Personel Brimob Aceh Gabung Militer Rusia, DPR Wanti-wanti Dampak Diplomasi

AKURAT.CO Kasus desersi salah satu personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Aceh yang dilaporkan bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia menuai reaksi keras dari berbagai pihak.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai, tindakan tersebut tidak hanya melanggar disiplin internal Polri, tetapi juga berpotensi menyentuh ranah sensitif politik luar negeri Indonesia.
“Tindakan ini jelas merupakan pelanggaran disiplin dan komitmen sebagai aparat negara, sekaligus menimbulkan konsekuensi serius, baik dari sisi hukum maupun diplomasi,” ujar Dave dalam keterangannya, Minggu (18/1/2026).
Dave menyatakan langkah Polri yang menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) terhadap personel yang bersangkutan telah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Menurutnya, desersi merupakan bentuk pengkhianatan terhadap sumpah dan janji aparat penegak hukum yang semestinya menjaga kedaulatan negara, bukan justru terlibat dalam konflik militer asing.
Ia menambahkan, salah satu perhatian utama dalam kasus ini adalah posisi Indonesia di kancah internasional.
Selama ini, Indonesia secara konsisten memegang prinsip politik luar negeri bebas aktif yang mengedepankan perdamaian dan penyelesaian konflik secara diplomatik.
Baca Juga: Basarnas Temukan Korban Pesawat ATR 400, Kondisi Tidak Utuh
Dengan adanya warga negara Indonesia (WNI), terlebih mantan aparat negara, yang terlibat langsung dalam medan perang di bawah bendera militer asing, dikhawatirkan dapat menimbulkan persepsi keliru terhadap sikap resmi pemerintah Indonesia.
“Bergabungnya seorang warga negara Indonesia ke dalam militer asing, apalagi di tengah konflik bersenjata, berpotensi menimbulkan persepsi yang tidak sejalan dengan kebijakan resmi pemerintah,” katanya.
Dave menegaskan, kasus desersi tersebut tidak semata persoalan internal institusi, melainkan juga berkaitan erat dengan politik luar negeri dan hubungan internasional Indonesia.
“Karena itu, penanganannya harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menimbulkan dampak diplomatik yang lebih luas,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Trump Akui AS Kembali Serang Iran, Sistem Pertahanan Udara Dihancurkan dalam Hitungan Menit
- 2Moto3 Qatar, Hiroshi Aoyama Terima Penalti Veda Ega Pratama, Tegaskan 'Feeling' Pembalap Bagus
- 3Jadwal MotoGP Qatar 2026 Terbaru, Cek Jam Tayang Sprint Race dan Balapan Utama
- 4Kalender Jawa 6 November 2026: Weton Jumat Pahing, Wataknya Dikenal Gigih dan Ambisius
- 5Arab Saudi Ikuti Jejak Timnas Indonesia, Batalkan Laga Melawan Yordania
- 6KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut KAI Bobby Rasyidin dalam Korupsi Digitalisasi SPBU
- 7Kapten Melbourne Victory Lompat Pagar, Labrak Suporter Usai Timnya Dipermalukan Persib
- 8Ditekan Anggota Kongres, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth Tegaskan Menolak Pemakzulan
- 9Prabowo Terima Surat Kepercayaan 11 Duta Besar LBBP Negara Sahabat, Ini Daftarnya
- 10Istana: Penyadapan yang Dilakukan Listyo Sigit Mengarah Perbuatan Makar









