Akurat

Apa Itu Sujud Sahwi? Penjelasan Lengkap, Dalil, dan Tata Cara yang Benar

Idham Nur Indrajaya | 22 Februari 2026, 04:36 WIB
Apa Itu Sujud Sahwi? Penjelasan Lengkap, Dalil, dan Tata Cara yang Benar

AKURAT.CO Pernah tiba-tiba ragu saat sholat: ini rakaat ketiga atau keempat? Atau baru sadar lupa tasyahud awal ketika sudah berdiri? Situasi seperti ini sering dialami banyak orang. Di sinilah penting memahami apa itu sujud sahwi, karena kesalahan kecil dalam sholat tidak selalu harus diulang dari awal.

Sujud sahwi adalah solusi yang disyariatkan dalam Islam untuk memperbaiki kekurangan atau kesalahan karena lupa. Dengan memahami aturan sujud sahwi, seseorang bisa tetap tenang ketika terjadi kesalahan dalam sholat tanpa khawatir ibadahnya batal.


Jawaban Singkat: Apa Itu Sujud Sahwi?

Sujud sahwi adalah dua kali sujud yang dilakukan dalam atau setelah sholat untuk menutupi kesalahan karena lupa, ragu, atau penambahan yang tidak disengaja.

Sujud sahwi dilakukan ketika terjadi hal seperti:

  • Lupa jumlah rakaat

  • Lupa gerakan sholat tertentu

  • Menambah gerakan sholat tanpa sengaja

  • Ragu terhadap jumlah rakaat

Tujuan sujud sahwi adalah menyempurnakan sholat tanpa harus mengulangnya dari awal, sehingga ibadah tetap sah sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Secara bahasa, kata sahw (السَّهْو) berarti lupa atau lalai. Sedangkan secara istilah, sujud sahwi adalah sujud yang dilakukan sebelum atau sesudah salam untuk menutup kekurangan dalam sholat.


Dalil Sujud Sahwi dalam Hadis Nabi

Sujud sahwi memiliki dasar yang kuat dari hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis menjelaskan bahwa sujud sahwi dilakukan ketika seseorang lupa jumlah rakaat dalam sholat.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا نُودِىَ بِالأَذَانِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ لَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ الأَذَانَ فَإِذَا قُضِىَ الأَذَانُ أَقْبَلَ فَإِذَا ثُوِّبَ بِهَا أَدْبَرَ فَإِذَا قُضِىَ التَّثْوِيبُ أَقْبَلَ يَخْطُرُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ إِنْ يَدْرِى كَمْ صَلَّى فَإِذَا لَمْ يَدْرِ أَحَدُكُمْ كَمْ صَلَّى فَلْيَسْجُدْ سَجْدَتَيْنِ وَهُوَ جَالِسٌ

Latin:
Iżā nūdiya bil-ażāni adbarasy-syaithānu lahu ḍurāṭun ḥattā lā yasma‘al-ażān... fa li-yasjud sajdataini wa huwa jālis.

Artinya:
“Apabila salah seorang di antara kalian tidak mengetahui berapa rakaat yang telah ia kerjakan, maka hendaklah ia bersujud dua kali dalam keadaan duduk.”
(HR. Bukhari no. 1222 dan Muslim no. 389)

Hadis lain menjelaskan:

إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلاَثًا أَمْ أَرْبَعًا فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Latin:
Iżā syakka aḥadukum fī ṣalātihi falam yadrī kam ṣallā ṡalāṡan am arba‘an falyaṭraḥis-syak... ṡumma yasjud sajdataini qabla an yusallim.

Artinya:
“Jika salah seorang di antara kalian ragu dalam sholatnya, tiga atau empat rakaat, maka ambillah yang yakin kemudian sujud dua kali sebelum salam.”
(HR. Muslim no. 571)

Hadis-hadis ini menunjukkan bahwa sujud sahwi merupakan bagian dari tuntunan Nabi SAW.


Penyebab Sujud Sahwi dalam Sholat

Para ulama umumnya menyebutkan tiga penyebab utama sujud sahwi.

1. Penambahan Gerakan Sholat

Contohnya:

  • Menambah rakaat tanpa sengaja

  • Rukuk dua kali dalam satu rakaat

  • Salam sebelum sholat selesai

Nabi pernah sholat Zuhur lima rakaat lalu melakukan sujud sahwi setelah salam.


