Akurat

Tata Cara Sujud Tilawah: Panduan Lengkap, Bacaan Doa, serta Keutamaan yang Perlu Diketahui

Idham Nur Indrajaya | 21 November 2025, 20:45 WIB
Tata Cara Sujud Tilawah: Panduan Lengkap, Bacaan Doa, serta Keutamaan yang Perlu Diketahui

AKURAT.CO Sujud tilawah adalah salah satu amalan sunnah yang sering dilakukan umat Islam ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur'an. Praktik ini tidak hanya menjadi bentuk kepatuhan kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki hikmah yang mendalam bagi siapa pun yang mengerjakannya. Banyak yang ingin mengamalkan sujud tilawah, namun masih bingung bagaimana tata cara, bacaan, hingga waktu pelaksanaannya. Artikel ini merangkum semua hal tersebut secara lengkap dalam satu panduan praktis yang mudah dipahami.

Praktik sujud tilawah telah dicontohkan Rasulullah SAW dan menjadi bagian dari tradisi para sahabat serta ulama. Hal ini juga ditegaskan melalui beberapa hadis, di antaranya dari Abu Hurairah ra. yang menyampaikan sabda Rasulullah SAW:

“Apabila seseorang membaca ayat sajdah lalu ia sujud, maka menyingkirlah syaithan dengan menangis berkata: Sungguh celaka, manusia diperintah sujud lalu ia sujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintah sujud tetapi aku membangkang, maka bagiku neraka.” (HR. Ahmad, Muslim, dan Ibnu Majah).

Dengan memahami cara melakukannya dengan benar, umat Muslim dapat menunaikan sunnah ini dengan lebih yakin dan khusyuk.


Apa Itu Sujud Tilawah?

Sujud tilawah merujuk pada sujud yang dilakukan ketika seseorang membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah—yakni ayat yang mengandung perintah sujud dalam Al-Qur’an. Praktik ini bisa dilakukan ketika sedang melaksanakan salat maupun di luar salat. Para ulama dari berbagai mazhab sepakat bahwa hukumnya adalah sunnah. Penjelasan ini didukung oleh pendapat ulama besar seperti Imam Malik, Asy-Syafi’i, Ahmad, Al-Auza’i, dan banyak lagi, termasuk beberapa sahabat Nabi seperti Umar bin Khattab, Salman, dan Ibnu Abbas.

Hadis dari Ibnu Umar juga memberikan contoh nyata bagaimana Rasulullah SAW melakukan sujud tilawah saat membaca Al-Qur'an di luar salat dan para sahabat ikut bersujud hingga tidak menemukan ruang untuk meletakkan dahi. Namun, ada pula riwayat dari Zaid bin Tsabit bahwa Nabi SAW pernah membaca surat An-Najm dan tidak bersujud ketika sampai di ayat sajdah, menunjukkan bahwa amalan ini bersifat sunnah, bukan wajib.


Kapan Sujud Tilawah Dilakukan?

Sujud tilawah dilakukan ketika seseorang membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah. Waktunya fleksibel—bisa kapan pun, baik saat melaksanakan salat maupun ketika sedang membaca Al-Qur’an di waktu lain. Jika mendengar bacaan ayat sajdah dari orang lain, kamu juga boleh melakukannya.

Ketika salat berjemaah, makmum harus mengikuti imam. Jika imam memilih untuk sujud tilawah, makmum wajib ikut. Jika imam tidak sujud, makmum tidak perlu melakukannya sendiri.

Untuk pelaksanaan di luar salat, terdapat perbedaan pandangan mengenai syarat wudhu. Beberapa ulama mensyaratkan bersuci terlebih dahulu, sementara sebagian lainnya memperbolehkan sujud tilawah tanpa wudhu karena tidak termasuk salat. Namun, lebih baik tetap dalam keadaan suci untuk menjaga adab ketika bersujud.


Bacaan Niat Sujud Tilawah

Niat dilakukan dalam hati sebagai bentuk kesadaran bahwa sujud ini dilakukan untuk menghormati ayat sajdah. Berikut bacaan niat yang bisa diamalkan:

نَوَيْتُ السُّجُودَ لِلَّهِ تَعَالَى تِلاوَةً لِوَجْهِهِ الْكَرِيمِ

“Nawaitu sujuuda lillahi ta'ala tilawatan li wajhihil kariim.”

