Sebelum Luncurkan Serangan Ke Israel, Ternyata Hamas Lakukan Deretan Hal Ini

AKURAT.CO Serangan hari Sabtu (7/10/2023) kemarin, terjadi setelah dua tahun Hamas melakukan tipu muslihat merahasiakan rencana militernya dan meyakinkan Israel bahwa mereka tidak ingin berperang.
Menurut salah satu sumber, sementara Israel dibuat percaya bahwa mereka menahan Hamas yang lelah berperang dengan memberikan insentif ekonomi kepada para pekerja Gaza, para pejuang Hamas sedang dilatih dan terus dilatih bahkan sering kali di depan mata Israel.
"Hamas memberikan kesan kepada Israel bahwa mereka tidak siap untuk bertempur," kata sumber yang dekat dengan Hamas itu, dikutip Senin (9/10/2023).
Dengan menggambarkan menjadi sebuah rencana serangan paling mengejutkan sejak Perang Yom Kippur 50 tahun yang lalu, ketika Mesir dan Suriah mengejutkan Israel dan membuat Israel harus berjuang demi kelangsungan hidupnya.
Baca Juga: Israel Lengah, Hamas Berhasil Luncurkan Serangan Dahsyat
"Hamas menggunakan taktik intelijen yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menyesatkan Israel selama beberapa bulan terakhir, dengan memberikan kesan kepada publik bahwa mereka tidak mau berperang atau berkonfrontasi dengan Israel ketika sedang mempersiapkan operasi besar-besaran ini," ujar sumber tersebut.
Membuat Kerusuhan
Dalam salah satu elemen yang paling mencolok dari persiapan mereka, Hamas membangun pemukiman Israel tiruan di Gaza di mana mereka berlatih pendaratan militer dan berlatih menyerbunya yang bahkan membuat video manuver-manuver tersebut.
"Israel tentu saja melihat mereka, namun mereka yakin bahwa Hamas tidak tertarik untuk terlibat dalam konfrontasi," ujar sumber itu.
Sementara itu, Hamas berusaha meyakinkan Israel bahwa mereka lebih peduli untuk memastikan para pekerja di Gaza memiliki akses untuk mendapatkan pekerjaan di seberang perbatasan dan tidak tertarik untuk memulai sebuah perang baru.
"Hamas mampu membangun citra bahwa mereka tidak siap untuk melakukan petualangan militer melawan Israel," tambah sumber tersebut, yang dikayani orang dekat Hamas.
Sejak perang tahun 2021 dengan Hamas, Israel telah berusaha untuk memberikan tingkat stabilitas ekonomi yang mendasar di Gaza dengan menawarkan insentif termasuk ribuan izin agar warga Gaza dapat bekerja di Israel atau Tepi Barat, di mana gaji di bidang konstruksi, pertanian, atau pekerjaan jasa dapat mencapai 10 kali lipat dari gaji di Gaza.
"Kami percaya fakta bahwa mereka datang untuk bekerja dan membawa uang ke Gaza akan menciptakan ketenangan. Kami salah," kata salah satu juru bicara militer Israel.
Seorang sumber keamanan Israel mengakui bahwa dinas keamanan Israel ditipu oleh Hamas.
"Mereka membuat kami berpikir bahwa mereka menginginkan uang, dan sepanjang waktu mereka terlibat dalam latihan dan latihan sampai mereka membuat kerusuhan," kata sumber tersebut.
Sebagai bagian dari dalihnya dalam dua tahun terakhir, Hamas menahan diri dari operasi militer melawan Israel, bahkan ketika kelompok bersenjata Islamis lain yang berbasis di Gaza yang dikenal sebagai Jihad Islam melancarkan serangkaian serangan atau serangan roket.
Tidak Ada Penembakan
Sikap menahan diri yang ditunjukkan oleh Hamas menuai kritik publik dari beberapa pendukungnya, yang lagi-lagi bertujuan untuk membangun kesan bahwa Hamas lebih mementingkan masalah ekonomi dan bukannya perang baru.
Baca Juga: Israel Diserang Mendadak Oleh Hamas, Siapa Itu?
Di Tepi Barat, yang dikuasai oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan kelompok Fatah-nya, ada yang mengejek Hamas karena bersikap diam.
Dalam sebuah pernyataan Fatah yang diterbitkan pada Juni 2022, kelompok itu menuduh para pemimpin Hamas melarikan diri ke ibu kota Arab untuk tinggal di hotel dan vila mewah hingga membiarkan rakyatnya jatuh miskin di Gaza.
Sumber keamanan Israel yang kedua mengatakan bahwa ada periode ketika Israel percaya bahwa pemimpin gerakan Hamas di Gaza, Yahya Al-Sinwar, lebih sibuk mengurus Gaza daripada membunuh orang Yahudi.
Pada saat yang sama, Israel mengalihkan fokusnya dari Hamas karena mendorong kesepakatan untuk menormalkan hubungan dengan Arab Saudi, tambahnya.
Israel telah lama membanggakan kemampuannya untuk menyusup dan memantau kelompok-kelompok Islamis. Sebagai konsekuensinya, sumber yang dekat dengan Hamas mengatakan, bagian penting dari rencana itu adalah untuk menghindari kebocoran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









