Akurat

Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu: Niat, Doa dan Sunahnya agar Salat Diterima

Wahyu SK | 3 Agustus 2025, 07:20 WIB
Panduan Lengkap Tata Cara Wudhu: Niat, Doa dan Sunahnya agar Salat Diterima

AKURAT.CO Wudhu merupakan syarat sah salat yang fundamental dalam Islam.

Tanpa bersuci dari hadas kecil atau mengambil wudhu, salat seseorang tidak akan sah dalam kondisi normal.

Pentingnya wudhu telah disyariatkan sejak malam Isra Mi'raj, bersamaan dengan perintah salat itu sendiri. Sebagai bentuk persiapan diri yang suci saat bermunajat kepada Allah SWT.

Dasar hukum kewajiban wudhu ini termaktub jelas dalam Al-Qur'an Surat Al-Maidah Ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلَاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu berdiri hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku serta usaplah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai kedua mata kaki."

Baca Juga: Cara Wudhu di Toilet agar Tidak Kena Hukum Makruh

Tidak hanya itu, hadis Nabi Muhammad SAW juga menegaskan penolakan salat tanpa bersuci.

Imam Muslim meriwayatkan:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةً بِغَيْرِ طَهُورٍ

Artinya: "Allah tidak menerima shalat tanpa bersuci." (HR Muslim)

Senada dengan itu, Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan:

لَا يَقْبَلُ اللَّهُ صَلَاةَ أَحَدِكُمْ إذَا أَحْدَثَ حَتَّى يَتَوَضَّأَ

Artinya: "Allah tidak menerima shalat salah seorang kamu bila berhadats sampai ia berwudhu." (HR Bukhari dan Muslim)

Baca Juga: Bolehkah Berbicara ketika Sedang Wudhu?

Rukun Wudhu yang Wajib Dipenuhi

Agar wudhu sah dan ibadah salat diterima, ada enam rukun wudhu yang wajib dilaksanakan secara berurutan. Jika salah satunya terlewat atau tidak sempurna, wudhu Anda tidak sah.

Berikut rukun wudhu yang harus diperhatikan:

1. Niat Wudhu

Niat adalah pondasi utama dalam setiap ibadah. Niat wudhu dilakukan di dalam hati bersamaan dengan basuhan pertama pada wajah.

Meskipun niat dilakukan dalam hati, Anda bisa melafalkan salah satu lafal niat wudhu berikut untuk membantu menguatkan niat:

نَوَيْتُ رَفْعَ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaytu raf'al hadatsi lillāhi ta'ālā.

نَوَيْتُ فَرْضَ الوُضُوْءِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaytu fardhal wudhū'i lillāhi ta'ālā.

نَوَيْتُ الوُضُوْءَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaytul wudhū'a lillāhi ta'ālā.

نَوَيْتُ الطَّهَارَةَ عَنِ الحَدَثِ لِلهِ تَعَالَى

Nawaytut thahārata anil hadatsi lillāhi ta'ālā.

Baca Juga: Bacaan Doa Membasuh Anggota Wudhu Lengkap Arab, Latin dan Artinya

2. Membasuh Wajah

Batasan wajah yang wajib dibasuh menurut Imam Nawawi adalah area dari tempat tumbuhnya rambut kepala hingga dagu bagian bawah secara vertikal dan dari telinga kanan hingga telinga kiri secara horizontal.

Pastikan seluruh area ini terbasuh air secara merata.

3. Membasuh Kedua Tangan hingga Siku

Basuhlah kedua tangan Anda dimulai dari ujung jari hingga melewati siku.

Penting untuk memastikan seluruh bagian kulit, kuku, dan rambut di area ini terbasuh air, termasuk bagian bawah kuku.

Jaga kebersihan kuku agar tidak ada kotoran yang menghalangi air sampai ke kulit.

4. Mengusap Sebagian Kepala

Cukup dengan mengusap sebagian kecil dari kepala atau bahkan sehelai rambut yang tumbuh di area kepala, maka rukun ini sudah terpenuhi.

Perlu diingat, mengusap rambut yang menjuntai di luar area kepala (misalnya sampai bahu) tidak dianggap sah.

