Akurat

Dititipkan di Fasilitas Pengasuhan Anak Kelas Atas, Bayi di China ini Diduga Disiksa hingga Tulang Pahanya Retak

Ahada Ramadhana | 27 Maret 2022, 09:56 WIB
Dititipkan di Fasilitas Pengasuhan Anak Kelas Atas, Bayi di China ini Diduga Disiksa hingga Tulang Pahanya Retak

AKURAT.CO, Bayi berumur 1 bulan di China diduga mengalami kekerasan dari pengasuhnya. Ia bahkan mengalami retak tulang paha.

Kasus ini terungkap setelah video tentang dugaan kekerasannya menjadi viral. Pemerintah Kota Shiyan, Provinsi Hubei, China tengah, mengategorikan kasus ini 'penting'.

AsiaOne melaporkan, awalnya orang tua memperhatikan bayi laki-laki berusia 28 hari itu menangis terus-menerus. Setelah ditangani rumah sakit, CT scan menunjukkan dia mengalami patah tulang di paha kirinya.

Bayi itu tinggal di fasilitas perawatan bayi kelas atas Taihe Baby and Mother Caring Club sejak kelahirannya, sementara sang ibu menjalani pemulihan.

Atas permintaan kuat dari orang tua bayi, Taihe mengizinkan akses rekaman pengawasan. Dari situ terlihat, pada 13 Maret pukul 3 pagi, pengasuh bermarga Chen, mengambil tutup botol susu dan menuangkan susu ke mulut bayi, lalu mencubit hidungnya untuk memaksanya menelan. Orang tua bayi mengatakan bahwa Chen selesai memberi susu 100 ml kepada putra mereka dalam satu menit.

Setelahnya, Chen menekuk paksa kaki bayi, yang diyakini jadi penyebab patahnya tulang paha. Chen juga terlihat menampar wajah bayi ketika dia tidak mau minum susu dan menggelengkan kepalanya beberapa kali. Melihat bayi memuntahkan susu, Chen menyuruhnya duduk berlutut dan menekan dadanya dengan kasar.

"Tidak mungkin untuk memasang gips di sekitar pahanya yang kecil. Jadi dia dilengkapi dengan bingkai pendukung untuk memperbaiki tulangnya. Saat ini ada dua bingkai, satu di bahunya dan satu di pahanya," kata bibi sang bayi, yang bermarga Yang kepada Guizhou TV.

Kini bayi itu dirawat di inkubator rumah sakit karena cederanya menyebabkan ia tidak bisa mengenakan pakaian.

Sementara Chen telah dibebaskan dengan jaminan karena tengah hamil empat bulan, menurut Yang.

Institut Taihe pun diperintahkan oleh pihak berwenang untuk ditutup sementara.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.