Artinya: “Saya niat sujud karena Allah Ta'ala, sebagai penghormatan kepada wajah-Nya yang mulia, karena membaca ayat sajdah.”


Tata Cara Sujud Tilawah Saat Sedang Salat

Ketika membaca ayat sajdah dalam salat, sujud tilawah dapat dilakukan langsung tanpa perlu ruku terlebih dahulu. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Bertakbir dengan membaca “Allahu Akbar”.

  2. Langsung turun untuk sujud tilawah seperti sujud biasa.

  3. Membaca doa sujud tilawah.

  4. Bertakbir kembali untuk bangkit dari sujud.

  5. Berdiri untuk melanjutkan rakaat dan menyelesaikan bacaan yang terhenti sebelum sujud.

Jika ayat sajdah berada di tengah ayat atau surat, bacaan bisa dilanjutkan setelah bangkit dari sujud. Jika ayat sajdah berada di akhir surat, setelah sujud, berdirilah sejenak sebelum melanjutkan ke ruku’ seperti biasa.


Tata Cara Sujud Tilawah di Luar Salat

Sujud tilawah yang dilakukan di luar salat sedikit berbeda karena berdiri sendiri sebagai amalan tersendiri. Beberapa ulama menyarankan adanya takbiratul ihram, sementara sebagian lainnya tidak mewajibkannya. Berikut tata cara yang umum dilakukan:

  1. Membaca takbir “Allahu Akbar”.

  2. Turun untuk sujud satu kali sebagaimana sujud dalam salat.

  3. Membaca doa sujud tilawah saat bersujud.

  4. Bertakbir untuk bangun dari sujud.

  5. Duduk sejenak jika ingin menyempurnakannya, kemudian menutup dengan salam (menurut sebagian ulama).

Adab yang disarankan adalah menghadap kiblat serta dalam keadaan suci dari hadas dan najis.


Doa Sujud Tilawah

Doa sujud tilawah dapat dibaca ketika berada dalam posisi sujud. Kamu bisa membaca doa pendek:

“Subhana rabbiyal a’laa.”

Artinya: “Maha Suci Allah yang Maha Tinggi.”

Ada juga doa lengkap yang disebutkan Aisyah ra. mengenai kebiasaan Rasulullah SAW membaca doa berikut:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wa shawwarahu wa syaqqa sam’ahu wa basharahu bi haulihi wa quwwatihi.
Artinya: “Bersujud wajahku kepada dzat yang telah menciptakannya, telah membentuknya, serta membukakan pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya.”

Doa ini juga dijelaskan oleh Imam Nawawi dalam kitab Raudlatut Thalibin, sebagai salah satu bacaan yang dianjurkan saat sujud tilawah.


Keutamaan Sujud Tilawah

Sujud tilawah bukan hanya bentuk kepatuhan, tetapi juga memiliki banyak manfaat spiritual. Beberapa hikmah yang dijelaskan para ulama antara lain:

  • Mendapat perlindungan dari godaan setan karena ia menjauh dari orang yang mau bersujud.

  • Mendapat jaminan surga sebagai bentuk kemuliaan dari Allah SWT bagi hamba yang taat dan bertakwa.

  • Melatih kerendahan hati dan menunjukkan kepatuhan seorang hamba di hadapan Tuhan.

  • Mengingatkan manusia bahwa sifat lupa dan salah adalah bagian dari diri mereka, sehingga harus menjauhi kesombongan.

  • Membangun kesadaran bahwa Allah SWT adalah Dzat Maha Menguasai segala sesuatu.

  • Menjadi wujud syukur atas karunia dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.


Daftar Ayat-Ayat Sajadah dalam Al-Qur’an

Beberapa ayat dalam Al-Qur’an mengandung perintah sujud secara langsung. Inilah daftar ayat-ayat sajdah yang dikenal:

  • Al-A’raf ayat 206

  • Ar-Ra’d ayat 15

  • An-Nahl ayat 49

  • Al-Isra’ ayat 107

  • Maryam ayat 58

  • Al-Furqan ayat 60

  • An-Najm ayat 62

  • Al-Inshiqaq ayat 21

  • Al-‘Alaq ayat 19

  • Shaad ayat 24

Ketika ayat-ayat tersebut dibaca atau didengar, kamu diperbolehkan melakukan sujud tilawah sebagai wujud ketundukan kepada Allah SWT.