2. Pengurangan Gerakan Sholat

Misalnya:

  • Lupa tasyahud awal

  • Lupa bacaan tertentu

  • Terlewat gerakan sholat

Dalam kondisi seperti ini, sujud sahwi berfungsi menyempurnakan kekurangan sholat.


3. Ragu Jumlah Rakaat

Ini adalah kasus paling sering terjadi.

Jika ragu antara rakaat ketiga atau keempat:

  • Ambil jumlah yang paling yakin (biasanya yang lebih sedikit)

  • Lalu lakukan sujud sahwi


Tata Cara Sujud Sahwi yang Benar

Cara melakukan sujud sahwi pada dasarnya sama seperti sujud biasa dalam sholat.

Langkah-langkahnya:

  1. Setelah tasyahud akhir membaca takbir

  2. Sujud pertama

  3. Duduk sebentar

  4. Sujud kedua

  5. Salam (atau salam kembali jika dilakukan setelah salam)

Bacaan yang sering dibaca saat sujud sahwi adalah:

سُبْحَانَ مَنْ لا يَنَامُ وَلا يَسْهُو

Latin:
Subḥāna man lā yanāmu wa lā yashū

Artinya:
“Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”


Sujud Sahwi Dilakukan Sebelum atau Sesudah Salam?

Banyak orang bingung kapan sujud sahwi dilakukan dalam sholat.

Secara umum:

Sujud sahwi sebelum salam:

  • Jika ada kekurangan sholat

  • Jika ragu tanpa kepastian

Sujud sahwi setelah salam:

  • Jika ada penambahan gerakan

  • Jika baru ingat setelah salam

Keduanya memiliki dalil hadis yang sahih sehingga sama-sama dibenarkan.


Hukum Sujud Sahwi Menurut Ulama

Para ulama berbeda pendapat tentang hukum sujud sahwi.

Pendapat pertama: Sunnah muakkadah

Ini adalah pendapat mayoritas ulama. Sholat tetap sah meskipun sujud sahwi tidak dilakukan, tetapi kurang sempurna.

Pendapat kedua: Wajib

Sebagian ulama berpendapat sujud sahwi wajib jika terjadi kesalahan dalam sholat karena hadis menggunakan bentuk perintah.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa sujud sahwi merupakan bagian penting dalam fikih sholat.


Kenapa Sujud Sahwi Sangat Penting Dipahami

Sujud sahwi menunjukkan bahwa Islam memahami sifat manusia yang mudah lupa.

Sholat tidak dibuat terlalu kaku hingga kesalahan kecil langsung membatalkan ibadah. Sebaliknya, ada mekanisme koreksi yang realistis.

Ironisnya, banyak orang justru mengulang sholat dari awal hanya karena kesalahan kecil. Padahal dalam banyak kasus, cukup dengan sujud sahwi.

Memahami sujud sahwi membuat ibadah menjadi:

  • Lebih tenang

  • Lebih yakin

  • Tidak berlebihan dalam mengulang sholat


Contoh Kasus Sujud Sahwi dalam Kehidupan Sehari-hari

Bayangkan seseorang sedang sholat Isya sendirian.

Saat berdiri rakaat terakhir, ia tiba-tiba ragu:

"Ini rakaat ketiga atau keempat?"

Yang harus dilakukan:

  1. Ambil jumlah yang yakin → rakaat ketiga

  2. Tambah satu rakaat lagi

  3. Lakukan sujud sahwi sebelum salam

Contoh lain:

Seseorang lupa tasyahud awal dan baru ingat saat sudah berdiri rakaat ketiga.

Yang dilakukan:

  • Lanjutkan sholat

  • Sujud sahwi sebelum salam

Kasus seperti ini terjadi hampir setiap hari pada banyak orang.

Baca Juga: Sholat Malam Apa Saja? Ini Jenis dan Urutan yang Dianjurkan Lengkap dengan Niatnya

Baca Juga: Naskah Khutbah Jumat: Mengisi Malam Lailatul Qadar dengan Sujud dan Taqarrub


Mengapa Sujud Sahwi Relevan untuk Muslim Modern

Kehidupan modern penuh distraksi.

