Akurat Logo

Apa Yang Terjadi Pada Warga Palestina Di Luar Gaza Setelah Satu Bulan Lebih Dibombardir Israel?

Sulthony Hasanuddin | 9 November 2023, 10:56 WIB
Apa Yang Terjadi Pada Warga Palestina Di Luar Gaza Setelah Satu Bulan Lebih Dibombardir Israel?

AKURAT.CO Sebulan terakhir terdapat peningkatan serangan Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat atau Jalur Gaza, membuat perhatian dunia hampir secara eksklusif terfokus pada hal tersebut.

Lebih dari 10.000 warga Palestina tewas dan menjadi korban serangan tentara Israel di Jalur Gaza, yang di antara korban merupakan 4.000 anak-anak dan 2.550 wanita.

Sekitar 24.800 warga Palestina lainnya, termasuk 10.000 anak-anak terluka dan 1,5 juta orang (60 persen dari populasi), terpaksa mengungsi dari rumah mereka dengan harapan dapat menghindari kematian.

Lalu apa yang terjadi dengan warga di luar Jalur Gaza?

Dikutip dari Aljazeera, selain serangan terhadap Jalur Gaza, militer dan pemukim Israel secara bersamaan meningkatkan serangan terhadap warga Palestina di luar Gaza.

Serangan mematikan oleh pemukim Israel yang tinggal di permukiman ilegal dan pos-pos terdekat di Tepi Barat dan Yerusalem telah meningkat pesat sejak 7 Oktober 2023 atau pertama kali serangan Hamas ke wilayah Israel.

Sekitar 700.000 pemukim tinggal di tengah, sekitar lingkungan dan kota-kota Palestina di bawah perlindungan yang ketat. Sebagian besar pemukim ilegal Israel dibangun seluruhnya atau sebagian di atas tanah milik warga Palestina.

Baca Juga: Korban Tewas Di Gaza Capai 10 Ribu, PBB: Bagai Kuburan Anak-anak

Para pemukim Israel, banyak di antaranya yang memiliki senjata, telah menembak dan membunuh sedikitnya delapan warga Palestina di wilayah tersebut selama sebulan terakhir.

Mereka menyerang desa-desa Palestina setiap hari, menargetkan warga dan properti, bahkan melukai sedikitnya 64 orang dalam periode yang sama.

Sejak 7 Oktober, PBB mencatat 202 serangan pemukim Israel terhadap warga Palestina. Dengan 28 insiden mengakibatkan hilangnya korban jiwa, 141 insiden mengakibatkan kerusakan harta benda dan 33 lainnya mengakibatkan keduanya.

"Ini mencerminkan rata-rata tujuh insiden harian, dibandingkan dengan tiga insiden sejak awal tahun ini. Lebih dari sepertiga insiden ini mencakup ancaman senjata api, termasuk penembakan," kata PBB, dikutip Kamis (9/11/2023).

"Hampir setengah dari seluruh insiden, pasukan Israel mendampingi atau secara aktif mendukung para penyerang," tambahnya.

Meningkatnya kekerasan pemukim sejak 7 Oktober secara langsung menyebabkan perpindahan paksa setidaknya untuk 905 warga Palestina dari rumah mereka seperti di Perbukitan Hebron Selatan, Wadi al-Seeq, dekat Ramallah.

Menurut PBB, angka tersebut mencakup 111 rumah tangga dengan 356 anak.

Pada 13 Oktober lalu, beberapa hari setelah serangan Hamas, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mulai mendistribusikan ribuan senapan serbu kepada warganya dengan memprioritaskan bagian Tepi Barat dan Yerusalem Timur. Juga kepada pemukim Israel yang tinggal berdampingan dengan warga Palestina di kota campuran seperti Lydda dan Ramle.

Baca Juga: Turki Boikot Coca-Cola Dan Nestle Dari Daftar Menu Restoran Karena Diduga Mendukung Israel

Terbaru pada 29 Oktober, terjadi pembunuhan oleh pemukim Israel terhadap seorang warga Palestina, Bilal Saleh (40), ketika ia sedang memanen pohon zaitun di desa al-Sawiya di selatan Kota Nablus.

Sebelumnya, pemukim Israel juga menyerang desa Qusra dan Nablus yang menewaskan tiga warga Palestina.

Saat mereka dimakamkan keesokan harinya, pemukim kembali menyerang desa tersebut dan menewaskan tiga orang, termasuk seorang ayah dan putranya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.