Matcha vs Kopi, Mana yang Lebih Banyak Kafein dan Bikin Susah Tidur?

AKURAT.CO Matcha vs kopi menjadi perbandingan yang menarik bagi pencinta minuman berkafein.
Keduanya dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi memiliki kandungan kafein dan karakteristik yang berbeda.
Secara umum, kopi seduh mengandung lebih banyak kafein dibandingkan matcha dalam takaran sajian yang disebutkan.
Lantas, mana yang lebih cocok untuk menemani aktivitas sehari-hari, dan bagaimana pengaruh kafein dari matcha maupun kopi terhadap kualitas tidur?
Simak perbandingan kandungan kafein dan penjelasannya berikut ini.
Baca Juga: DPD Sahkan Pertimbangan RUU APBN 2027, Usulkan TKD Naik Jadi Rp760 Triliun
Matcha vs Kopi
Jika dibandingkan dalam satu porsi minuman, kopi umumnya mengandung lebih banyak kafein daripada matcha.
Namun, jumlah kafein sebenarnya bisa berbeda tergantung jenis, takaran bubuk atau biji yang digunakan, serta cara penyajiannya.
Secara umum, 1 cangkir kopi seduh 240 ml dapat mengandung sekitar 80–100 mg kafein, sedangkan 1 porsi matcha 2 gram biasanya mengandung sekitar 38–44 mg kafein.
Meski kandungannya lebih rendah, matcha tetap memberikan efek stimulan karena mengandung L-theanine, yaitu asam amino yang secara alami terdapat dalam teh.
Kombinasi kafein dan L-theanine membuat efek matcha sering terasa lebih bertahap dibandingkan kopi.
Baca Juga: Serba-serbi Prabowo Resmikan LRT, Salami Pria Bertongkat hingga Bagi-bagi Baju untuk Warga
Jadi, jika pertanyaannya “mana yang lebih banyak kafein?”, jawabannya adalah kopi.
Namun, jika ingin minuman dengan kafein lebih rendah dan tetap memberikan efek meningkatkan kewaspadaan, matcha bisa menjadi salah satu pilihan.
Pengaruh Kafein terhadap Tidur
Kafein merupakan zat stimulan yang banyak ditemukan dalam kopi, matcha, teh, dan minuman energi.
Zat ini dapat membantu seseorang merasa lebih terjaga dan mengurangi rasa kantuk.
Namun, jika dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur, kafein dapat membuat seseorang sulit terlelap, tidur lebih singkat, atau mengalami penurunan kualitas tidur.
Efek tersebut juga bisa terjadi setelah minum matcha, meskipun sebagian orang menganggapnya sebagai alternatif kopi yang lebih ringan.
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, yaitu senyawa di otak yang berperan dalam meningkatkan rasa kantuk seiring bertambahnya waktu seseorang terjaga.
Ketika efek adenosin dihambat, tubuh bisa merasa lebih segar dan tidak terlalu mengantuk. Akibatnya, sinyal alami tubuh untuk beristirahat dapat tertunda.
FAQ
1. Mana yang lebih banyak mengandung kafein, matcha atau kopi?
Kopi seduh umumnya mengandung lebih banyak kafein. Dalam satu cangkir kopi seduh 240 ml, kandungannya sekitar 80–100 mg, sedangkan satu porsi matcha 2 gram mengandung sekitar 38–44 mg. Jumlah sebenarnya dapat berbeda tergantung takaran dan cara penyajian.
2. Apakah matcha bisa membuat susah tidur?
Ya, matcha tetap mengandung kafein yang dapat menghambat rasa kantuk. Jika diminum terlalu dekat dengan waktu tidur, matcha berpotensi membuat seseorang lebih sulit terlelap atau mengurangi kualitas tidurnya.
3. Mengapa kafein bisa membuat seseorang sulit tidur?
Kafein bekerja dengan menghambat adenosin, senyawa di otak yang berperan dalam meningkatkan rasa kantuk. Akibatnya, tubuh dapat merasa lebih terjaga sehingga waktu untuk mulai tidur menjadi tertunda.
4. Apakah matcha lebih baik daripada kopi untuk meningkatkan fokus?
Matcha mengandung kafein dan L-theanine yang berpotensi mendukung kewaspadaan dan perhatian. Namun, respons setiap orang berbeda, sehingga tidak dapat dipastikan bahwa matcha selalu lebih baik daripada kopi untuk meningkatkan fokus.
5. Berapa jam sebelum tidur sebaiknya berhenti minum kopi atau matcha?
Sebagai panduan awal, hindari minuman berkafein sekitar 6–8 jam sebelum tidur. Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin perlu menghindarinya lebih awal agar tidak mengganggu waktu istirahat.
Kesimpulan
Matcha dan kopi sama-sama mengandung kafein yang dapat membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi jumlahnya berbeda.
Dalam takaran sajian yang dibandingkan, kopi seduh umumnya memiliki kandungan kafein lebih tinggi daripada matcha.
Meski demikian, matcha tetap dapat memengaruhi kualitas tidur karena mengandung kafein.
Konsumsi minuman berkafein terlalu dekat dengan waktu istirahat berpotensi membuat seseorang sulit terlelap, tidur lebih singkat, atau merasa kurang segar saat bangun.
Oleh karena itu, pilihan antara matcha dan kopi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, toleransi kafein, serta waktu konsumsi.
Membatasi asupan kafein dan menghindarinya menjelang tidur dapat membantu menjaga kualitas istirahat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kecelakaan Maut di Afrika Selatan, 21 Orang Tewas dalam Tabrakan Tiga Kendaraan
- 2Terpukau Atmosfer Persija vs Persib di SUGBK, John Herdman: Belum Pernah Saya Rasakan
- 3Apa Itu Gempa Megathrust? Ini Wilayah Indonesia yang Berpotensi Terdampak
- 4Tokoh Partai Reformasi Britania Raya Balas Trump soal Irlandia Bersatu: Jangan Campuri Politik Inggris!
- 5Soal Kabar Jokowi-Megawati Bakal Bertemu, Said Abdullah: Kartunya Mati, Jangan Dihidupkan Lagi
- 6Suahasil Nazara Jadi Menkeu Baru, Ini Sosok dan Perjalanan Kariernya
- 7ACL Two: FC Seoul Siapkan Pemain SMA Lawan Persib Bandung, Anggap Remeh?
- 8Ismed Sofyan Puji Shin Tae-yong Usai Persija Kalahkan Persib, Putuskan Kebuntuan 3 Tahun
- 9Tak Ada Toleransi, Prabowo Perintahkan Cabut Izin dan Usut Pidana Korporasi Pelaku Karhutla
- 10Sidang Korupsi Kuota Haji Ungkap Marwan Dasopang Mendorong Kuota Tambahan Tidak Seluruhnya untuk Jemaah Reguler


