Kapan Puasa Ayyamul Bidh Juni 2025? Hanya 2 Hari, Catat Jadwal dan Niatnya!

AKURAT.CO Puasa Ayyamul Bidh merupakan puasa sunnah yang dilakukan setiap tanggal 13, 14, dan 15 dalam kalender Hijriah.
Namun, pada bulan Juni 2025 yang bertepatan dengan bulan Dzulhijah 1446 H, pelaksanaan puasa Ayyamul Bidh hanya dapat dilakukan selama dua hari saja, yaitu pada tanggal 10 dan 11 Juni 2025 yang bertepatan dengan 14 dan 15 Dzulhijah 1446 H.
Hal ini dikarenakan tanggal 13 Dzulhijah jatuh pada hari Tasyrik, yakni tanggal 9 Juni 2025, di mana umat Islam dilarang untuk berpuasa sesuai dengan aturan syariat.
Oleh karena itu, puasa pada tanggal 13 Dzulhijah digantikan atau dihindari demi mematuhi larangan berpuasa pada hari Tasyrik, sehingga puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan hanya selama dua hari pada tanggal 14 dan 15 Dzulhijah.
Pengertian dan Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh
Ayyamul Bidh berarti "hari-hari putih", yang merujuk pada tiga hari saat bulan purnama, yaitu tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah. Puasa ini disunnahkan karena Rasulullah SAW sering melaksanakan puasa pada hari-hari tersebut.
Keutamaan puasa Ayyamul Bidh sangat besar, di antaranya:
1. Mendapat pahala yang setara dengan puasa sepanjang tahun jika dilakukan tiga hari setiap bulan.
2. Menghapus dosa kecil selama sebulan.
3. Meningkatkan derajat di sisi Allah SWT dan menjadi perisai dari siksa api neraka.
4. Meneladani sunnah Nabi Muhammad SAW yang rutin melaksanakan puasa ini.
Niat Puasa Ayyamul Bidh Juni 2025
Sebelum memulai puasa, penting untuk mengucapkan niat puasa Ayyamul Bidh dengan benar. Berikut lafadz niatnya.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيْضِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ayyamil bidh sunnatan lillahi ta'ala
Artinya: "Saya niat puasa Ayyamul Bidh (hari-hari yang malamnya cerah), sunnah karena Allah Ta’ala".
Niat dapat dilakukan pada malam hari sebelum fajar atau di pagi hari selama belum melakukan hal yang membatalkan puasa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









