Akurat

Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2025 Islam, Lengkap Arab dan Latin

Fajar Rizky Ramadhan | 17 Agustus 2025, 07:22 WIB
Contoh Teks Doa Upacara 17 Agustus 2025 Islam, Lengkap Arab dan Latin

AKURAT.CO Setiap peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia selalu diwarnai dengan upacara pengibaran bendera.

Selain rangkaian formal seperti pengibaran sang saka Merah Putih, pembacaan teks proklamasi, maupun amanat pembina upacara, salah satu bagian penting adalah pembacaan doa.

Doa menjadi momen sakral yang menyatukan seluruh peserta untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemajuan bangsa Indonesia.

Dalam konteks Islam, doa pada upacara 17 Agustus tidak hanya ditujukan bagi keselamatan bangsa saat ini, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

Membaca doa dalam bahasa Arab sekaligus Latin sangat membantu peserta yang hadir agar dapat mengikuti dengan khusyuk. Berikut contoh teks doa yang bisa digunakan dalam upacara 17 Agustus 2025 dengan nuansa Islami.

Baca Juga: Ikut Lomba Agustusan Hadiah dari Hasil Patungan, Termasuk Judi?

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِوَالِدَيْنَا، وَلِمُعَلِّمِينَا، وَلِقَادَةِ أُمَّتِنَا، وَلِجَمِيعِ شُهَدَاءِ الْوَطَنِ، وَاجْعَلْ دِمَاءَهُمْ نُورًا، وَجِهَادَهُمْ فِي مِيزَانِ حَسَنَاتِهِمْ، وَأَسْكِنْهُمْ فِي فَسِيحِ جَنَّاتِكَ.

Allāhumma ighfir liwālidainā, wa limu‘alliminā, wa liqādatī ummatinā, wa lijamī‘i syuhadā’il-wathan, waj‘al dimā’ahum nūran, wa jihādahum fī mīzāni ḥasanātihim, wa askinhum fī fasīḥi janātika.

Ya Allah, ampunilah kedua orang tua kami, para guru kami, para pemimpin bangsa kami, dan seluruh syuhada tanah air. Jadikan darah mereka sebagai cahaya, perjuangan mereka sebagai amal kebaikan, dan tempatkan mereka di surga-Mu yang luas.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ بَلَدًا آمِنًا، مُطْمَئِنًّا، سَخَاءً رَخَاءً، وَادْفَعْ عَنَّا الْفِتَنَ وَالْمِحَنَ، وَبَاعِدْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ الْفَسَادِ وَالظُّلْمِ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ.

Allāhummaj‘al hādzal-balad baladan āminan, muṭma’inna, sakhā’an rakhā’an, wadfa‘ ‘annal-fitan wal-miḥan, wa bā‘id bainanā wa bainal-fasādi wadh-dhulmi kamā bā‘adta bainal-masyriqi wal-maghrib.

Ya Allah, jadikanlah negeri ini negeri yang aman, tenteram, penuh dengan rezeki yang halal dan berkah. Lindungilah kami dari segala fitnah dan bencana. Jauhkanlah bangsa kami dari korupsi, kerusakan, dan kezaliman sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat.

اللَّهُمَّ وَفِّقْ قَادَتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ قُدْوَةً فِي الْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ، وَارْزُقْهُمْ بِطَانَةً صَالِحَةً نَاصِحَةً.

Allāhumma waffiq qādatana wa wulāta umūrinā limā tuḥibbu wa tarḍā, waj‘alhum qudwatan fīl-‘adli wal-amānah, warzuqhum biṭānatan ṣāliḥatan nāṣiḥah.

Ya Allah, berilah taufik dan hidayah kepada para pemimpin bangsa kami agar mereka berjalan di jalan yang Engkau cintai dan ridhai. Jadikan mereka teladan dalam keadilan dan amanah, serta anugerahkan kepada mereka para pembantu yang saleh dan jujur.

Baca Juga: Hari Kemerdekaan Indonesia ke-80, Ini 5 Doa untuk Pahlawan yang Gugur di Medan Perang

اللَّهُمَّ اجْمَعْ كَلِمَتَنَا، وَوَحِّدْ صُفُوفَنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ الَّذِينَ يَرْفَعُونَ رَايَةَ الْحَقِّ وَيَنْصُرُونَ الْمُسْتَضْعَفِينَ.

Allāhummajma‘ kalimatanā, wa waḥḥid ṣufūfanā, wa allif baina qulūbinā, waj‘alnā min ‘ibādikaṣ-ṣāliḥīn allażīna yarfa‘ūna rāyata al-ḥaqqi wa yanṣurūnal-mustaḍ‘afīn.

Ya Allah, satukanlah barisan kami, kuatkanlah persaudaraan kami, dan lembutkan hati kami agar selalu saling mencintai. Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang saleh, yang senantiasa menegakkan kebenaran dan membela kaum lemah.

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي يَوْمِ الْإِسْتِقْلَالِ هَذَا، وَاجْعَلْهُ ذِكْرَى تُجَدِّدُ الْعَزِيمَةَ، وَتُقَوِّي الْإِيمَانَ، وَتُثَبِّتُ الْخُطَى فِي سَبِيلِ الْبِنَاءِ وَالْحَضَارَةِ.

Allāhumma bārik lanā fī yaumil-istiqlāli hādzā, waj‘alhu żikrā tujaddidul-‘azīmata, wa tuqawwīl-īmāna, wa tutsabbitul-khuṭā fī sabīlil-binā’i wal-ḥaḍārah.

Ya Allah, berkahilah kami di hari kemerdekaan ini, jadikan ia sebagai pengingat yang meneguhkan semangat, memperkuat iman, serta mengokohkan langkah kami untuk membangun peradaban bangsa yang mulia.

Doa ini bisa dibacakan setelah rangkaian pokok upacara sebagai penutup yang khidmat. Dengan doa bersama, upacara HUT RI ke-80 tidak hanya menjadi simbol penghormatan kepada bangsa dan pahlawan, tetapi juga momentum spiritual untuk memohon perlindungan Allah bagi masa depan Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.