7 Cara Hidup Aneh Warga Mesir Kuno, Ada Program KB dengan Masukkan Kotoran Buaya ke Vagina

AKURAT.CO, Sebelum era modern, tercatat Mesir Kuno adalah salah satu contoh peradaban manusia paling maju jika dibandingkan dengan peradaban-peradaban di wilayah lainnya di bumi. Bagaimana tidak maju, jika pada tahun 3150 SM, berbagai pengetahuan dan teknologi sudah diciptakan dan dikembangkan warga Mesir Kuno dengan sangat baik.
Hieroglif, piramida, obelisk, kalender, kertas papirus, tinta hingga bir adalah beberapa contoh dari banyaknya penemuan yang berhasil diciptakan oleh warga Mesir Kuno. Bahkan, yang lebih mengagetkan lagi, para warga Mesir Kuno pada kala itu sudah mampu mengembangkan berbagai ilmu alam, seni hingga matematika untuk membangun teknik irigasi, agrikultural, militer, teknik arsitektur, hingga teknik pengobatan.
Memang jika kita membayangkan Mesir Kuno, yang hanya di pikiran kita adalah kerajaan yang kaya raya dengan segala peradaban majunya. Namun, di balik peradaban maju mereka, nyatanya ada beberapa cara hidup warga Mesir Kuno yang terbilang aneh dan cukup menjijikkan untuk manusia zaman modern.
Dilansir AKURAT.CO Minggu (16/6) dari berbagai sumber, berikut 7 cara hidup warga Mesir Kuno yang bakalan bikin kamu mengernyitkan dahi.
1. Botak adalah "gaya potongan rambut" paling nge-tren
Inilah yang membedakan kaum Mesir Kuno dengan kaum dari peradaban-peradaban lain dunia. Jika pada zaman modern seperti sekarang ini, orang-orang sibuk memiliki gambar berbagai macam potongan rambut, maka tidak dengan bangsa Romawi Kuno.
Orang-orang Romawi Kuno (tidak terkecuali para wanita) memang keranjingan menggunduli rambut mereka hingga habis. Bukan tanpa sebab mereka memilih botak sebagai gaya rambut kekinian. Cuaca yang sangat panas dan merebaknya wabah kutu menjadi penyebab mengapa warga Mesir Kuno mencukur habis rambut-rambut mereka.
Tidak hanya kutu dan cuaca, gaya hidup warga Mesir Kuno yang terlalu bersih membuat mereka berpikir bahwa rambut atau bulu yang tumbuh di tubuh adalah hal yang memalukan dan harus diberangus.
Untuk mengganti rambut asli, para warganya pun kemudian menciptakan wig atau rambut palsu yang terbuat dari campuran rambut manusia, bulu hewan seperti wool, lenan, serabut kelapa sawit, dan bahan-bahan lainnya.
Namun, gaya rambut "botak" ini hanya berlaku bagi para bangsawan dan orang kaya. Budak atau pelayan mencukur rambut dan memakai wig. Inilah mengapa jika kita melihat film-film bertema Mesir Kuno, kita kerap melihat para anggota kerajaan atau orang kaya botak, atau memakai wig. Sedangkan para pelayannya justru berambut.
2. Menggunakan kotoran buaya dan jus bawang untuk obat KB dan alat kontrasepsi
Ternya pengendalian jumlah penduduk sudah diterapkan pada zaman Mesir Kuno. Jika di Indonesia, program pembatasan jumlah anak dikenal dengan istilah Keluarga Berencana atau KB. Pastinya, dalam program KB ini, orang yang sudah berkeluarga tinggal memasang alat kontrasepsi atau minum pil KB untuk mencegah kehamilan.
Namun, sayangnya, warga Mesir Kuno belum mampu menciptakan alat kontrasepsi atau pil KB yang tentunya hiegenis. Meskipun Mesir Kuno sangat termahsyur karena teknik pengobatannya, tidak jarang ramuan yang digunakan berasal dari barang-barang menjijikkan. Pun begitu dengan "pil KB" untuk para wanita Mesir Kuno.
Para wanita pada zaman ini hanya mempunyai sedikit pilihan untuk mencegah kehamilan. Meskipun ada pilihan menggunakan madu, tetapi banyak wanita yang memakai ramuan campuran daun dan kotoran buaya sebagai pil KB andalan.
Namun bukannya diminum, ramuan tinja buaya tersebut disogokkan ke vagina mereka. Sementara bagi untuk para lelaki, mereka akan menggunakan bawang sebagai alat kontrasepsi mereka. Untuk mencegah pasangannya dari kehamilan, para lelaki Mesir Kuno akan menumbuk bawang dan menggosok-gosokkan bawang yang sudah halus ke alat kelamin mereka.
3. Mayat wanita cantik justru dibalsem setelah membusuk
Fakta inilah yang membuat para arkeologi kerap menemukan mumi utuh yang justru berjenis kelamin laki-laki. Bagaimana dengan wanita?
Nasib wanita Mesir Kuno, terutama yang berwajah cantik dan berstatus sosial tinggi justru tidak langsung dibalsem seperti halnya para lelaki Mesir Kuno. Berdasarkan hukum yang berlaku pada zaman Mesir Kuno, mayat wanita kaya dan cantik baru bisa dibalsem setelah membusuk, yaitu sekitar 3 hingga 4 hari pasca kematian.
