Sisi Lain Inggris: Negara Adidaya Yang Tak Luput Dari Krisis Pangan Dan Kelaparan

AKURAT.CO Inggris merupakan salah satu negara adidaya di dunia yang juga salah satu negara yang sangat berpengaruh dalam perkembangan dunia.
Namun siapa sangka, Inggris tidak luput dari krisis pangan hingga kelaparan. Banyak penduduk Inggris yang menderita krisis pangan hingga kelaparan setiap harinya.
Awal Mula Krisis Pangan Hingga Kelaparan di Inggris
Awal mula krisis pangan hingga kelaparan yang terjadi di Inggris dimulai pada pascapandemi covid-19 di tahun 2022.
Sesuai dengan data yang diterbitkan The Trussell Trusrt salah satu badan amal di Inggris yang bergerak dalam bidang penanganan kelaparan menyebutkan pada 2022 terdapat 14 persen atau sekitar 11,3 juta penduduk dewasa di Inggris yang mengalami kerawanan pangan.
Tidak hanya sampai di situ, 50 persen dari total jumlah penduduk dewasa di Inggris yang mengalami kerawanan pangan bahkan sampai harus menerima bantuana dari program food bank hingga bantuan makanan murah dari lembaga sosial dan super market.
Data yang dikeluarkan oleh The Trussell Trusrt juga menyebutkan ada beberapa kelompok golongan masyarakat yang terdampak lebih parah dalam keadaan krisis pangan hingga kelaparan. Beberapa kelompok golongan tersebut antara lain:
- Pekerja dewasa yang hidup sendiri
- Penyandang disabilitas
- Kelompok etnis minoritas
- Orang yang sudah berumah tangga serta memiliki kewajiban pengasuhan anak
- Anak–anak
- Penduduk yang tidak memiliki rumah atau penduduk yang menyewa tempat tinggal
Beberapa golongan tersebut diprediksi berpotensi besar terkena dampak dari krisis pangan hingga kelaparan di Inggris.
Apa Penyebabnya?
Dunia belum lama ini pulih dari pandemi covid-19 yang melanda sebagian besar wilayah termasuk Inggris. Adanya pandemi mengakibatkan kondisi perekonomian global sangat terpuruk dampak dari pembatasan setiap kegiatan hingga kegiatan ekonomi jadi berkurang.
Kondisi ini juga diperparah dengan adanya perang antara Rusia dan Ukraina yang terjadi setelah dunia pulih dari pandemi.
Pademi sekaligus dampak dari perang Rusia dan Ukraina sangat berdampak pada negara-negara Eropa termasuk Inggris. Perang Rusia dan Ukraina mampu membuat harga barang naik khususnya bahan pangan yang di ekspor ke Eropa.
Selain dua hal tersebut, diduga krisis pangan hingga kelaparan yang terjadi di Inggris terjadi akibat keputusan Inggris yang memilih keluar dari keanggotaan UNI Eropa atau biasa di sebut Brexit.
Menurut The Guardian, keputusan Inggris untuk keluar dari UNI Eropa menyebabkan para pekerja migran di Inggris terpaksa pergi dari Inggris. Hal ini berakibat Inggris kekurangan tenaga kerja di sektor bahan pangan.
Tidak hanya itu, keputusan Inggris untuk keluar dari UNI Eropa juga dinilai menyebabkan.
- Kenaikan nilai pajak
- Naiknya harga energi
- Naiknya biaya asuransi nasional
Tentu masih banya hal yang dinilai disebabkan oleh keputusan Inggris untuk keluar dari UNI Eropa. Hal ini juga memaksa penduduk Inggris untuk mengeluarkan uang lebih banyak dengan pemasukan yang tidak berubah.[] (Sastra Yudha Muhidin)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










