Akurat Logo

Khawatir Virus Nipah Meluas, UEA Larang Impor Sayuran dan Buah-buahan dari India

Annisa Paramesti | 30 Mei 2018, 15:35 WIB
Khawatir Virus Nipah Meluas, UEA Larang Impor Sayuran dan Buah-buahan dari India

AKURAT.CO, Uni Emirat Arab (UEA) melarang impor sayuran segar dan buah-buahan dari negara bagian Kerala di India selatan. Dimana sekitar 13 orang tewas karena wabah virus Nipah yang merusak otak.

Kementerian Perubahan Iklim dan Lingkungan UEA juga memberi tahu otoritas lokal lainnya, termasuk Otoritas Pengawasan Makanan Abu Dhabi dan kotamadya dari emiratnya, untuk mencegah masuknya produk segar dari Kerala, India.

Kementerian menduga bahwa kelelawar pemakan buah adalah sumber dari virus Nipah. UAE melarang produk segar, termasuk mangga, kurma dan pisang serta buah-buahan yang disukai oleh kelelawar.

Seperti yang diberitakan Arab News (30/5), hingga saat ini para pejabat kesehatan di India belum dapat menelusuri asal-usul darimana wabah Nipah tersebut, sekitar 116 kasus dicurigai untuk diuji dalam beberapa pekan terakhir, 15 kasus telah dikonfirmasi dengan penyakit mematikan dan 13 kasus berasal dari orang-orang yang sudah meninggal akibat virus tersebut, dengan dua pasien masih menjalani perawatan.

"Hingga saat ini belum ada vaksin untuk virus tersebut, virus tersebut menyebar melalui cairan tubuh dan dapat menyebabkan ensefalitis, atau peradangan otak," ujar WHO (Organisasi kesehatan Dunia).

Pekan lalu, konsulat UEA di Kerala menyarankan agar wisatawan untuk mengambil tindakan pencegahan dan mengikuti instruksi keselamatan yang dikeluarkan oleh otoritas India.

Menurut laporan dari Kementerian UEA, mereja juga melarang impor hewan hidup dari Afrika Selatan, berdasarkan pemberitahuan dari Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) tentang penyakit Demam Lembah Rift yang melanda hewan-hewan ternak.[]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.