Hukum tersebut diterapkan lantaran adanya kasus necrophilia (berhubungan seksual dengan mayat) yang pernah menimpa seorang mayat wanita dari anggota kerajaan. Alhasil, para raja Mesir Kuno tidak pernah mempercayai pembalsem untuk mengawetkan mayat wanita.
4. Minum obat pencahar 3 kali sebulan
Meskipun banyak anggota kerajaan Mesir Kuno dikenal mempunyai tubuh yang gemuk, tetapi sebenarnya para bangsawan ini tetap memilih tubuh langsing sebagai tubuh ideal. Para pria Mesir Kuno bahkan menetapkan tubuh berotot nan langsing standar ketampanan mereka.
Namun, salah satu cara untuk mencapai standar ketampanan di Mesir adalah dengan memanfaatkan obat pencahar. Tidak main-main, berdasarkan sumber, kebanyakan warga Mesir Kuno akan menelan obat pencahar untuk menjaga tubuh tetap langsing.
Ramuan pencahar ala Mesir Kuno ini umumnya berasal dari minyak jarak. Namun, kala itu, toilet pada zaman Mesir Kuno belum dilengkapi dengan pipa atau saluran pembuangan kotoran.
Toilet pada zaman ini seperti toilet bangsa Romawi Kuno yang terbuat dari batu dan dilubangi. Tidak terbayang bagaimana repotnya warga Mesir Kuno tatkala buang air besar berulang kali setelah minum ramuan pencahar mereka.
5. Ahli proktologi dijuluki "Sang Gembala Anus"
Sekali lagi, perkembangan dunia medis memainkan peranan yang amat penting di masa Mesir Kuno. Seperti halnya pada era modern seperti sekarang ini, bangsa Mesir Kuno bahkan mempunyai dokter spesialis untuk berbagai anggota badan mereka, seperti dokter gigi, mata, dan sebagainya.
Namun, yang lebih menariknya lagi adalah pada masa ini, bangsa Mesir Kuno juga sudah mengenal ahli pratologi ( dokter yang menangani gangguan rektum, anus, serta kolon). Lebih lucunya lagi, para warga Mesir Kuno memanggil para pratologis dengan istilah "Sang Gembala Anus".
Para Gembala Anus ini juga menjadi kebanggaan para warga Mesir Kuno lantaran sudah mampu menciptakan enema (semacam cairan yang dimasukkan ke dalam kolon melalui anus) sebagai obat perangsang untuk buang air besar. Bahkan, bagi bangsa Mesir Kuno, enema merupakan "wahyu" dari Dewa Thoth.
6. Minyak dan bawang sebagai alat tes kesuburan
Bangsa Mesir Kuno memang mempunyai sistem medis yang cukup maju dalam bidang kehamilan dan kelahiran bayi. Bahkan, pada masa itu, para ahli kesehatan sudah mengetahui konsep kesuburan wanita.
Namun, untuk mengetahui apakah seorang wanita subur atau tidak, para ahli kandungan memakai menggunakan cara yang lumayan untuk para pasiennya.
Dokter kandungan Mesir Kuno akan mengoleskan minyak ke seluruh tubuh wanita dan menyuruhnya untuk berbaring selama seharian dengan minyak tersebut. Jika wanita yang dites ternyata masih terlihat "segar dan baik", maka bisa dipastikan wanita tersebut subur.
Tidak hanya minyak, beberapa sumber juga menyebutkan bagaiman para dokter kandungan akan memasukkan bawang ke lubang vagina mereka hanya untuk mengetahui apakah mereka subur atau tidak.
Jika pada keesokan harinya, napas wanita yang dites tersebut berbau maka bisa dikatakan bahwa wanita tersebut subur. Pasalnya, dokter Mesir Kuno percaya bahwa setiap lubang dalam tubuh manusia saling berhubungan.
7. Percaya jika pria juga mengalami menstruasi
Menstruasi kerap ditandai dengan keluarnya darah dari kelamin wanita. Inilah yang kemudian menjadi acuan bagi para warga Mesir Kuno untuk menjustifikasi bahwa pria juga mengalami menstruasi layaknya kaum wanita.
Selama perdaban Mesir Kuno, para warganya memang kerap dilanda berbagai wabah penyakit, termasuk diantaranya adalah schistosomiasis. Penyakit yang disebabkan oleh cacing parasit berjenis schistosoma ini menyebabkan para penderitanya mengalami pendarahan pada urin serta feses.
Sayangnya, pada masa itu, bangsa Mesir Kuno justru menganggap penyakit schistosomiasis sebagai pertanda bahwa para lelaki sudah mengalami pubertas, dan sudah siap kawin. Tidak hanya itu, keluarnya darah dari tubuh pria ini dianggap sebagai tanda bahwa pria tersebut subur.
Itulah 7 cara hidup bangsa Mesir Kuno yang bisa dibilang cukup aneh untuk zaman sekarang. Meskipun begitu, tetap saja peradaban Mesir Kuno dianggap sebagai salah satu peradaban yang patut diacungi jempol lantaran sangat maju di hampir semua aspek kehidupan.[]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