Notifikasi HP, pekerjaan, dan kelelahan sering membuat konsentrasi sholat terganggu. Akibatnya, lupa rakaat menjadi hal yang umum terjadi.

Memahami sujud sahwi membantu umat Islam tetap menjaga kualitas sholat tanpa merasa terbebani.

Ibadah menjadi lebih realistis dan tidak terasa menegangkan.


Kesempurnaan Sholat Bukan Berarti Tanpa Lupa

Tidak ada orang yang selalu khusyuk dan sempurna dalam sholat. Bahkan Nabi Muhammad SAW pernah melakukan sujud sahwi.

Yang membedakan bukan siapa yang tidak pernah lupa, tetapi siapa yang tahu cara memperbaiki sholatnya.

Memahami sujud sahwi membuat ibadah lebih tenang dan matang. Kadang bukan kesalahan kecil yang jadi masalah, tetapi ketidaktahuan cara memperbaikinya.

Terus pelajari ilmu sholat agar ibadah semakin mantap dan tidak mudah ragu.

Baca Juga: Tata Cara Sujud Tilawah: Panduan Lengkap, Bacaan Doa, serta Keutamaan yang Perlu Diketahui

Baca Juga: Kisah Rafi, Santri yang Wafat dalam Sujud di Reruntuhan Ponpes Al-Khoziny

FAQ

Apa yang harus dilakukan jika lupa rakaat dalam sholat?

Jika lupa rakaat dalam sholat, yang harus dilakukan adalah mengambil jumlah rakaat yang paling yakin atau paling sedikit, lalu menyempurnakan sholat hingga selesai. Setelah itu, lakukan sujud sahwi dua kali sebelum salam atau setelah salam sesuai kondisi lupa yang terjadi. Cara ini diajarkan dalam hadis Nabi agar sholat tetap sah tanpa harus mengulang dari awal.

Kapan sujud sahwi dilakukan dalam sholat?

Sujud sahwi bisa dilakukan sebelum atau sesudah salam, tergantung jenis kesalahan dalam sholat. Jika terjadi kekurangan seperti lupa tasyahud awal atau ragu tanpa kepastian, biasanya sujud sahwi dilakukan sebelum salam. Jika terjadi penambahan gerakan atau baru ingat setelah salam, sujud sahwi dilakukan setelah salam lalu ditutup salam kembali.

Apa hukum sujud sahwi dalam sholat?

Hukum sujud sahwi menurut mayoritas ulama adalah sunnah muakkadah, yaitu sangat dianjurkan ketika terjadi lupa atau ragu dalam sholat. Namun sebagian ulama berpendapat sujud sahwi bisa menjadi wajib jika kesalahan berkaitan dengan kewajiban sholat. Meski begitu, sholat biasanya tetap sah jika sujud sahwi tidak dilakukan karena lupa.

Apa bacaan sujud sahwi yang benar?

Tidak ada bacaan khusus yang wajib dalam sujud sahwi, sehingga bacaan sujud biasa tetap sah untuk digunakan. Namun sebagian ulama menganjurkan membaca doa berikut:

سُبْحَانَ مَنْ لا يَنَامُ وَلا يَسْهُو

Latin:
Subḥāna man lā yanāmu wa lā yashū

Artinya:
“Maha Suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”

Bacaan ini bersifat anjuran dan bukan kewajiban dalam sujud sahwi.

Apakah sholat batal jika tidak melakukan sujud sahwi?

Sholat umumnya tidak batal jika sujud sahwi tidak dilakukan karena lupa atau tidak tahu hukumnya, terutama menurut pendapat mayoritas ulama. Namun sholat menjadi kurang sempurna karena kesalahan kecil tidak diperbaiki. Jika kesalahan berkaitan dengan rukun sholat, maka sholat harus diperbaiki atau diulang sesuai ketentuannya.

Apakah sujud sahwi harus dilakukan dua kali?

Ya, sujud sahwi dilakukan sebanyak dua kali sujud, sama seperti sujud biasa dalam sholat. Dua sujud ini dilakukan dengan duduk di antara keduanya, kemudian ditutup dengan salam jika dilakukan sebelum salam, atau salam kembali jika dilakukan setelah salam. Jumlah dua sujud ini berdasarkan praktik Nabi Muhammad SAW dalam hadis-hadis sahih.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.