Korsel Kepada PBB: Tindakan Rusia Membantu Korut Menjadi 'Provokasi Langsung'

AKURAT.CO Dalam pidatonya di sidang tahunan Majelis Umum PBB, Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol mengatakan tindakan Rusia untuk membantu Korea Utara dalam meningkatkan program senjatanya akan menjadi "provokasi langsung" dan pihaknya serta sekutunya tidak akan tinggal diam.
Yoon menambahkan bahwa skenario seperti itu akan mengancam perdamaian dan keamanan tidak hanya Ukraina tetapi juga Korea Selatan.
Komentar Presiden Korea Selatan tersebut disampaikan setelah pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un kembali ke Pyongyang dari kunjungannya ke Rusia selama seminggu, di mana ia dan Presiden Rusia, Vladimir Putin berjanji untuk meningkatkan kerja sama militer.
Baca Juga: Mengenal Istilah Ilijin Di Korea Selatan
Program nuklir dan rudal Korea Utara bukan hanya ancaman eksistensial bagi Korea Selatan, tetapi juga merupakan tantangan serius bagi perdamaian di kawasan Indo-Pasifik dan di seluruh dunia, kata Yoon.
"Adalah paradoks bahwa anggota tetap Dewan Keamanan PBB, yang dipercayakan sebagai penjaga utama perdamaian dunia, akan mengobarkan perang dengan menginvasi negara berdaulat lainnya dan menerima senjata dan amunisi dari rezim yang secara terang-terangan melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB," ungkap Yoon, dikutip Kamis (21/9/2023).
Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menyatakan keprihatinannya bahwa Rusia mungkin mencoba untuk memperoleh amunisi dari Korea Utara untuk menambah persediaan amunisi yang menipis sebagai akibat dari perang di Ukraina.
Sementara, Korea Utara mencari bantuan teknologi untuk program nuklir dan rudalnya.
"Jika (Korea Utara) memperoleh informasi dan teknologi yang diperlukan untuk meningkatkan kemampuan WMD sebagai imbalan untuk mendukung Rusia dengan senjata konvensional, kesepakatan itu akan menjadi provokasi langsung, mengancam perdamaian dan keamanan tidak hanya di Ukraina, tetapi juga Republik Korea," kata Yoon.
Baca Juga: 10 Sisi Kelam Kehidupan Di Korea Selatan, Tak Seperti Dramanya Yang Indah
"Republik Korea, bersama dengan sekutu dan mitranya tidak akan tinggal diam," tambahnya.
Sebagai informasi, setiap kegiatan yang membantu program senjata Korea Utara dilarang di bawah resolusi Dewan Keamanan PBB dan Putin mengatakan bahwa Rusia yang merupakan salah satu dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB tidak akan pernah melanggar apa pun.
Namun, seorang ajudan presiden Korea Selatan menolak hal tersebut dan mengatakan bahwa Korea Selatan telah mengamati transaksi militer yang terjadi selama beberapa bulan sebelum KTT antara Kim dan Putin.
Di waktu yang sama, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan Rusia ingin memperluas hubungan dengan Korea Utara di semua bidang yang memungkinkan.
Sementara, Wakil Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Chang Ho-jin, memanggil duta besar Rusia untuk mendesak agar meninggalkan potensi kesepakatan senjata dengan Korea Utara dan memperingatkan akan adanya konsekuensi yang jelas.
Hingga saat ini, dikatakan bahwa diskusi sedang berlangsung dengan Amerika Serikat dan negara-negara lain untuk menjatuhkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia dan Korea Utara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








