Akurat

Asal Usul Puasa Sunnah Senin Kamis Jadi Amalan Yang Diutamakan, Berikut 3 Keistimewaannya!

Herry Supriyatna | 8 November 2023, 13:50 WIB
Asal Usul Puasa Sunnah Senin Kamis Jadi Amalan Yang Diutamakan, Berikut 3 Keistimewaannya!

AKURAT.CO Amalan sunnah, salah satunya puasa Senin dan Kamis, merupakan amalan pendamping dari ibadah-ibadah wajib yang memiliki banyak keutamaan didalamnya.

Lalu bagaimana asal usul amalan sunnah puasa Senin-Kamis menjadi amalan sunnah utama?

Sesuai namanya, puasa sunnah Senin Kamis merupakan kegiatan berpuasa pada hari Senin ataupun Kamis yang hukumnya sunnah untuk dilakukan.

Hukum sunnah sendiri diartikan sebagai amalan yang tidak wajib ditunaikan, namun memiliki pahala yang besar jika dijalankan.

Baca Juga: Musisi, Brand Lokal Dan Hampir 20 Ribu Peserta Siap Ramaikan Pertamina Eco RunFest 2023

Puasa sunnah Senin-Kamis terbentuk dari kebiasaan Nabi Muhammad SAW untuk berpuasa di hari tersebut.

Dipilihnya hari Senin dan Kamis sendiri disebabkan dari keistimewaan-keistimewaan yang dimiliki kedua hari tersebut, sebagai berikut;

  1. Hari Amalan Manusia Diperlihatkan

Dalam sebuah hadits riwayat Tirmidzi salah satu keistimewaan hari Senin dan Kamis, yakni sebagai waktu dimana amalan manusia akan diperlihatkan, Rasulullah SAW bersabda:

تُعْرَضُ الأَعْمَالُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Artinya: “Amal perbuatan manusia akan diperlihatkan pada setiap hari Senin dan Kamis. Maka aku ingin amalku diperlihatkan saat aku sedang berpuasa.” (HR Tirmidzi).

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Gelisah dan Jantung Berdebar

  1. Hari Nabi SAW Lahir Ke Dunia

Rasulullah SAW menyebutkan salah satu keistimewaan dari hari Senin yakni sebagai hari dimana beliau dilahirkan.

Hal ini disebutkan dalam sebuah hadits dari Abu Qatadah RA, bahwasannya Rasulullah SAW pernah ditanya tentang puasa Senin, kemudian Nabi SAW menjawab:

ذَاكَ يَوْمٌ وُلِدْتُ فِيْهِ وَيَوْمٌ بُعِثْتُ أَوْ أُنْزِلَ عَلَيَّ فِيْهِ

Artinya: “Hari tersebut merupakan hari aku dilahirkan, dan hari aku diutus atau diturunkannya Al-Quran kepadaku pada hari tersebut,”. (HR. Muslim).

  1. Hari Dibukanya Pintu-Pintu Surga

Dari Abu Hurairah RA berkata, Rasulullah SAW bersabda:

تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْإِثْنَيْنِ، وَيَوْمَ الْخَمِيسِ، فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللهِ شَيْئًا، إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ، فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا أَنْظُرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا، أَنْظُرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Artinya: “Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Maka semua hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun akan diampuni dosa-dosanya, kecuali seseorang yang antara dia dan saudaranya terjadi permusuhan.

Lalu dikatakan, "Tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap kedua orang ini sampai keduanya berdamai, tundalah pengampunan terhadap orang ini sampai keduanya berdamai.” (HR. Muslim).[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.