Kesimpulan

Sujud tilawah adalah amalan sunnah yang sarat makna, mudah dilakukan, dan memiliki banyak keutamaan. Selama mengetahui tata cara, doa, dan waktu pelaksanaannya, siapa pun bisa mengamalkannya kapan saja, baik di dalam maupun di luar salat. Amalan ini menjadi pengingat bahwa seorang hamba selalu membutuhkan Allah SWT dan hendaknya menjauhi kesombongan serta senantiasa bersyukur.

Kalau ingin terus memperdalam pemahaman tentang ibadah dan kajian Islam, ikuti terus update terbaru hanya di AKURAT.CO.


Baca Juga: Tata Cara Ringkas Salat Gerhana Menurut Hadis Nabi

Baca Juga: Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu: Niat, Doa dan Sunahnya agar Salat Diterima

FAQ

1. Apa itu sujud tilawah?

Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat-ayat sajdah dalam Al-Qur’an. Amalan ini bersifat sunnah dan bisa dilakukan saat salat maupun di luar salat.

2. Berapa jumlah ayat sajdah dalam Al-Qur’an?

Terdapat beberapa ayat sajdah yang dikenal, di antaranya dalam surat: Al-A’raf (206), Ar-Ra’d (15), An-Nahl (49), Al-Isra’ (107), Maryam (58), Al-Furqan (60), An-Najm (62), Al-Inshiqaq (21), Al-‘Alaq (19), dan Shaad (24).

3. Apakah sujud tilawah wajib?

Tidak. Sujud tilawah hukumnya sunnah, sehingga dianjurkan namun tidak diwajibkan.

4. Kapan sujud tilawah dilakukan?

Dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajdah, baik saat sedang salat maupun di luar salat.

5. Apakah harus berwudhu sebelum melakukan sujud tilawah?

Mayoritas ulama menyarankan untuk suci dari hadas, namun ada pendapat yang membolehkan sujud tilawah tanpa wudhu karena tidak termasuk salat. Meski begitu, lebih utama melakukannya dalam keadaan suci.

6. Bagaimana tata cara sujud tilawah dalam salat?

  • Bertakbir

  • Langsung sujud satu kali

  • Membaca doa sujud tilawah

  • Bertakbir lagi untuk bangun dan melanjutkan bacaan salat

7. Bagaimana tata cara sujud tilawah di luar salat?

Umumnya dilakukan dengan:

  • Takbir

  • Sujud satu kali

  • Membaca doa sujud tilawah

  • Bangun dengan takbir
    Sebagian ulama menambahkan salam, namun tidak wajib.

8. Apa bacaan doa saat sujud tilawah?

Doa yang dianjurkan antara lain:
“Subhana rabbiyal a’laa.”
Atau doa lengkap:
“Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu…” sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

9. Apakah perlu membaca niat sujud tilawah?

Niat cukup dilakukan di dalam hati. Namun, ada bacaan niat yang bisa diamalkan sebagai bentuk kesengajaan ibadah.

10. Bagaimana jika imam tidak melakukan sujud tilawah?

Makmum wajib mengikuti imam. Jika imam tidak sujud, makmum tidak boleh melakukannya sendiri.

11. Apakah sujud tilawah boleh dilakukan tanpa menghadap kiblat?

Dianjurkan menghadap kiblat dan berada dalam kondisi suci, meskipun sebagian ulama tetap membolehkan tanpa kedua syarat tersebut.

12. Apa keutamaan sujud tilawah?

Beberapa keutamaannya:

  • Menjauhkan diri dari godaan setan

  • Mendapat pahala besar dan balasan surga

  • Menumbuhkan kerendahan hati

  • Menjadi bentuk syukur dan ketundukan kepada Allah SWT

13. Apakah sujud tilawah harus dilakukan langsung setelah membaca ayat sajdah?

Sebaiknya langsung dilakukan. Namun jika tertunda, sebagian ulama masih membolehkan selama tidak terlalu lama.

14. Apakah sujud tilawah dilakukan satu kali saja?

Ya, sujud tilawah dilakukan hanya satu kali sujud, tidak seperti sujud dalam salat yang jumlahnya dua kali.

15. Apakah perempuan haid boleh melakukan sujud tilawah?

Menurut pendapat yang membolehkan sujud tilawah tanpa wudhu, perempuan haid boleh melakukannya. Namun ulama lain melarang. Pilihlah pendapat yang paling diyakini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.