Baca Juga: Bacaan Doa Setelah Wudhu, Lengkap dengan Latin dan Terjemahannya

5. Membasuh Kedua Kaki hingga Mata Kaki

Sama seperti tangan, pastikan seluruh bagian kaki mulai dari jari-jari hingga melewati kedua mata kaki terbasuh air dengan sempurna. Ini termasuk rambut dan kuku yang ada di area tersebut.

6. Tertib (Berurutan)

Tertib berarti melaksanakan seluruh rukun wudhu ini secara berurutan, mulai dari niat dan membasuh wajah dilanjutkan dengan membasuh kedua tangan, mengusap sebagian kepala dan diakhiri dengan membasuh kedua kaki.

Urutan ini tidak boleh dibolak balik.

Rangkaian Lengkap Tata Cara Wudhu Wajib dan Sunah

Selain rukun yang wajib, ada beberapa sunah yang dianjurkan untuk dilakukan saat berwudhu guna menyempurnakan ibadah Anda dan mendapatkan pahala lebih.

Berikut adalah urutan lengkap tata cara wudhu, termasuk rukun dan sunahnya:

- Bersiwak: Membersihkan gigi menggunakan siwak atau sikat gigi.

- Membaca Basmalah: Mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim sebelum memulai.

- Membasuh Kedua Tangan: Basuh kedua telapak tangan hingga pergelangan tangan sebanyak tiga kali.

- Berkumur: Kumur-kumur sebanyak tiga kali.

- Menghirup Air ke Hidung (Istinsyaq): Hirup air ke dalam hidung lalu keluarkan (istintsar) sebanyak tiga kali.

- Melafalkan Niat: Membaca lafal niat wudhu (opsional, untuk menguatkan niat dalam hati).

- Memasang Niat dalam Hati: Lakukan ini bersamaan dengan basuhan pertama pada wajah.

- Membasuh Wajah: Basuh wajah sebanyak tiga kali, pastikan seluruh area wajah terbasuh merata.

- Membasuh Tangan hingga Siku: Basuh kedua tangan hingga siku sebanyak tiga kali, dimulai dari tangan kanan lalu tangan kiri.

- Mengusap Sebagian Kepala: Usap sebagian kecil kepala dengan air sebanyak tiga kali.

- Menyapu Seluruh Bagian Kepala: Ini adalah sunah untuk mengusap seluruh bagian kepala (bukan hanya sebagian).

- Menyapu Kedua Telinga: Usap bagian luar dan dalam telinga sebanyak tiga kali.

- Membasuh Kedua Kaki Hingga Mata Kaki: Basuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak tiga kali, dimulai dari kaki kanan lalu kaki kiri.

- Menghadap Kiblat: Dianjurkan menghadap kiblat saat berwudhu.

- Membaca Doa Setelah Wudhu: Setelah selesai, bacalah doa berikut.

Baca Juga: 5 Hadits Tentang Keutamaan Melanggengkan Wudhu, Salah Satu Pesannya Akan Menghapus Dosa Seorang Muslim

Doa Setelah Wudhu

Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian wudhu, disunahkan untuk membaca doa berikut:

أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ، وَرَسُولُهُ، اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنْ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنْ الْمُتَطَهِّرِينَ، سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إلَهَ إلَّا أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوبُ إلَيْكَ

Asyhadu an lā ilāha illallāhu wahdahū lā syarīka lahū, wa asyhadu anna Muhammadan abduhū wa rasūluhū. Allāhummaj'alnī minat tawwābīna, waj’alnī minal mutathahhirīna. Subhānakallāhumma wa bi hamdika asyhadu an lā ilāha illā anta, astaghfiruka wa atūbu ilayka.

Artinya: "Saya bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah yang Maha Esa tiada sekutu bagi-Nya dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Ya Allah jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat. Dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang suci. Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu). Wallâhu a'lam."

Semoga panduan ini membantu kita memahami dan melaksanakan wudhu dengan sempurna, sehingga salat kita dapat diterima oleh Allah SWT. Nun walkalami wamayasturun.

Baca Juga: Amalan Sebelum Melakukan Wudhu

Laporan: Bayu Aji Pamungkas/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK