Akurat

Pasukan Israel Mendekati Rumah Sakit Utama Di Gaza, Apa Yang Akan Mereka Lakukan?

Sulthony Hasanuddin | 10 November 2023, 16:00 WIB
Pasukan Israel Mendekati Rumah Sakit Utama Di Gaza, Apa Yang Akan Mereka Lakukan?

AKURAT.CO Militer Israel semakin mendekati pusat Kota Gaza dan Rumah Sakit Al Shifa, mengklaim bahwa para pejuang Hamas memiliki pusat komando di wilayah tersebut.

Menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana Israel menafsirkan hukum internasional mengenai perlindungan fasilitas medis dan ribuan pengungsi yang berlindung di sana.

Pada hari Kamis (9/11/2023), penduduk Kota Gaza melihat tank-tank Israel berada sekitar 1,2 kilometer dari Rumah Sakit Al Shifa atau fasilitas medis terbesar di Jalur Gaza.

Juru bicara militer Israel telah mengeluarkan foto-foto, diagram dan rekaman audio yang menurut mereka menunjukkan bahwa Hamas menggunakan Al Shifa untuk menyembunyikan pos-pos komando dan titik-titik masuk ke dalam jaringan terowongan yang luas di bawah Gaza.

"Teroris Hamas beroperasi di dalam dan di bawah rumah sakit Shifa dan rumah sakit lainnya di Gaza," kata juru bicara tersebut, Laksamana Muda Daniel Hagari.

Baca Juga: Dihantui Ketakutan Bencana Baru, Ribuan Warga Palestina Tinggalkan Gaza

Sementara itu, Hamas yang didukung Iran, otoritas kesehatan dan direktur Al Shifa membantah bahwa kelompok tersebut menyembunyikan infrastruktur militer di dalam atau di bawah kompleks rumah sakit, mengatakan bahwa mereka akan menyambut baik inspeksi internasional terhadap fasilitas tersebut.

Hal tersebut juga dibuktikan dengan beredarnya video yang menunjukkan petugas medis di RS AL Shifa berebut untuk merawat sejumlah orang yang terluka, yang berarti serangan Israel akan menimbulkan risiko kerugian besar bagi warga sipil hingga dapat memicu protes internasional.

Israel belum menguraikan rencana mereka terhadap rumah sakit tersebut, namun mengatakan bahwa prioritas utamanya adalah menghancurkan infrastruktur komando Hamas.

Para insinyur tempur menggunakan bahan peledak untuk menghancurkan terowongan-terowongan dalam jaringan bawah tanah kelompok Hamas, kata Israel.

Baca Juga: Apa Yang Terjadi Pada Warga Palestina Di Luar Gaza Setelah Satu Bulan Lebih Dibombardir Israel?

Serangan udara mematikan Israel terhadap kamp-kamp pengungsi, konvoi medis, dan rumah sakit di dekatnya telah memicu perdebatan sengit di antara beberapa sekutu utama mereka mengenai kepatuhan militer Israel terhadap hukum internasional.

Tujuan Israel sendiri dikatakan untuk menghancurkan Hamas, yang menurut mereka telah menewaskan 1.400 orang dan menculik 240 orang lainnya dalam serangannya pada tanggal 7 Oktober lalu.

Sementara itu, otoritas kesehatan di Jalur Gaza mengatakan pemboman Israel telah menewaskan 10.800 warga Palestina.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.