israel jelas-jelas memenangkan perang saat ini.

Israel mengklaim telah secara signifikan menurunkan kemampuan Hamas di dalam Gaza dengan mencatat penurunan dramatis dalam tembakan roket ke pihaknya.

Meluasnya perang darat setelah jeda selama seminggu yang memungkinkan pembebasan 110 sandera telah menggagalkan rencana untuk meningkatkan pengiriman pasokan dasar yang sangat dibutuhkan warga sipil untuk bertahan hidup karena rumah-rumah mereka telah dihancurkan.

Lebih dari 80 persen dari 2,3 juta penduduk Gaza telah mengungsi, beberapa di antaranya berulang kali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.